Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 20. Pengkhianatan


__ADS_3

Cullen menggunakan baju anti peluru dan membawa senjata nya yang terselip di dalam baju serta di bagian kaki nya, begitu juga anak buah Cullen mereka membawa senjata secukup nya.


"Seperti janji ku dulu, kalian semua akan merasakan sakit 1000× lipat dari rasa sakit yang aku alami..." gumam Cullen dalam hati, Cullen termasuk tipe pendendam jika menyangkut harga diri yang di permainkan oleh musuh-musuh nya.


"Bos apakah kita akan langsung menyerbu?" tanya Dony


"Seperti yang kita rencanakan sebelumnya!" ucap Cullen tegas, setelah mobil mereka terparkir seluruh anak buah Cullen turun dari mobil dan menembakkan peluru ke musuh mereka.


'Dor! Dor! Dor!'


Bunyi tembakan menggema ke seluruh markasnya Daniel, anak buah Cullen menyebar dan menyerbu markas Daniel.


Daniel yang masih berada di mansion utama nya tidak tahu bahwa markas nya sedang di serbu oleh Cullen, anak buah Daniel satu persatu berguguran kali ini Cullen tidak main-main lagi terhadap mereka yang sudah berani meremehkannya.


'Dor! Dor! Dor!'


Suara tembakan terus menggema dan saling beradu satu sama lain, korban berjatuhan dimana-mana. Kini Cullen telah menguasai markas itu, anak buah Daniel yang masih hidup mereka amankan dan dijadikan tawanan.


'Brukk!'


Cullen mendorong kursi dan duduk di hadapan anak buah Daniel yang sudah tertangkap, mereka telah kalah dan tidak berdaya tanpa seorang bos.


"Aku memiliki tawaran bagus untuk kalian.." ucap Cullen datar


"Jadi pengikut ku dan akan aku lindungi sanak keluarga kalian atau mati?!" ucap Cullen tegas


Anak buah Daniel yang tersisa sekitar 20 orang itu terdiam masih berpikir keras,


"Bagaimana?" tanya Cullen lagi


Mereka saling pandang satu sama lain, dan sebagian lagi hanya menganggukan kepala lalu mereka serempak membuat sebuah kesepakatan.


"Cihh! Kami memang hanya anak buah, tapi walaupun begitu kesetiaan tetaplah kesetiaan!" ucap salah seorang dari anak buah Daniel


"Sepertinya anak buah Daniel cukup setia, tapi sayang kalian setia dengan orang yang salah!" ucap Cullen sambil menodongkan senjata nya


'Klikk!'


'Dorrr! Dorrrr! Dorrrr! Dorrrr!'


Seluruh anak buah Daniel di markas ini telah mereka bantai, namun tertinggal tiga orang yang masih belum di temukan.


'Daniel, Flind dan Metty?'


Mereka sedang berada di mansion Daniel, namun cepat atau lambat setelah Daniel mendengar kabar bahwa markas nya telah di serbu oleh Cullen maka ia pasti akan datang ke sini.


Benar saja tepat pukul 02.55 beberapa mobil berdatangan ke markas Daniel yang telah di hancurkan oleh Cullen,


'Plok! Plok! Plok! Plok!'


"Hahahahahahaha!"


Suara tepuk tangan dan suara tawa seseorang menggema di kesunyian malam yang mencekam,


"Tidak ku sangka kau sangat pendendam!" ucap Daniel seraya menunjuk-nunjuk Cullen dan di sana terlihatlah seorang wanita cantik yang telah di ikat oleh mereka.


"Metty? Kenapa dia diikat?" gumam Dony dengan rasa heran, begitu juga Robert yang awalnya ingin membalaskan dendam kematian kakak nya namun kini malah terlihat kasian dengan wanita itu.


Lain dengan Cullen yang tampak menyelidiki Metty, ia terlihat lemas dan banyak luka-luka di tubuh nya.


"Apa mereka sudah mengetahui kalau Metty yang menyelamatkan aku?" pikir Cullen.

