Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 25. Salah Paham!


__ADS_3

Seorang pria tengah menggendong wanitanya yang sedang tertidur lelap karna kelelahan sehabis menangis dan menumpahkan amarah nya di taman bunga, terlihat mata wanita itu lembab dan hidung nya sedikit merah.


Pria itu perlahan membaringkan tubuh wanita itu dikasur dengan lembut agar dia tidak terbangun, lalu pria itu mencium kening wanita itu dan pergi meninggalkannya sendiri.


"Tuan Cullen maafkan kami.." ucap anak buah Cullen yang telah lengah menjaga Daniel


"Bagaimana Daniel bisa kabur?" tanya Cullen dingin, anak buah Cullen sedikit menunduk karna takut akan amarah bos nya itu.


"JAWAB AKU!! Apa kalian tidak punya mulut?" tegas Cullen


"Ma..maafkan kami tuan, Daniel bisa bebas sepertinya ada yang telah membuka kunci rantai nya" ucap salah satu anak buah Cullen


"Apa kalian tahu kelalaian kalian ini hampir membunuh Xana" sahut Cullen dingin


"Jika saja terjadi apa-apa dengan Xana, kalian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat" ancam Cullen membuat anak buah nya tidak berani menatap sang bos


"Ck, karna kejadian ini Xana tahu bahwa aku adalah seorang mafia..." gumam Cullen dalam hati


"Selidiki siapa yang berani berkhianat dan membebaskan Daniel, walaupun Daniel sudah mati tapi tetap saja aku tidak akan membiarkan pengkhianat itu hidup tenang!" tegas Cullen seraya memberi perintah kepada anak buahnya.


Cullen memijat keningnya yang sakit karna ulah kelalaian anak buah nya itu, bagaimana cara menghadapi Xana nanti? Pikir Cullen pusing.


Malam semakin larut Cullen memasuki kamar Xana dan berbaring disamping wanita itu, ia menatap intens wanitanya. Kemudian Cullen memeluk tubuh Xana yang mungil, ia mengendus bau harum tubuh Xana yang begitu familiar dihidung nya.


Cullen suka bau tubuh Xana yang menurutnya sangat menenangkan, ia sangat suka dengan mata Xana yang bulat dan wajah oval milik Xana.


Keesokan paginya Xana terbangun namun tidak seperti biasa ia tidak merasakan kehangatan tubuh Cullen, karna Cullen bangun lebih pagi sebelum Xana yang bangun duluan. Cullen tidak ingin membuat wanita itu emosi pagi-pagi karna kejadian semalam,


"Nona Xana ayo sarapan" ucap Yura sehabis Xana mandi dan membersihkan tubuhnya. Xana tanpa banyak bicara langsung pergi ke ruang makan, disana terlihat Cullen yang hanya duduk diam tanpa melihat Xana ia terus menyantap hidangannya.


Xana juga terlihat acuh tak acuh ia tidak memperdulikan Cullen, sampai selesai mereka sarapan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya.


Cullen masih tidak tahu bagaimana cara membujuk wanita itu, tapi untuk saat ini ia hanya mendiamkan saja karna wanita itu paling tidak suka jika di diamkan.


Cullen pergi keruang kerjanya seperti biasa, ia masih mengacuhkan Xana. Entah kenapa Xana merasa tidak nyaman dengan sikap Cullen, namun ia juga tidak ingin bertanya lebih dulu.

__ADS_1


Xana menghabiskan waktunya dalam kamar untuk membaca buku,


"Sial aku ingin masuk kuliah jurusan hukum, sedangkan Cullen adalah orang suka yang melanggar hukum" gerutu Xana dalam hati


"Apa jadinya jika kami benar-benar menjadi suami istri.." gumam Xana dalam hati


"Ehh kenapa aku berpikiran sejauh ini" gumam Xana lagi seolah-olah dia tengah bertengkar dengan dirinya sendiri.


"Huhhhh, Yura aku ingin keluar sendirian" ucap Xana, Yura agak ragu namun ia akan memberi ruang untuk nona nya itu.


Xana pergi dari mansion tanpa sepengetahuan Cullen,


"Ini waktunya aku menyelidiki keluarga Alvano, sudah sejak lama aku tidak berurusan dengan masalah itu" ucap Xana dalam hati.


