
Mansion Cullen terlihat sepi di tengah malam, Xana yang sudah terlelap dikasurnya dengan nyaman tanpa sadar ada seseorang yang menyelinap masuk.
'Wussssss'
Sebuah bayangan membuat Xana terbangun secara tidak sengaja karna ia merasakan ada seseorang, Xana berjalan menuju sebuah gorden di jendela kaca kamarnya. Tiba-tiba...
"Xana??" panggil Cullen dari arah belakang Xana, Xana menoleh namun secara bersamaan sebuah pisau langsung berada tepat dileher Xana.
'Degg!!'
"Xana!!" teriak Cullen, kemudian terlihat seorang pria tepat dibelakang Xana yang telah menodongkan pisau itu di lehernya.
"Hahahaha Cullen kenapa kau begitu bodoh.." ucap orang itu seraya tertawa menggelegar hingga terdengar diseluruh ruangan.
"Sekali kau sentuh dia maka kau tidak akan pernah aku maafkan lagi!" tegas Cullen kepada orang tersebut
"Hemm, apa dia pengganti Megi?" tanya orang itu
"Megi??" gumam Xana dalam hati
"Kau tahu gadis kecil, tuan mu itu adalah seorang bos mafia!" ucap orang tersebut tepat di telinga Xana
'Deggg'
Jantung Xana kembali berdetak cepat karna sebuah ucapan yang baginya sangat 'mustahil dan tidak mungkin!'
"Xana jangan dengar ucapannya!" ucap Cullen dingin
"Hahh! Cullen, Cullen sampai kapan kau akan menyembunyikan kenyataan ini?" ucap orang tersebut
"Daniel DIAM!!" teriak Cullen tegas dan penuh penekanan
"Ap..apa benar?" tanya Xana penasaran, Cullen menatap Xana dari kejauhan sebenarnya ia tidak akan menyembunyikan semua itu hanya saja belum waktunya untuk mengatakan semua fakta tersebut.
"Maafkan aku Xana.." lirih Cullen, Xana terdiam menatap Cullen yang terlihat bersalah didepannya. Hingga tanpa sadar Xana meneteskan air mata,
'Apa ini? Kenapa aku menangis?'
Gerutu Xana dalam hati, namun ketika lamunan nya tersentak. Xana dengan cepat menunjukkan keterampilan bela diri nya,
__ADS_1
'Settttt'
'Brukkkk'
Xana melonggarkan cengkraman Daniel dan membuka kunci pria itu, lalu dengan sigap Xana memutar badannya dan memukul bagian leher Daniel dengan kedua tangannya.
'Brukkk'
Daniel terjatuh karna pukulan Xana yang tepat sasaran, Cullen cukup terkejut dengan apa yang ia lihat dengan mata nya. Walaupun dulu Xana pernah menembak preman yang hampir menodai nya, tapi baru kali ini Xana memperlihatkan aksi bela diri nya.
Xana membalikkan keadaan, dengan cepat ia merebut pisau Daniel dan mengarahkannya langsung ke leher Daniel.
"Jangan pernah menguji kesabaran ku!" tegas Xana dingin dan tanpa ekspresi, ia marah dan kesal tapi disatu sisi Xana berusaha memahami keadaan.
"Dony!!" panggil Cullen
"Cepat ikat Daniel dan jangan biarkan ia lepas lagi!" perintah Cullen dingin
'Bagaimana Daniel bisa terlepas?' pikir Cullen
'Sepertinya ada yang aneh'
"Kalian semua jangan bergerak!" tegas Xana, mata nya merah menahan tangis serta emosi yang meluap. Entah kenapa Xana masih sulit untuk menerima kenyataan bahwa 'Cullen adalah Bos Mafia?'
"Xana kita bisa bicarakan itu nanti" ucap Cullen mencoba membujuk Xana
"DIAM!" ucap Xana dingin membuat mereka semua terdiam tanpa bersuara lagi menatap wanita yang merasa dibohongi
"Entah kenapa aku marah!! Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan hati ku!!" gerutu Xana kesal.
Sebenarnya Xana mulai membuka hati nya, ingin sekali mempercayai Cullen. Tapi apa ini semua? Xana merasa telah dibohongi! Ia pikir Cullen adalah pria baik, walaupun sedikit dingin dan kasar. Xana hanya tak mampu memahami hati nya sendiri, apa yang terjadi dalam hidup nya tidak sesuai rencana awal Xana.
