
Kata orang tidak ada yang namanya persahabat antara laki-laki dan perempuan karna akan melibatkan perasaan. Ya! Ku rasa itu memang benar sekali....
"Heyy kawan bagaimana kabar mu?" ucap Daniel seraya menggandeng bahu Cullen
"Baik..." ucap Cullen singkat
"Hemm, kau ini tidak menanyakan kabar kami bagaimana?" gerutu Daniel sambil menyenggol-nyenggol Cullen.
Cullen berhenti melangkahkan kaki nya, ia menatap Daniel dan Megi dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ku rasa kalian baik-baik saja." sahut Cullen singkat membuat Daniel bungkam
"Hehh, kau ini tidak bisa diajak berbasa-basi.." gerutu Daniel kesal yang membuat Megi tertawa kecil
"Sudah-sudah! Ayo kita cepat pulang ke Mansion Utama!" ucap Megi yang langsung merangkul tangan keduanya hingga ia yang berada ditengah-tengah antara Daniel dan Cullen.
Setiba nya di Mansion Utama, mereka bertiga disambut secara besar-besaran oleh keluarga Alfarizi, Amartha dan Flowen. Yang dimana ketiga keluarga besar itu adalah pemilik seluruh aset pasar gelap, namun tidak diketahui oleh Daniel dan Megi. Hanya Cullen saja yang mengetahui semua itu karna ia adalah Tuan Muda Tunggal Alfarizi yang paling berkuasa setelah ayahnya meninggal.
Cullen sedari kecil selalu dituntut lebih karna ia akan menjadi pewaris semua aset ayahnya, itulah yang membuat nya berbeda dari temannya yang lain.
"Megi, kau sudah dewasa sekarang! Apa kau tidak ingin memilih calon suami mu nak?" ucap Madam Alice ketika mereka semua telah berkumpul di Ruang Utama.
"Madam..." sahut Megi malu-malu, namun ia selalu melirik Cullen yang tengah berbicara serius dengan Paman Jeck.
Curi-curi pandang yang dilakukan oleh Megi tanpa sengaja dilihat oleh Daniel, entah kenapa tiba-tiba ia merasa tidak suka dengan tatapan Megi yang berlebihan kepada Cullen.
"Meg, apa kau sakit? Wajah mu dari tadi selalu memerah?" tanya Daniel yang membuat mereka semua menatap ke arah Megi.
Megi menjadi salah tingkah karna seluruh tatapan menuju kepada dirinya, tapi sayangnya hanya Cullen yang tidak menatap dirinya. Megi sedikit merasa kecewa dengan sikap Cullen yang selalu cuek,
"Ouh benarkah? Aku hanya merasa kepanasan saja" ucap Megi kikuk menjawab pertanyaan Daniel
Lalu Daniel mengambil remote kontrol AC ia meningkatkan suhu didalam ruangan agar Megi tidak merasa kepanasan lagi.
'Hacisssss'
Megi bersin beberapa kali karna merasa ruangan sangat dingin,
"Daniel apa kau ingin membunuh ku!" teriak Megi sambil memeluk tubuh nya, namun tiba-tiba Cullen mendekat kearah Megi dan ia menyelimuti tubuh Megi dengan jas nya.
Tubuh Megi sangat rentan terkena penyakit dan daya tahan tubuhnya sangat lemah tidak seperti Cullen dengan Daniel. Perhatian kecil itu membuat hati Megi dag dig dug, walaupun Cullen terlihat dingin namun ia juga sangat peduli.
Singkat cerita semasa itu, Megi berulang tahun yang ke 21. Tepat ketika pesta ulang tahunnya ia menyatakan perasaan kepada Cullen,
"Cullen sejak kecil sampai saat ini aku sangat menyukai mu! Dan dihari bertambah nya usia ku ini, apakah kamu mau menjadi teman hidup ku dan menikah dengan ku?" ucap Megi Flowen dengan tulus dan serius, seketika detik itu juga kotak kado milik Daniel terjatuh dari tangannya.
'Brukkk!'
Membuat semua orang terkejut dan menatap ke arah Daniel, Daniel terpaku dengan apa yang dicapkan oleh Megi terhadap Cullen tadi.
