Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 50. Tuan Muda Yg Polos


__ADS_3

"Apa maksud mu?!" ketus Alnerd kepada Cullen membuat sedikit keributan ditengah ruangan itu, untungnya penjaga disana masih tidak menyadari kehadiran mereka bertiga.


"Shutttt" tegur Dony


"Huhh!" keluh Alnerd, Cullen hanya diam saja seraya memperhatikan setiap ruangan yang akan mereka cek, penjagaan memang ketat tapi itu hanya diruangan tertentu saja. Jika pintu depan tidak ada penjaga nya maka lain dengan setiap ruangan didalam tempat itu, ada beberapa ruangan yang dijaga oleh dua orang pria bersenjata dan ada juga yang tidak dijaga sama sekali.


"Aku yakin pasti ada sesuatu didalam ruangan itu jadi dijaga" ucap Cullen menunjuk ke arah sebaliknya, saat ini posisi mereka masih dalam ruangan yang memiliki tabung tubuh manusia tadi.


"Tapi aneh kenapa ruangan ini tidak dijaga?" tanya Alnerd merasa bingung karna tubuh manusia dalam tabung ini pasti berharga tapi kenapa tidak dijaga?


"Entahlah, mungkin saja ini sudah tidak terpakai" sahut Cullen asal


"Tuan, tapi jika diperhatikan lagi saya rasa tubuh ini sudah tidak memiliki organ penting" ucap Dony mencoba menambahkan


"Jelaskan apa menurutmu ini?" sahut Cullen


"Jika berdasarkan pengalaman saya tentang tubuh manusia, ada beberapa organ penting yang jika dijual maka harga nya bisa mencapai miliyaran" jelas Dony


"Tidak heran jika Morvin Elvano terlibat dalam kasus ini" ucap Cullen pelan


"Kenapa?" tanya Alnerd


"Morvin Elvano itu pemilik Rumah Sakit Ratma Jaya selain menjadi direktur utama, dia juga seorang dokter kemungkinan besar dia ikut terlibat dalam penjualan organ tubuh manusia dipasar gelap" sahut Cullen


"Hmm benar, tapi kenapa dia membiarkan tubuh manusia ini diluar penjagaan?" ucap Dony pelan tapi masih bisa terdengar oleh Cullen dan Alnerd


"Tempat ini terlihat sangat tertutup kemungkinan tidak bisa dilacak oleh polisi" sahut Cullen asal tapi masuk akal.


Tidak lama kemudian ada dua orang penjaga yang berjalan menuju ruangan tempat dimana Cullen, Dony dan Alnerd berada.


"Kemana kita akan memindahkan tabung itu?" tanya seorang pria bermasker


"Mungkin akan kita hanyutkan atau kremasi" sahut temannya yang juga bermasker


"Ayo cepat kita selesaikan tugas kita, agar kita bisa istirahat!" gerutu temannya itu.


Untunglah Cullen, Dony dan Alnerd dengan cepat bersembunyi jadi tidak ketahuan. Setelah dua orang penjaga itu mengeluarkan tubuh manusia yang ada dalam tabung itu,


'Cusssssss'

__ADS_1


Bunyi air yang mereka keluar dari dalam tabung itu, disertai bau tidak enak yang cukup menyengat.


"Ayo cepat bungkus tubuh wanita ini!" gertak penjaga itu kepada temannya yang menyempatkan melihat tubuh wanita itu.


"Malang sekali wanita muda ini" sahut temannya itu


"Sudahlah jangan banyak omong!" gerutu pria yang satunya lagi


"Ayo bawa keruangan sana!" perintahnya seraya mengangkat kantong mayat tadi.


Kedua penjaga itu membawa tubuh yang sudah tidak bernyawa itu kedalam ruangan khusus,


"Apa yang akan mereka lakukan dengan mayat itu?" tanya Alnerd heran


Mereka masih bersembunyi dibalik dinding karna masih ada beberapa penjaga lagi mendatangi ruangan itu,


"Apa kata bos?" tanya salah satu penjaga


"Kita perlu menemukan tiga orang wanita muda lagi" sahut si penjaga yang terlihat lebih rapi


"Hmm baiklah.." sahut penjaga itu singkat seraya mengunci ruangan tempat Cullen, Dony dan Alnerd bersembunyi. Setelah penjaga tidak terlihat lagi,


"Sial! Sepertinya kita terkunci!" gerutu Alnerd


"Tenang dulu, jangan gegabah!" perintah Cullen


"Sepertinya Xana benar-benar tidak ada disini" ucap Cullen pelan


"Apa yang akan kita lakukan tuan?" tanya Dony


"Ledakkan saja tempat ini setelah kita pergi" ucap Cullen datar


"Tapi akan ada banyak korban jiwa!" tegas Alnerd


"Apa kau masih tidak menyadarinya!!" ketus Cullen membuat Alnerd terdiam


"Tempat ini adalah tempat eksperimen tubuh manusia! Mereka menjual dan melakukan transaksi ilegal!" jelas Cullen walaupun Cullen juga termasuk seperti mereka tapi dia tidak pernah melakukan hal kotor seperti ini.


"Mereka penjahat dipasar gelap!" ucap Cullen lagi menambahi membuat Alnerd pias

__ADS_1


"Jika begitu apa Theo juga termasuk?" tanya Alnerd dalam hati.


"Dony ledakan tempat dibagian barat untuk memancing mereka, setelah itu baru kita mendobrak pintu ini!" perintah Cullen dan langsung diangguki oleh Dony seraya menekan tombol yang ada disaku baju nya.


'Doarrrrrrrr'


Bunyi ledakan besar dibagian barat membuat para penjaga berlarian,


'Brukkk'


Bunyi pintu didobrak oleh Cullen tanpa aba-aba


"Ayo kita pergi!" perintah Cullen lagi sambil berlari kecil dan mengendap-endap agar tidak terlihat oleh musuhnya.


Satu kali dobrakan pintu membuat Alnerd tercengang kepada Cullen


"Sekuat itulah dia?" gumam Alnerd dalam hati sambil mengikuti langkah kaki Cullen. Saat mereka sudah menjauhi tempat itu, Cullen mengambil tombol di saku nya.


"Selamat tinggal semua" gumam Cullen pelan


'Titt'


'Duarrrr!! Duarrr! Duarrr!!'


Ledakan keras bersahutan menghancurkan seluruh bangunan, Cullen hanya tersenyum sinis.


"Aku paling tidak suka jika ada orang yang menyentuh barang milik ku!" ucap Cullen


"Apa yang kau lakukan!" ketus Alnerd merasa keberatan karna Cullen meledakkan tempat itu tanpa aba-aba.


Cullen hanya menatap datar Alnerd yang terlihat kesal,


"Kau telah menghancurkan barang bukti! Bagaimana jika kita lapor polisi untuk menyelidiki transaksi ilegal ini!" ketus Alnerd lagi


"Kau terlalu baik bocah!" sahut Cullen seraya berlalu pergi meninggalkan Alnerd yang terdiam tanpa berkata-kata lagi.


"Huh! Tuan muda Amartha sangat sangat polos!" gumam Cullen dalam hati seraya menyeringai.


Alnerd menatap Cullen yang meninggalkan dirinya, sambil mengepalkan kedua tangannya Alnerd merasa telah diremehkan oleh pria arogan itu.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2