
"Aku sudah mengatur pesta pertunangan kita" ucap Cullen setelah ia selesai mandi di kamar mandinya Xana.
"Hemm kapan" sahut Xana
"Besok malam" ucap Cullen singkat, Xana tampak tidak mengubris ucapan Cullen
"Apa kau tidak bahagia?" tanya Cullen seraya mendekatkan dirinya ke pelukan Xana
"Bu-bukan begitu.." sahut Xana spontan
"Lalu kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Cullen lagi sambil sedikit mengangkat dagu Xana dan menatap intens wajah nya,
"Sudahlah aku akan pergi kuliah dulu.." sahut Xana seraya mengalihkan pandangannya
"Kenapa kau tidak ingin menatap ku?" tanya Cullen langsung menghempaskan Xana ke atas kasur
"Jangan terlalu agresif seperti ini" gerutu Xana, pagi-pagi sudah dibuat kesal oleh Cullen.
'umm'
Cullen langsung mencium bibir Xana spontan,
"Yaa ampun kenapa Cullen sebucin ini!" gerutu Xana dalam hati
"Jika kau terus menahan ku seperti ini nanti aku akan terlambat" gumam Xana yang langsung menghentikan ciuman Cullen itu
__ADS_1
"Baiklah nona ayo kita berangkat" sahut Cullen yang merasa tidak bersalah atas apa yang telah ia lakukan tadi.
Cullen menggandeng tangan Xana dari dalam kamar hingga masuk mobil,
"Tuan Cullen sangat lengket dengan Nona Xana" gosip para pelayan yang melihat moment itu
"Shuttt jangan bergosip lagi! Ayo bekerja dan mempersiapkan acara pertunangan Tuan dan Nona!" tegur Bibi Key yang sedari tadi memperhatikan pelayan lain berbisik-bisik sambil tertawa kecil.
"Bibi?? Apa kakak ku sudah pergi?" tanya Ellena yang baru bangun tidur
"Iya nona" sahut Bibi Key
"Huhh cinta kakak ku akhirnya sudah terbagi" ucap Ellena sambil memeluk bibi Key
"Kau pun juga nanti akan seperti itu" sahut Bibi Key spontan
"Sudah sampai sini saja" ucap Xana ketika mobil mulai mendekat ke arah gerbang kampus nya.
"Baiklah, hati-hati disana! Dan jangan dekat-dekat dengan pria!" tegur Cullen sambil mencium kening Xana, lalu Xana turun dari mobil itu tanpa berkata sepatah katapun lagi.
Xana memasuki ruangan yang hanya ada beberapa orang saja, disana ia duduk seperti biasa barisan kedua. Xana membuka buku yang ia pelajari tadi malam, ketika sedang fokus-fokus nya.
"Ouhh jadi ini gadis yang selalu dikejar-kejar oleh Alnerd" ucap ketus seorang wanita
"Mei kita kasih pelajaran buat dia yang berani-beraninya mendekati Alnerd" sahut seorang wanita lagi
__ADS_1
"Vely jangan membuat dia takut" sahut Mei dengan nada arogan
"Huhhhhh kenapa aku selalu bermasalah dengan orang lain hanya karna seorang pria" gerutu Xana kesal
"Siapa nama mu?" tanya Mei angkuh, Xana tidak mengubris pertanyaan Mei tadi hingga gadis itu terlihat kesal sendiri.
"Sepertinya Xana mendapat masalah lagi" ucap Keren
"Dia kan selalu membawa masalah!" sahut Celsy, ketiga gadis muda itu adalah genk Vania yang hanya menatap Xana dari kejauhan.
"Sepertinya bukan hanya kita yang membenci Xana!" ucap Vania datar sambil menatap sinis Xana yang telah diganggu oleh orang lain.
"Ayo pergi!" perintah Vania kepada dua sahabatnya itu.
Vania, Keren dan Celsy berada diruangan yang berbeda dengan Xana sehingga mereka tidak terlalu jauh bertindak, karna sudah ada orang lain yang membuat Vania akhirnya bisa menemukan sekutu untuk membalas perbuatan Xana yang beberapa kali mempermalukan dirinya itu.
Xana yang merasa tidak nyaman karna terus diganggu oleh dua orang asing langsung berdiri dari tempat duduk nya, dan meninggalkan dua orang itu yang memaki-maki nya tidak jelas.
Ketika Xana sampai di taman kampus, ia memutuskan untuk duduk di sebuah bangku putih. Dari situ Xana melihat mahasiswa yang berlalu lalang dan melakukan aktifitas mereka masing-masing, Xana hanya menatap pemandangan yang jarang ia temukan di kehidupannya dulu.
"Hy?" sapa seseorang dari arah belakang Xana, Xana menoleh dan melihat seorang pria tampan yang sangat menyebalkan.
Dan juga pembawa masalah untuk Xana,
"Alnerd??"
__ADS_1
...Next.......