__ADS_1


Metty dengan mata berbinar menatap Cullen yang sedang memandangi nya dengan rasa iba,


"Cullen..." rintih Metty dalam hati


"Apa yang terjadi?" tanya Cullen dingin


"Hahh, apa kau tahu bahwa wanita ini telah mengkhianati ku!" sahut Daniel seraya mencengkram wajah Metty yang telah babak belur karna telah di aniaya.


"Apa kau tahu Cullen, mungkin saja nasib Metty sama seperti nasib nya Megi. Tapi sayangnya cerita mereka sedikit berbeda!" ucap Daniel sambil menodongkan senjata nya ke kepala Metty, Metty memejamkan matanya dan pasrah jika ia akan mati malam ini.


Namun dengan cepat Daniel mengarahkan senjata nya ke arah Cullen dan menarik pelatuk nya,


'Dorrrr!'


"Tuann!!"


"Cullennn!"


Suara tembakan menggema, namun mereka tercengang ketika melihat Cullen hanya diam dan tidak terluka sama sekali.


"Untung aku memakai rumpi anti peluru" gumam Cullen dalam hati, namun ia lebih cepat bertindak dan menembakkan senjata nya ke arah Daniel dan anak buah nya yang lainnya.


Suara tembakan kembali menggema di kesunyian malam, hampir setengah jam mereka beradu tembakan sampai peluru yang terpakai tanpa sadar telah habis.


"Hahh, sepertinya kita akan beradu kekuatan!" ucap Daniel kepada Cullen, Cullen dengan santai nya menerima tawaran Daniel.


Namun sebelum mereka mulai berkelahi, entah kenapa masa-masa kecil mereka berputar di kepala. Tapi kenangan itu pecah karna sebuah kesalah pahaman yang telah terlambat di pahami oleh mereka,


"Maafkan aku Megi, sepertinya aku tidak bisa memaafkan diri ini yang telah memusuhi kalian berdua.." gumam Daniel dalam hati.


Kemudian ia melancarkan serangan demi serangan ke arah Cullen, Daniel menggunakan sebuah belati untuk menikam Cullen tapi berhasil di tangkis oleh Cullen dan ia hindari.


'Brukkk!'


'Srettt!'


Sebuah sayatan mengenai tangan Cullen tapi tidak terlalu fatal,


'Brukkk'


'Plangggg'


Tendangan Cullen mengenai tangan Daniel hingga belati yang Daniel pegang terlempar jauh.


Sedangkan disisi lain Robert dan Dony sedang melawan Flind Flower, pembunuh nomor satu yang membunuh nya tidak tanggung-tanggung.


'Brukkk'


Bunyi tendangan Flind mengenai dinding kayu hingga bolong, mereka saling bertarung satu sama lain tanpa memberi peringatan dan tanpa ampun.


Hingga pukul 04.33 mereka cukup kelelahan tapi pertarungan sengit belum usai,


'Brukkk!'


Daniel tumbang seketika karna tendangan fatal dari Cullen, tendangan itu mengenai ulu hati nya hingga Daniel pingsan tidak sadarkan diri.


Flind yang melihat kejadian itu dengan cepat menolong Daniel, ia tidak bisa bertahan lagi jika Daniel meninggal maka ia tidak akan mendapat bayaran untuk pekerjaan yang telah Flind lakukan sejauh ini. Apalagi lawan mereka adalah Cullen 'Sang Mafia penguasa pasar gelap'


"Cihh, sialan Daniel membuat ku terlibat jauh dengan orang ini" gerutu Flind dalam hati, walaupun bayaran nya tinggi namun ia tidak ingin mengambil resiko jika nyawa nya dalam bahaya. Namun Flind tidak bisa mundur lagi karna ia yang telah menjebak Cullen waktu itu,


'Brukkkkk'

__ADS_1


Cullen menendang Flind hingga ia terjatuh saat mencoba menggendong Daniel dan ingin membawa nya kabur.