Cullen mendekati Xana yang masih mengunci Daniel dengan kedua tangannya,
"Xana biarkan aku yang mengurus Daniel" ucap Cullen
"Dia hampir membunuh ku! Apa kau masih ingin mengampuni nya?" tanya Xana ketus, Cullen diam menatap Xana yang penuh amarah.
"Baiklah lakukan apa yang ingin kau lakukan" ucap Cullen lalu ia duduk dikursi seolah-olah sedang merajuk. Dony dan anak buah nya terdiam,
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan kedua orang ini?" pikir mereka karna melihat yang satu nya penuh emosi dan yang satu nya diam tanpa bicara karna merajuk.
"Hahahaha, ternyata kau bukan gadis kecil biasa" ucap Daniel yang sedari tadi memperhatikan mereka, Xana semakin mengencangkan kunciannya dan melukai leher Daniel hingga sedikit berdarah.
"Tapi sayangnya gadis kecil kau hanya pengganti Megi bagi Cullen.." ucap Daniel memprofokasi Xana.
'Dorrrrrr'
'Brukkkkk'
Bunyi tembakan yang Cullen layangkan tepat mengenai dahi Daniel hingga ia tewas didepan mata Xana, Xana terdiam tubuh nya sedikit gemetar karna tubuh Daniel perlahan merosot dari cengraman Xana.
"Sial!!! Dia bagian ku!" teriak Xana ketus
"Jika tidak cepat ku hentikan, kau tidak akan bertindak" sahut Cullen. Xana geram lalu ia melepaskan Daniel dan pergi dari kamarnya itu dengan wajah masam,
"Cepat bereskan tubuh Daniel dan bersihkan semua kekacauan di kamar Xana ini!" perintah Cullen tegas
"Dan jelaskan kepada ku kenapa Daniel bisa kabur!" ucap Cullen dingin membuat anak buahnya bergidik ngeri karna tajam nya sorot mata Cullen.
Kemudian Cullen mengejar Xana yang pergi meninggalkan mereka di kamar nya tadi, entah kemana gadis itu Cullen sampai berkeliling mansion namun Xana tidak ada.
"Cepat cari Xana jangan biarkan dia pergi! Atau kalian semua tidak akan menginjakkan kaki lagi disini!!" perintah Cullen membuat anak buah nya kewalahan.
Sedangkan disatu sisi Xana sedang duduk di taman bunga belakang mansion Cullen, ia duduk tepat dibawah pohon nan rindang. Cahaya bulan samar-samar menerangi wajah nya yang berlinang air mata, tubuh Xana gemetar karna rasa takut dan emosi nya bercampur.
Xana meredam teriakannya menggunakan mulutnya, entah kenapa rasanya sakit saja telah dibohongi dan Xana merasa dipermainkan. Walaupun sebenarnya kenyataan tidak seperti yang ia bayangkan, ini hanyalah sebuah kesalah pahaman.
Xana menatap rembulan malam yang terlihat bulat seperti bola, kenangan lama nya kembali berputar diingatan membuat tangis Xana semakin menjadi-jadi.
Tanpa sadar Cullen telah berada dibelakangnya dan menatap Xana dengan rasa sakit yang sama, untuk yang pertama kalinya ia merasa bersalah karna membohongi Xana dengan dunia hitam yang telah ia geluti selama ini.
Cullen tidak menghampiri Xana, tapi dia duduk bersandar dibelakang pohon yang juga Xana sandari. Posisi mereka saat ini sama-sama bersandar di satu pohon yang sama, Cullen tidak ingin mengganggu Xana yang terlihat kacau. Ia tahu dan sadar jika Xana tidak akan mudah menerima kenyataan ini, tapi semuanya harus di perjelas agar Xana bisa menerima dirinya apa adanya.
Dalam kesunyian malam suara tangis nan lirih menggema di taman bunga, suara itu seakan-akan mengeluarkan semua rasa sakit yang pernah terjadi dalam hidup. Suara itu adalah tangisan luka dan kekecewaan yang diredam cukup lama, namun seakan-akan ia ingin berteriak pada semesta mengatakan bahwa hatinya terluka dan sangat-sangat kecewa.
Tanpa sadar Cullen sedikit meneteskan air mata untuk yang pertama kalinya,
"Apa aku keluar saja dari dunia hitam demi Xana?" pikir Cullen saat melihat Xana seperti ini ia merasa bersalah dan terluka, walaupun sebenarnya ini bukan sepenuhnya karna Cullen yang membuat Xana menangis tapi karna Xana juga mengingat masa lalunya yang sangat menyakitkan.
__ADS_1
...Next.......