Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 15. Pesona Cullen


__ADS_3

Cullen berjalan dengan ekspresi datarnya menghampiri Xana yang masih berada di kolam renang, semua mata menatap takjub wajah tampan Cullen yang terlihat sangat dingin.


Cullen mengulurkan tangannya kepada Xana tapi Xana malah menatap pria itu dengan aneh,


"Apa kau ingin aku menggendong mu dari air?" tanya Cullen datar membuat Xana kikuk lalu dengan cepat menyambut tangan Cullen.


Semua orang menatapnya tidak percaya,


'Apakah Cullen datang hanya untuk Xana?'


Begitu juga geng Vania mereka terpaku menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, setelah itu Cullen membuka Jas nya lalu menyelimuti tubuh Xana yang telah basah.


Xana tercengang menatap wajah pria itu yang kini hanya berjarak tiga sentimeter dari wajah nya,


"Ayo kita pulang!" ucap Cullen kepada Xana, mata mereka saling memandang satu sama lain.


'Dag dig dug'


Jantung keduanya sama-sama berpacu cepat seperti melompat-lompat ingin keluar, untuk yang kesekian kalinya.


Cullen menggendong Xana tanpa peringatan, ia membawa tubuh gadis mungil itu keluar dari tempat pesta tersebut.


"Tuan Cullen!" teriak Vania, Cullen berhenti seketika dan menatap dingin gadis licik itu


"Hah, apa kau tidak tahu bahwa Xana itu simpanan sugar dady!" teriak Vania tegas dengan penuh penekanan


"Apa kau ingin menyimpan sampah di tempat mu? Aku takut kau hanya akan dimanfaatkan gadis ****** itu!" ucap Vania tanpa ragu-ragu.


"Apa kau mengatakan aku sugar dady?" tanya Cullen dingin dan tegas


"Aku bersama Xana setiap hari, bagaiman kau bisa berkata begitu? Nona muda!" ucap Cullen membuat Vania terdiam tidak berkutik lagi


'Apa Xana wanita Tuan Cullen?'


Gumam orang-orang mulai bergosib setelah apa yang mereka lihat sekarang, Cullen berjalan pergi meninggalkan orang-orang licik yang mengganggu Xana.


Lalu Dony membukakan pintu mobil untuk mereka berdua, Xana dan Cullen memasuki mobil setelah itu pergi menuju mansion.


"Xana brengsek! Awas tunggu saja pembalasan ku! Kau sudah berani mempermalukan aku didepan orang-orang berkelas ini!!" gerutu Vania dengan wajah nya yang merah padam ia menahan amarah dan rasa malu secara bersamaan.


Di satu sisi ada seorang pria yang tengah memperhatikan apa yang telah terjadi,

__ADS_1


"Tidak ku sangka gadis itu mampu menarik perhatian Cullen Alfarizi" ucap Ben George seraya tersenyum sinis.


Didalam mobil, Cullen hanya diam tanpa bicara Xana yang juga ikut diam merasa sangat tidak nyaman jika pria itu mendiami nya seperti ini.


"Kenapa kau tidak melawan?" tanya Cullen datar yang akhirnya ia membuka suaranya, Xana hanya diam ia tidak ingin berdebat dengan tuan arogan itu tapi jika terlalu didiam kan ia merasa tidak nyaman juga.


'Hehh apa yang terjadi pada ku!?'


"Apa kau tahu! Kau sudah bertindak terlalu jauh! Bagaimana jika kau sakit? Atau terluka?!" ucap Cullen yang tiba-tiba semakin mendekat ke arah Xana, Xana begitu terkejut dengan tindakan Cullen. Lalu entah kenapa pria itu sangat ingin mencium bibir Xana yang terlihat seksi tepat di hadapannya,


"Ap..apa yang kau..." Xana berusaha menghentikan tindakan pria itu, namun Cullen sudah menempelkan bibir nya itu dengan buas.


"Sial aku tidak bisa bergerak!" umpat Xana dalam hati, Dony yang melihat kejadian itu dengan cepat bertindak seolah-olah tidak melihat apapun.


"Baru kali ini Tuan Cullen mencium seorang wanita! Apakah dia akan menjadi nyonya di mansion kami nanti?" gumam Dony dalam hati, mereka yang berciuman tapi malah Dony yang jadi salah tingkah. Untung saja dia yang mengemudi mobil jadi tidak akan mengintip apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Kau!!" teriak Xana yang akhirnya bisa melepaskan ciuman Cullen, hampir saja tangan Xana melayang ke wajah Cullen namun dengan cepat di tangkap oleh Cullen sehingga tamparan itu tak sampai mengenai wajah nya.