__ADS_1
"Ap..apa maksud mu Meg?" tanya Daniel begitu gugup dan menahan rasa kecewa nya
"Apa kau tadi menyatakan perasaan mu untuk Cullen?" tanya Daniel lagi, Megi terdiam seketika lalu tersenyum manis seperti biasa ia ingin menjawab pertanyaan Daniel
"iy.." namun belum sempat Megi menjawab 'Iya' ucapannya langsung disela oleh Daniel
"Aku mencintai mu Megi!" ucap Daniel seketika membuat semua orang tercengang menatap dirinya
"Kita berdua sudah lama bersama! Sedangkan Cullen sudah sejak lama ia terpisah dari kita! Bagaimana kau bisa bicara seperti itu!" teriak Daniel dengan wajah merah padam, sedari dahulu ia mudah sekali terbawa emosi.
"Bagaimana kau bisa berkata seperti itu! Apa kau tidak paham bagaimana perasaan ku?!" ucap Daniel dengan perasaan campur aduk.
"Daniel apa yang kau katakan?" tanya Madam Alice kaget
"Tenang madam! Biarkan mereka menyelesai kan masalah mereka sendiri" sahut Paman Jack yang seolah mengerti keadaan ketiga orang yang telah menjadi sahabat sejak kecil itu.
"Aku rasa kita sebaiknya pergi keluar dulu! Biarkan mereka membicarakan hal ini secara pribadi" ucap Paman Jack lagi sambil menunjukkan jalan kepada para tamu untuk keluar dari ruangan itu. Untungnya para tamu hanya anggota keluarga dekat saja,
"Cullen ku harap kau dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan baik." ucap Paman Jack menepuk pundak Cullen pelan.
"Megi apa yang kau katakan hanya akan menjadi bumerang dari persahabat kalian" gumam Paman Jack dalam hati, ia tahu bahwa wanita tidak dapat menahan perasaannya tapi waktu nya tidak tepat. Dan juga Cullen tidak akan menerima perasaan yang Megi berikan.
Mereka menuju kolam renang yang berhias dekorasi lampu kerlap-kerlip, disana juga salah satu tempat pesta yang disiapkan oleh Bibi Velisia, Madam Alice dan Paman Jack. Selain outdoor adapun kegiatan indoor, sebagai kemeriahan pesta. Namun ada sedikit perselisihan yang membuat pesta itu tanpa adanya si pemilik pesta atau Megi yang telah berulang tahun.
Didalam ruangan yang telah sepi tanpa adanya tamu lagi, Cullen, Daniel dan Megi sedang berhadapan namun tanpa bicara sepatah kata pun.
"Meg, ku rasa kau telah salah mengartikan hubungan kita selama ini" ucap Cullen membuat Megi menatapnya dengan tanya
"Aku tidak menyukaimu, dan aku menganggap mu hanya sebagai adikku saja" ucap Cullen datar
"Ak..aku bisa paham itu, ta..tapi aku bisa menunggu sampai kau menyukai ku.." sahut Megi membuat Daniel tercengang tidak percaya dengan makhluk yang bernama wanita!
'Ia telah menolak mu Megi!!'
Geram Daniel dalam hati ia sangat kesal saat ini namun memilih untuk tetap diam,
"Megi, aku sudah tunangan.." ucap Cullen singkat membuat Megi seketika terdiam
"Hehh!! kau pembohong!" ucap Megi spontan ia merasa hatinya sakit saat ini
"Terserah kau mau bicara apa, ini buktinya" sahut Cullen dingin sambil menampilkan handpone walfaver nya yang terlihat mesra dengan wanita.
Megi terdiam tidak percaya, wanita itu terlihat sangat cantik dan kebarat-baratan. Kulit putih dan hidung mancung membuat nya sangat manis, seketika itu juga Megi merasakan pukulan berat didada nya.
"Hikss, hikss, hikss..." ia menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan, hatinya hancur seketika kenapa ia begitu bodohnya menyatakan perasaan kepada orang yang telah bertunangan.
Daniel tersenyum kecil, ia mendekati Megi dan memeluk Megi. Namun ditepiskan oleh Megi ia tidak ingin di sentuh oleh siapapun saat ini.
