
"Eummm aku lelah..." gumam Xana pelan saat ia terbangun dari tidurnya, Xana melihat sosok tampan sedang memeluknya dengan erat.
"Tidurlah jika masih lelah" sahut Cullen tanpa membuka mata nya, lalu Xana menyentuh wajah pria tampan itu dengan jari telunjuknya.
"Bisakah?" tanya Xana lagi
"Kenapa tidak?" sahut Cullen balik bertanya pada Xana membuat Xana tertawa kecil.
"Inikah yang namanya cinta?" tanya hati Xana ketika ia terus menatap wajah Cullen yang masih memejamkan mata karna mengantuk. Namun hal itu dikatahui oleh Cullen,
"Kenapa kamu terus menatapku?" tanya Cullen
"Tidak.." sahut Xana singkat membuat Cullen sedikit tertawa kecil
"Kenapa kamu terus menyembunyikan perasaan mu itu?" tanya Cullen sambil senyum-senyum
"Tidak, kamu sok tahu" ucap Xana datar
"Hmm kamu memang begitu.." sahut Cullen lagi lalu ia membuka mata nya dan menatap Xana dengan intens, Cullen menyentuh lembut wajah Xana.
"Sekarang kamu menerima ku dengan sepenuh hati?" tanya Cullen
"Menurut mu?" Xana balik bertanya seraya tersenyum dan hal itu membuat Cullen tertawa kecil.
"Jangan begitu aku jadi malu.." ucap Cullen asal
"Heyy sejak kapan tuan mafia menjadi pemalu seperti ini?" tanya Xana lagi seraya menggelitiki pinggang Cullen dan mereka bersenda gurau di pagi hari. Cullen memeluk Xana dengan erat,
"Aku lega jika kau menerima ku.." ucap Cullen tepat ditelinga Xana hingga membuat nya merinding
"Hmmm" sahut Xana seraya tersenyum karna merasa geli ketika Cullen menciumi leher miliknya.
"Ummmm jangan seperti ini" ucap Xana lembut dan sedikit mendesah karna ia cukup menikmati sentuhan Cullen.
"Aku mencintai mu Xana" ucap Cullen berulang kali dan hal itu membuat Xana terus tersipu oleh godaan Cullen.
Pria itu menjelajahi tubuh mungil Xana dan menciumi area lunak wanita itu, Xana yang tampak menikmati setiap detail dari perbuatan Cullen hanya membiarkan saja apa yang pria itu lakukan padanya.
__ADS_1
"Kau milik ku dan hanya akan menjadi milik ku" gumam Xana dalam hati
Sesekali ia mendesah karna menikmati perbuatan Cullen terhadap dirinya dan Cullen semakin menggilai tubuh wanita itu, hingga mereka terus bercinta hingga keduanya benar-benar kelelahan.
"Terima kasih sayang ku." gumam Cullen dalam hati.
Beberapa jam kemudian, Xana mandi dan membersihkan dirinya tiba-tiba Cullen juga ikut masuk ke kamar mandinya.
"Kenapa kau masuk" tanya Xana
"Aku ingin mandi bersama mu" sahut Cullen yang langsung memeluk Xana dan mencium bibir wanita itu,
"Semakin lama kau ini semakin buas saja" ucap Xana ketus
"Karna aku menyukai mu" sahut Cullen asal membuat Xana hanya menghela nafas saja.
Selesai mereka mandi, Xana duduk diruang makan.
"Bibi Key Ellena mana?" tanya Xana
"Dalam kamar nya nona, lagi membereskan barang-barang" sahut Bibi Key, lalu Cullen menghampiri Xana yang masih terlihat bengong di meja makan itu.
"Ellena pulang hari ini?" tanya Xana
"Iya.." sahut Cullen singkat, kemudian Ellena menghampiri mereka berdua dengan pakaian rapi dan siap berangkat.
"Sarapan dulu" ucap Cullen pada Ellena dan Ellena hanya menganggukan kepala saja
"Dony sudah membeli tiket dan dua jam lagi kamu akan berangkat" ucap Cullen
"Iya.." sahut Ellena singkat seperti tidak semangat
"Kamu sakit?" tanya Xana dan Ellena hanya menggelengkan kepala nya saja, Cullen yang memperhatikan sikap adiknya itu.
"Ellena maaf kan aku, ini demi kebaikan mu" ucap Cullen membuat Ellena terdiam menatap kakaknya itu.
"Apa hal baik itu?" gumam Ellena dalam hati namun perasaan kecewa nya selalu ia pendam demi kemauan sang kakak.
__ADS_1
Setelah itu mereka sarapan tanpa berbicara sepatah kata pun lagi,
"Sebelum berangkat kita belanja dulu yu" ajak Xana kepada Ellena agar membangkitkan semangat gadis itu.
"Hmm" sahut Ellena seraya tersenyum kecil
Tidak beberapa lama setelah itu Xana dan Ellena pergi berbelanja ke toko pakaian tapi Cullen tidak ikut karna ia ada sedikit pekerjaan yang mendesak,
"Dony kawal Xana dan Ellena saat berbelanja!" perintah Cullen
"Siap tuan" sahut Dony singkat
"Jangan sampai lengah!" tegas Cullen dan hanya diangguki saja oleh Cullen
Lalu Xana, Ellena, Dony dan dua anak buah Cullen yang lainnya pergi mengikuti Xana berbelanja.
"Kenapa kak Cullen tidak ikut?" tanya Ellena
"Aku ada pekerjaan" sahut Cullen singkat
"Kalian hati-hati lah" ucap Cullen
"Iya" sahut Xana dan Ellena secara bersamaan.
Perlahan mobil itu meninggalkan mansion dan tersisalah hanya Cullen juga anak buah nya yang berjaga di mansion.
'Trenghh! Trengg! Trengg!'
Handpone Cullen berbunyi,
"Hallo?" ucap Cullen
"Hallo tuan Cullen ada kabar buruk" ucap si penelpon
"Ada apa?" tanya Cullen
"Tolong ke tempat ku sekarang" sahut si penelpon tanpa menjelaskan dan Cullen dengan cepat bereaksi,
__ADS_1
"Siapkan mobil kita pergi ke mansion Robert!" perintah Cullen kepada anak buahnya yang lain.
...Next......