
Xana memasuki ruangan yang masih belum ada banyak orang, ia mengambil kursi di barisan kedua.
"Hy?" sapa seseorang dari belakang Xana, tapi Xana tidak menggubris sapaan orang tersebut.
"Hy perkenalkan aku Alnerd Amartha" ucapnya seraya menyodorkan tangan agar bersalaman dengan Xana,
"Dia dari keluarga kedua..." gumam Xana dalam hati
"Xana" balas Xana singkat sambil berjabat tangan dengan Alnerd
"Emm hanya Xana saja?" tanya Alnerd
"Xana Alexsandra" jawab Xana lagi terlihat acuh dengan pria yang duduk disebelah nya itu.
"Kenapa kau tertarik dengan jurusan hukum?" tanya Alnerd Amartha,
"Apa urusan mu" sahut Xana singkat sambil terus fokus pada buku yang ia baca
"Hemm aku hanya ingin tahu" jawab Alnerd kalem sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi.
Namun Xana tidak mengatakan sepatah katapun karna ia tenggelam dalam buku bacaan yang sangat ia minati.
Tidak lama setelah itu banyak mahasiswa yang masuk ke dalam ruangan dan masuklah seorang dosen pertama yang akan mengajar.
Dua jam berlalu setelah dosen mengajar, Xana berjalan menuju kantin namun seorang pria terus saja mengikuti dirinya.
Xana berhenti dan menatap pria yang terus membuntuti dirinya itu,
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Xana
"Aku ingin makan bersama mu.." sahut pria itu yang tidak lain adalah Alnerd Amartha, ia salah tingkah dengan sikap Xana kepada dirinya yang terkesan sangat cuek.
Xana hanya menghela nafas pelan, sebenarnya ia hanya ingin melewati masa kuliah dengan baik tanpa ada seorang pun yang mengganggu dirinya.
__ADS_1
Sesampainya di kantin semua mata tertuju pada Xana, tapi sorotan mata itu bukan karna terpesona melainkan karna perasaan iri.
'Kenapa?'
Ya! Itu karna Alnerd Amartha yang mengikuti Xana, Alnerd Amartha tentu saja sangat terkenal di kampus mereka bukan hanya karna ketampanan nya dan kepintaran nya saja tapi juga karna ia dari keluarga terkaya tingkat kedua.
"Kenapa dia harus bersama wanita itu sihh" gerutu salah satu wanita
"Nahh kan sudah ku duga" gerutu Xana dalam hati,
"Hahh cukup genk Vania saja yang selalu menjadi batu sandungannya jangan ada tambahan lagi" geram Xana
Lalu Xana duduk di pojokan seperti biasa ketika ia masih sekolah di bangku SMA dulu, duduk paling pojok sendirian.
Alnerd ikut duduk di depan Xana,
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Xana ketus
"Apa peduli nya dengan orang-orang.." sahut Alnerd merasa tidak bersalah
"Sial! Aku hanya ingin kuliah tanpa terlihat menonjol, tapi malah di dekati oleh salah satu keluarga Amartha!!" gumam Xana pelan tapi terdengar oleh Alnerd
"Heeei apa salahnya aku hanya ingin berteman" ucap Alnerd
"Aku tidak ingin berteman" sahut Xana singkat membuat Alnerd tertawa kecil, biasanya wanita yang ia dekati selalu klepek-klepek tapi berbeda dengan Xana yang malah terlihat mengacuhkan dirinya.
Xana memesan makanan kesukaannya seperti biasa, lalu ia makan tanpa memperdulikan Alnerd yang terus menatapnya.
"Pelan-pelan makannya, kau terlihat seperti tidak makan dua bulan" ucap Alnerd lembut tapi Xana terus mengacuhkan dirinya.
Selesai makan masih ada jam kedua pelajaran yang akan Xana masuki, saat Xana melalui sebuah ruangan.
"Xana??" ucap seseorang lagi, Xana menoleh ke samping dan terlihatlah seorang pria tampan dengan stelan rapi.
__ADS_1
"Kau ingat aku tidak?" tanya orang itu membuay Xana menyerngitkan keningnya
"Aku Theo Welman dosen pembimbing di kelas mu, kita pernah bertemu dua minggu yang lalu waktu kau mendaftarkan diri itu" ucap pria itu yang ternyata adalah dosen pembimbing.
"Pantas saja begitu familiar" gumam Xana dalam hati.
"Xana apa dia pacarmu?" tanya Pak Dosen Theo Welman
"Bukan pak" sahut Xana cepat ketika Alnerd ingin menyahut 'iya'
"Pak Theo saya permisi.." ucap Xana singkat dan meninggalkan kedua pria itu yang sama-sama saling pandang karna sikap acuh nya Xana.
"Alnerd..." tegur Pak Theo
"Shuttttt pak Theo saya pergi juga..." sahut Alnerd singkat dan dengan cepat mengejar Xana, Pak Theo Welman yang bingung akan kedua mahasiswa baru nya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Beberapa jam setelah selesai masuk mata kuliah kedua, Xana pulang kuliah namun ia melihat sebuah mobil yang sedang menunggu dirinya. Mobil itu milik Cullen, ia terlihat sedang menatap serius handpone nya. Xana menghampiri mobil itu,
"Apa sudah selesai?" tanya Cullen datar seperti biasa
"Hemm" sahut Xana singkat lalu Dony turun dari mobil dan membuka kan pintu belakang agar Xana duduk di samping Cullen.
Setelah Xana masuk mobil, mobil itu pun melaju dengan cepat dan menuju mansion Cullen.
Disatu sisi ada seorang pria yang tengah menatap mobil itu berlalu pergi,
"Hehh ternyata kau bukan orang biasa gadis.." gumam nya seraya tersenyum kecil.
"Alnerd apa kau tidak pulang?" tanya seorang pria dari arah belakangnya.
"Kak Theo bisa tidak jangan menyapa diriku dikampus" ucap Alnerd ketus kepada sosok pria umur 29 tahun itu yang ternyata Pak Dosen Theo Welman.
...Next......
__ADS_1