
"Ada masalah apa Robert?" tanya Cullen datar saat ia telah sampai di mansion Antonium
"Tu-tuan Cullen, maafkan aku" ucap Robert seraya bersujud di depan Cullen, membuat pria itu menyerngitkan keningnya.
"Hahahahahaa" suara tawa tiba-tiba menggelegar memecah keheningan di mansion itu,
"Hahh mansion Antonium ini pembawa sial sepertinya" gumam Cullen karna sudah dua kali ia di jebak musuh di tempat yang sama, namun ada kali ini ada yang berbeda.
Terlihat dua orang pria bertopeng sedang memegang sebuah benda berbentuk hologram, lalu terlihatlah sebuah layar datar yang tembus pandang.
Didalam layar tersebut terlihat dua orang pria dan beberapa anak buahnya,
"Apa kabar Tuan Cullen Alfarizi?" sapa orang tersebut dari dalam layar, Cullen hanya menatap dingin orang asing itu.
Namun ada sosok familiar yang membuat Cullen menganggat sebelah alis nya,
"Morvin??" gumam Cullen pelan
"Hyy Cullen" sapa Morvin sambil tersenyum sinis
"Pantas saja tampak begitu familiar" gumam Cullen dalam hati
"Ck, aku tidak akan berbasa-basi lagi dengan mu Cullen! Dalam tubuh Robert sudah tertanam bom waktu sekali aku tekan tombol ini maka kau juga akan ikut meledak" ancam seseorang dibalik topeng, entah siapa pria asing itu Cullen benar-benar tidak mengenalinya selain Morvin.
"Apa mau mu?" tanya Cullen dingin
"Hah syukurlah kau cepat tanggap" sahut orang tersebut
"Aku ingin nyawa mu" ucap orang tersebut sambil tertawa sinis
"Tawa itu mirip dengan Daniel, tapi sorot mata tajam nya melebihi Daniel" pikir Cullen
__ADS_1
"Pergi dan ambil sendiri" sahut Cullen santai
"Hahh tuan muda yang sombong" sahut sinis orang tersebut
"Aku tidak akan mengambil nyawa mu dengan mudah, tapi aku akan membuat mu menderita sampai memohon untuk cepat mati!!" tegas nya
"Apa masalah mu? Kenapa kau begitu berambisi untuk membunuh ku?" tanya Cullen datar
"Hahh apakah perlu aku jelaskan kenapa aku membenci mu?" orang itu balik bertanya
"Ku rasa tidak perlu" sahut Cullen dingin dengan sorot mata sama tajam
"Tentukan tempat bertemu! Dan akhiri semuanya!" ucap Cullen tegas lalu
'Srettt!! Srettt!'
Dengan gerakan cepat Cullen menghunuskan belatinya kepada dua orang yang dikirim oleh orang asing itu, hingga anak buah orang tersebut tidak sempat bereaksi dan mereka mati ditempat.
Terlihat darah mengalir di leher kedua korban, dengan begitu entengnya Cullen membunuh kedua penjahat itu. Namun disisi lain, Robert yang dalam kondisi kritis tidak dapat tertolong lagi. Cullen terlempar jauh hingga bermeter-meter akibat terkena pengaruh bom waktu yang langsung meledak ditubuh Robert,
Setelah itu Cullen pergi dari mansion Antonium yang kini tidak memiliki tuan lagi, bangunan itu dibiarkan terbengkalai karna tidak ada pewaris ataupun anak buah yang tersisa.
Cullen menelpon Dony yang masih menemani Xana dan Ellena berbelanja,
"Dimana kalian?" tanya Cullen
"Kami dalam perjalanan pulang tuan" sahut Dony
"Ulur waktu untuk ku 20 menit, setelah itu kalian pulang ke mansion" ucap Cullen tegas
"B-baik Tuan" sahut Dony yang curiga telah terjadi apa-apa.
__ADS_1
Cullen mengulur waktu karna tidak ingin dilihat oleh Xana ataupun Ellena jika ia dalam keadaan berantakan dan juga terluka, tapi hanya luka ringan dilengan akibat menahan tubuh nya sendiri ketika terbentur dinding.
Cullen bergegas pulang ke mansion dengan anak buah nya tadi dan ia dengan cepat membersihkan dirinya, setelah 20 menit berlalu Xana dan Ellena pun datang.
"Sudah hampir waktu penerbangan, Ellena cepat bersiap-siap" ucap Cullen saat melihat keduanya masuk ke dalam mansion.
"Iya kak" sahut Ellena singkat, lalu ia berjalan menuju kamarnya sendiri.
"Apa yang kau beli?" tanya Cullen
"Hanya beberapa helai pakaian" sahut Xana singkat
"Apa kau sudah puas?" tanya Cullen
"Tidak juga" sahut Xana singkat
"Baiklah nanti aku akan membawa mu berbelanja lagi" ucap Cullen
"Ehh bukan begitu" sahut Xana salah tingkah
"Ayolah kita akan bersenang-senang" ajak Cullen membuat Xana tersenyum kecil, lalu saat Cullen ingin membawakan belanjaan Xana tangannya tib-tiba sakit membuat Cullen sedikit memekik.
"Ada apa?" tanya Xana
"Bahu ku pegal" ucap Cullen berbohong padahal tangannya tadi terluka.
"Aku saja yang membawanya" ucap Xana seraya mengambil semua belanjaan yang ada dikedua tangan Cullen.
Cullen tersenyum kecil namun setelah Xana berjalan menuju kamar nya, tangan Cullen kembali terasa sakit.
"Aneh padahal luka nya tidak parah" gumam Cullen dalam hati, Cullen tidak tahu jika bom yang tertanam dalam tubuh Robert tadi itu juga mengandung gas beracun. Gas beracun yang tidak terlihat dan tidak tercium, gas beracun itu dibuat khusus untuk membunuh lawan secara bertahap. Dan luka kecil ditangan Cullen akan semakin sakit akibat dari gas beracun itu,
__ADS_1
"Aku akan membunuh nya secara bertahap!" ucap seorang pria disertai seringai jahat.
...Next.......