"Maafkan aku Meg.." ucap Cullen singkat, lalu ia berdiri dan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Sebenarnya foto itu adalah Ellena adik kandung Cullen yang tinggal diluar negri tanpa diketahui oleh kedua sahabatnya itu, Cullen terpaksa harus berbohong karna ia tahu bahwa Daniel sangat menyukai Megi.
"Megi...bahagialah dengan Daniel, karna jika kita yang bersama maka kau akan dalam bahaya besar. Mengingat aku terlalu banyak musuh yang mengincar diriku dan aku tidak ingin kau menjadi kelemahan ku..." gumam Cullen dalam hati, walaupun sebenarnya ia sedikit menyukai Megi tapi hanya sedikit saja.
Beberapa hari setelah kejadian itu, Megi dan Daniel memutuskan untuk bertunangan. Cullen menghampiri Daniel dan memeluk nya untuk yang pertama kali,
"Semoga kau bahagia" ucap Cullen singkat
"Terima kasih kawan, maaf atas kejadian beberapa hari yang lalu..." ucap Daniel dan Cullen hanya tersenyum tipis saja.
Cullen menatap Megi datar,
"Kau cantik! Semoga kau bahagia!" ucap Cullen sedikit lembut
"Te..terima kasih dan semoga kau juga bahagia.." ucap Megi tidak terlihat bahagia. Namun ketika Megi ingin memeluk Cullen Megi berbisik pelan di telinga Cullen,
"Kau pembohong!" ucapnya datar
"Dia adik mu bukan tunangan mu!" ucapnya lagi membuat Cullen membisu, Megi menatap tajam Cullen
"Kenapa kau harus membohongi perasaan mu!" ucap Megi lagi dengan nada bergetar
"Aku akan membuat mu mengingat moment ini dan membuat mu menyesal seumur hidupmu!" ucap Megi disertai tangisan yang sesegukan membuat Daniel menatapnya tidak percaya, tiba-tiba...
'Brussssssss'
Sebuah belati tajam menembus jantung Megi, ia membunuh dirinya saat pertunangannya dengan Daniel. Tanpa tahu apa akibat dari ulahnya tersebut,
"Megiii!!" teriak Cullen sambil memegangi Megi yang bersimbah darah. Daniel tidak percaya apa yang terjadi didepan matanya, ia hanya mengira bahwa 'Cullen yang menusuk Megi' tanpa ia ketahui bahwa Megi yang menusukkan belati itu sendiri.
"Apa yang kau lakukan brengsek!!" teriak Daniel ia menyeret Cullen menjauh dari Megi, lalu meletakkan kepala Megi dipangkuannya
"Megiii..kamu harus bertahan kamu harus bertahan, cepat siapkan mobill!!" teriak Daniel histeris ketika melihat Megi yang sudah tampak pucat pasi.
Salah satu dari mereka dengan cepat membawa mobil, dan Daniel dengan tangan yang bergetar ia mencabut belati itu lalu menahan pendarahan.
"Kau tahan pendarahannya, biar aku yang menggendong Megi!" ucap Cullen namun dengan cepat didorong oleh Daniel
"Pergi kau brengsekk!" teriak Daniel, Paman Jack yang melihat itu dengan cepat meleraikan keduanya agar tidak berkelahi.
Madam Alice dan Bibi Velisia dengan cepat membawa kain kasa juga air hangat,
"Cepat bawa Megi kerumah sakit!" teriak Bibi Velisia.
Malam itu adalah malam terakhir mereka menatap Megi memakai gaun pengantin yang sangat cantik, yang sebenarnya tidak cocok jika hanya untuk acara bertunangan namun Megi memaksa agar ia cepat memakai gaun itu.
Kejadian itu membuat Daniel putus hubungan dengan Cullen dan menganggap nya adalah musuh, walaupun sebanarnya tidak ada bukti kuat bahwa Cullen yang membunuh Megi.
Tapi Daniel berisikeras mengatakan bahwa itu akibat ulah Cullen, kesalah pahaman itu terjadi sampai detik ini. Daniel begitu dendam kepada Cullen walaupun Cullen teman masa kecilnya.
__ADS_1