"Kau pikir kau bisa kabur setelah apa yang kau lakukan terhadap ku?!" ucap Cullen dingin dan tegas, Flind meneguk kasar salivanya ia memang pembunuh nomor satu tapi Cullen adalah penguasa di atas nya tentu ia akan kalah telak jika begini terus.


"Tuan Cullen kita bisa membuat kesepakatan yang adil" ucap Flind mencoba membuat rencana karna ia terpepet situasi. Anak buah Daniel telah banyak mati dan tidak ada yang akan menolong nya jika Daniel tidak bangun,


"Shutttt! Aku tidak ingin membuat kesepakatan dengan mu!" ucap Cullen sambil meletakkan telunjuknya di mulut nya sendiri,


"Ayo bermain tiga ronde! Kau menang jika bisa mengalahkan ku!" ucap Cullen tegas. Dan tanpa basa basi Flind kembali menyerang Cullen dengan membabi buta,


'plakkkk!!'


'Bruukkkk!'


"Akhhhh!!" teriak Flind ketika perut nya terkena tamparan oleh Cullen


"Satu...." ucap Cullen, lalu ia kembali menyerang Flind dengan gesit dan


'Brukkkk'


Tendangan Cullen mengenai wajah Flind hingga Flind meringis kesakitan,


"Dua...hahh apa kau ingin menyerah ini kesempatan terakhir mu!" ucap Cullen tegas. Tapi Flind tidak mengubris kata-kata Cullen hingga,


'Brusssss'


Sebuah tusukan mengenai perut Flind Flower hingga darah mengalir deras dan ia terjatuh lemas.


"Tiga...." ucap Cullen terakhir kalinya hingga ia kembali menatap Daniel yang masih tidak sadarkan diri,


"Daniel sampai kapan kau akan tidur?" tanya Cullen santai


"Ikat Daniel dan bawa dia kembali ke mansion, tapi ingat letakan dia ke ruang bawah tanah dan jangan sampai Xana mengetahui nya!" perintah Cullen lalu di angguki oleh seluruh anak buah nya.


"Tuan..bagaimana dengan nona Metty?" tanya Dony sambil melihat ke arah Cullen lalu melihat kearah Robert


"Bagaimana pendapat mu Robert?" tanya Cullen kepada Robert yang hanya diam


"Bawa saja ke mansion Tuan Cullen, tapi aku akan tetap mengintrogasi nya! Apakah dia benar-benar telah membunuh kakak ku atau itu ulah orang lain.." sahut Robert karna bagaimana pun ia tidak tega melihat wanita itu yang telah di hajar oleh Daniel sendiri.


"Baiklah bawa mereka ke mansion ku!" perintah Cullen.


Tepat pukul 05.33 Cullen sampai di mansionnya yang besar, ia mandi dan membersihkan dirinya lalu pergi ke kamar Xana.


'Srettt'


Cullen membuka pintu kamar yang terkunci itu dengan kunci cadangan milik nya, di sana ia melihat wanita itu telah tertidur pulas dengan nyaman.


"Dia terlihat sangat manis..." gumam Cullen dalam hati, lalu ia membaringkan tubuh nya di samping Xana dan memeluk tubuh kecil itu dengan erat tanpa membangunkan nya.


Pukul 07.22 pagi, Xana terbangun namun ia merasa sesuatu yang hangat telah memeluknya.


"Apa ini?" gumam Xana dalam hati seraya mengerjap-ngerjapkan mata nya dan melihat sosok tampan yang sedang memeluknya.


"Cullen?" ucap Xana tanpa sadar hingga membuat Cullen terbangun


"Aku ngantukkkk tidur lagiii ajaaa yahhh..." sahut Cullen manja semakin memeluk Xana dengan erat.


"Aku gak bisa bernafassss sialannnn" gerutu Xana kesal


"Shutttttt! Jangan mengumpat begitu.." ucap Cullen sambil tersenyum lalu menutup mata nya lagi dan melanjutkan tidur nya.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2