
"Apa kalian sudah menemukan bajingan itu?" tanya Morvin kepada anak buah nya
"Belum bos, sepertinya mereka sudah berpindah tempat" sahut salah satu anak buah nya
'Brukkk!'
"Aku tidak mau tahu! Kalian harus menemukan pria dan wanita itu secepatnya!" perintah Morvin tegas
"Tenang Morvin tidak perlu terburu-buru" sanggah Theo yang telah berada di mansion Elvano.
"Tuan Theo? Ada apa?" tanya Morvin
"Anak buah ku sudah menyelidikinya beberapa bulan ini, yang kita khawatirkan bukan tentang pria dan wanita itu! Tapi Cullen saat ini juga sedang bergerak!" ucap Theo dengan tatapan tajamnya
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Morvin lagi
"Kau lebih suka apa? Menyiksa atau membunuh?" Theo balik bertanya disertai seringai kejam
"Hahh lebih baik kita menyiksanya dahulu, baru membunuhnya" sahut Morvin
"Bagus pilihan yang tepat!" sahut Theo seraya tertawa keras.
Disisi lain Cullen terus menggertak Alnerd yang masih kebingungan harus mengatakan apa,
"Apa kau tidak punya mulut!" gertak Cullen membuat Alnerd sedikit terperanjat
"Apa kau mau aku lebih kasar lagi?" tanya Cullen seraya kembali menodongkan pistol ke kepala Alnerd
"B-baiklah baiklah!" ketus Alnerd kalah dengan ancaman Cullen
"Hah! Kau ini membuang-buang waktu saja!" gumam Cullen lagi, baru kali ini dia terlihat sangat emosi.
"Mari aku tunjukan sesuatu.." ucap Alnerd seraya menunjuk arah ke tempat rahasia yang pernah menjadi tempat penculikan Xana.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di tempat itu, namun mereka bertiga hanya berjalan kaki saja.
__ADS_1
"Ini adalah tempat mereka menculik Xana" ucap Alnerd
"Dony apa kau membawa barang-barang kita?" tanya Cullen datar
"Barang-barang??" pikir Alnerd
"Selalu siap di mobil tuan" sahut Dony yang paham apa arti barang-barang.
"Ambil dan bawa kepada ku!" perintah Cullen lalu Dony hanya menganggukan kepalanya dan bergegas mengambil 'barang-barang' yang di maksud oleh Cullen tadi.
Tidak menunggu waktu yang lama Dony membawa setu kotak yang tidak cukup besar dan langsung menyerahkan kotak itu kepada Cullen,
"Kita berpencar!" perintah Cullen kepada Dony untuk melancarkan aksinya Cullen berencana akan meledakkan tempat itu setelah mereka memeriksa apakah Xana ada di sana atau tidaknya.
"Ap-apa maksud kalian?" tanya Alnerd yang semakin bingung dengan rencana Cullen
"Kau ini lelet sekali!" gerutu Dony pelan lalu pergi meninggalkan mereka, sedangkan Cullen juga pergi meninggalkan Alnerd sendiri.
Culen memasang bom waktu di setiap sudut lokasi di sana dan setelah dia selesai, Cullen dengan cepat kembali ke tempat pertama tadi.
"Tuan.." sahut Dony dari arah belakang
"Apa sudah selesai?" tanya Cullen
"Iya.." sahut Dony singkat
"Baiklah ayo kita selesaikan hari ini!" tegas Cullen, Cullen menyerahkan senjata berupa pistol kepada Alnerd.
"Apa kau bisa menembak?" tanya Cullen tapi dengan cepat Alnerd menggelengkan kepalanya
"Tidak! Ini senjata ilegal!" sergah Alnerd yang seorang mahasiswa jurusan hukum, ucapannya itu membuat Cullen tertawa kecil.
"Ternyata tuan muda keluarga Amartha adalah seorang bocah polos!" gumam nya pelan namun tetap terdengar oleh Dony dan Alnerd
"Apa maksud mu?" tanya Alnerd
__ADS_1
"Ayo kita pergi dan periksa setiap ruangan apakah Xana ada didalam atau tidak!" perintah Cullen tanpa mengubris pertanyaan Alnerd tadi.
Mereka berjalan ke setiap ruangan dengan cara sembunyi-sembunyi, karna setiap ruangan di jaga dengan ketat. Hanya saja pintu depan tidak ada penjaga nya, entah kenapa firasat Cullen tentang tempat ini terasa aneh karna ada beberapa ruangan seperti tempat percobaan ataupun lab.
"Dony apa yang kau pikirkan jika kau melihat ruangan itu?" tanya Cullen
Sebuah ruangan terlihat berwarna silver dan memiliki lampu yang banyak juga alat-alat canggih kedokteran,
"Itu ruangan tempat Xana di sekap" ucap Alnerd ketika dia menatap ruangan yang di katakan oleh Cullen tadi
"Tapi kenapa seperti tidak ada orang disini?" tanya Dony heran
"Penjagaan diruangan ini tidak begitu ketat, itu artinya tidak ada yang istimewa disini" sahut Cullen
"Apa mungkin berarti Xana tidak ada disini?" tanya Alnerd
"Kemungkinan!" sahut Cullen singkat
"Jika begini kita langsung ke mansion Elvano saja!" perintah Cullen lagi seraya melangkahkan kaki nya untuk pergi dari tempat menjijikan itu.
"Tunggu!" ucap Alnerd
"Lihat ada sesuatu di ruangan itu!" ucapnya lagi, Cullen dan Dony secara spontan melihat ke sisi lain yang ditunjuk oleh Alnerd tadi.
Mereka perlahan mendekati ruangan yang ditunjuk oleh Alnerd, disana terlihat sebuah tabung yang dibiarkan berada diruangan terbuka. Tabung itu memiliki suatu cairan berwarna hijau namun tidak terlalu pekat, hanya saja ada sesuatu di dalam tabung itu.
"Apa itu?" tanya Alnerd penasaran
"Tubuh manusia!" tebak Cullen dengan suara datar nya membuat Alnerd membelalakkan kedua matanya karna tidak percaya.
"Ya! Itu tubuh manusia yang diawetkan dengan cairan formalin" ucap Cullen lagi seraya memperhatikan secara detail tubuh manusia yang berada dalam tabung itu.
"Bukankah ini ilegal?" tanya Alnerd, membuat Cullen kembali tertawa kecil.
"Sepertinya keluarga Amartha menyembunyikan banyak hal kepada mu" ucap Cullen disertai seringai.
__ADS_1
...Next......