Saat ini Xana menggunakan baju serba hitam lengkap dengan masker dan topi, ia akan memulai penyelidikan dengan mencari makam sang kakek.


"Sudah lama sekali...." gumam Xana dalam hati ketika ia melihat mansion kediaman keluarga Alvano dari kejauhan.


Lalu Xana mencari jalan rahasia yang pernah menjadi tempat ia dulu bersembunyi, beberapa menit kemudian Xana telah sampai terowongan bawah tanah. Xana menghidupkan senter hp nya, hingga ruangan yang gelap menjadi cukup terang karna cahaya lampu.


Xana membuka sandi pintu yang terkunci itu, untung saja walaupun sudah berkarat tombol itu masih berfungsi.


Xana menakan kode sandi yang berdasarkan tanggal lahirnya lalu,


'Srettttt'


Pintu perlahan terbuka dan tergeser ke samping kanan, Xana menatap lemari yang tataannya masih sama. Baju-baju lama yang masih bersih, dan Xana perlahan mengintip dari lemari karna takutnya ada orang dikamar itu.


Namun tidak ada siapapun dan Xana membuka pintu perlahan, disana ia melihat kamarnya yang masih bersih dan tertata rapi.


"Sepertinya kamar ku dijaga dengan sangat baik" gumam Xana dalam hati, ia menyentuh seluruh ruangan yang bersih dan mata Xana kini tertuju ke arah tempat tidurnya. Xana langsung berbaring dikasur empuk itu yang terlihat bersih dan harum, karna seprai nya selalu diganti tiap hari.


"Hahhhh andai saja aku tahu bagaimana permainan dunia bisnis, mungkin aku tidak akan mati dulu..." gumam Xana pelan, setelah merasa cukup Xana dengan cepat menuju rak bukunya dan mencari album foto bersama keluarga besarnya dulu.


Xana tersenyum ketika melihat kenangan demi kenangan dialbum itu, ia tidak menyangka kebahagian yang dulu ia rasakan hanyalah sebuah drama dalam keluarga.

__ADS_1


Mata Xana memerah ketika ia melihat sebuah foto wajah seseorang yang sangat ia sayangi namun ternyata melukai...


Di satu sisi dalam ruang kerja Cullen mendapatkan laporan dari kegiatan Xana, hp Xana telah ia sadap dan lokasinya sekarang ada di mansion keluarga Alvano.


"Kenapa Xana ada disitu?" pikir Cullen curiga, saat ini Cullen mengira Xana adalah mata-mata kekuarga Alvano


"Dony apa kau sudah menyelidiki dengan teliti latar belakang Xana?" tanya Cullen datar


"Iya Tuan Cullen, Nona Xana hanyalah seorang gadis biasa dari sebuah keluarga yang sederhana" sahut Dony


"Lalu kenapa Xana ke Mansion Keluarga Alvano? Apa hubungannya dengan Keluarga Alvano?" tanya Cullen, Cullen mencoba menghubungi Xana dengan telponnya.


'Tring! Tringg!'


Bunyi ringtone hp yang membuat Xana terkejut,


"Cullen?? Ada apa dia menelpon ku disaat yang tidak tepat?" pikir Xana dan langsung ia matikan, namun karna suara ringtone itu salah satu pelayan dengan cepat menuju kamar Xana.


Xana yang merasa akan ketahuan dengan cepat ia berlari dan masuk ke lemari yang merupakan jalan rahasia yang hanya Xana mengetahui nya.


'Klikkk'


'Sretttt'


Suara pintu kamar yang dibuka oleh salah satu pelayan keluarga Alvano,


"Nai, aku tadi mendengar suara dari dalam kamarnya Almarhumah Nona Alexsa.." ucap pelayan itu kepada temannya


"Yang benar saja? Mungkin itu suara hewan atau burung" ucap teman pelayan itu asal


"Iya Nai sepertinya aku salah dengar" ucap pelayan tadi lagi.


Xana dengan cepat pergi dari ruang rahasia itu karna Cullen terus menelpon dirinya dan membuat hp nya melakukan kebisingan, Xana dengan cepat menekan tombol nada diam sehingga tidak ada lagi bunyi di hp nya.


"Xana apa yang kau sembunyikan dari ku.." gumam Cullen pelan ketika ia melihat Xana telah menjauh pergi dari Mansion Keluarga Alvano.

__ADS_1


...Next.......


__ADS_2