"Itu adalah hukuman untuk mu yang berani bertindak berlebihan!" ucap Cullen disertai seringai kemenangan


"Sial! Itu bukan hukuman, tapi mencari keuntungan!" gerutu Xana dalam hati namun entah kenapa mulut nya tak bisa menyampaikan rasa keberatan setelah di cium Cullen, hanya saja jantung nya menjadi tidak stabil lagi.


Beberapa jam kemudian, mereka sampai di mansion.


'Hacisssss!'


Xana tiba-tiba bersin setelah keluar dari mobil, jas Cullen tadi dengan cepat ia kembalikan kepada Cullen.


"Terima kasih.." ucap Xana singkat lalu tanpa peduli lagi memasuki mansion itu tanpa persetujuan Cullen,


"Minta Yura menyiapkan air panas untuk Xana!" perintah Cullen kepada Dony dan Dony hanya menganggukan kepala saja.


Xana dengan cepat masuk ke dalam kamar nya dan ia langsung membuka semua baju lalu menyelimuti tubuh nya hanya dengan selimut tebal saja.


Tidak lama kemudian, Yura datang mengetok pintu kamar Xana. Ia menyiapkan pemandian air panas serta jahe hangat?


"Nona ini jahe hangat yang diberikan Tuan Cullen untuk mu..." ucap Yura seraya senyum-senyum seperti tengah memikirkan sesuatu.


Xana tanpa bertanya apapun langsung mengambil jahe hangat itu dan meminum nya sampai ludes,


"Nona...Tuan Cullen begitu perhatian kepada mu, mungkin kah kalau tuan Cullen sudah jatuh cinta?" ucap Yura yang membuat Xana terbatuk-batuk karna tersedak air jahe tadi.

__ADS_1


"Mustahil! kau ini Yura jangan mengada-ada!" sahut Xana tegas membuat Yura hanya tersenyum kecil saja,


"Yaa mungkin saja kan?" sahut Yura kembali menggoda Xana.


"Sudah-sudah aku mau mandi dulu" ucap Xana yang ingin bangun dari kasur nya namun ia baru ingat kalau dirinya tidak memakai pakaian sedikit pun.


"Yura kau keluar dulu yah!" perintah Xana salah tingkah


"Emm baikalah nona..." ucap Yura patuh, lalu Xana langsung menuju kamar mandi nya dengan selimut yang masih membaluti tubuh kecil nya itu.


Setelah selesai mandi Xana malah lupa membawa handuknya,


"Sial! Kenapa aku sekarang jadi pelupa" gerutu Xana kesal


"Yuraa!! Tolong ambilakan aku handuk" ucap Xana, tapi tidak ada yang menyahut.


'Ckkk!'


Xana sangat kesal kenapa ia sangat sial hari ini, lalu Xana menggunakan selimut yang tadi untuk menutup tubuh nya kembali.


Xana membuka pintu kamar mandinya dan alangkah terkejutnya ia ketika Cullen sudah berada dikamar nya itu, Cullen duduk dikursi sambil membawakan semangkuk sup.


"Ap..apa yang kau lakukan disini?" tanya Xana ketus, dan Cullen hanya menunjuk mangkuk sup yang ia bawa.


"Baiklah aku akan memakannya nanti, tapi kau harus keluar sekarang!" ucap Xana lagi membuat Cullen malah semakin mendekatinya.


"Apa kau tidak punya handuk?" tanya Cullen tepat disamping telinga nya Xana, membuat Xana merinding. Lalu Xana mendorong Cullen untuk menjauh darinya, tapi sialnya malah kaki nya terpeleset dan ia terjatuh kedalam pelukan Cullen.


'Heyyy drama nya cukup memalukan!!'


Mereka sama-sama terjatuh diatas kasur, dan posisi Xana berada di atas tubuh Cullen.


'Maafkan aku, maafkan aku ini cuma khilaf!'


Cullen terdiam tidak percaya begitu juga Xana mereka terlihat sangat intim sekali, namum Xana dengan cepat menjauh dari Cullen dengan perasaan yang campur aduk.


"Tu..tuan Cullen silahkan pergi dari kamar ku!" ucap Xana gelagapan dan Cullen tanpa banyak bicara lagi keluar dari kamar itu.


"Sial perasaan apa ini?" gerutu Xana untuk yang kesekian kalinya ia mempermalukan dirinya di hadapan Cullen.


...Next.......

__ADS_1


__ADS_2