
Matahari bersinar hangat dan cahaya nya perlahan memasuki ruangan yang terlihat sangat elegan, jam menunjukkan pukul 07.22 pagi.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya seorang pria kepada sosok wanita yang masih dalam keadaan lemah,
"Ekhemm, sepertinya masih kurang baik.." jawab wanita itu seraya berdehem karna mencek suaranya yang masih agak parau.
"Xana istirahatlah.." ucap pria itu lagi ia beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar dari kamar itu
"Alnerd.." panggil wanita itu yang ternyata adalah Xana dan sosok yang telah menyelamatkan dirinya semalam adalah Alnerd Amartha.
Alnerd menoleh kearah Xana yang masih terlihat pucat,
"Terima kasih.." ucap Xana singkat.
Alnerd tersenyum kecil lalu ia pergi meninggalkan Xana sendiri di kamar milik nya itu.
"Sial apa yang telah terjadi! Aku harus meminta penjelasan dari Theo!" gerutu Alnerd geram dalam hati.
Ternyata Alnerd sudah mengikuti kakaknya itu sejak pulang ke mansion, karna gelagat Theo yang cukup aneh membuat Alnerd penasaran karna tidak biasanya pria itu pulang begitu larut malam.
Dan benar saja, saat Alnerd mengikuti Theo tepat pukul 10 malam terlihatlah sebuah mobil yang mencurigakan bergabung dengan mobil Theo menuju sebuah terowongan rahasia. Alnerd terus mengikuti kakaknya itu menggunakan sepeda motor trek miliknya, sehingga ketika ia menguntit mereka tidak mudah ketahuan.
Setelah beberapa kilo meter dua buah mobil itu berhenti disebuah bangunan yang terlihat kumuh dari luar, Alnerd yang ikut berhenti juga membuat jarak sekitar 10 meter agar tidak ketahuan.
Lampu sepeda motor nya ia biarkan mati dan Alnerd bersembunyi dibalik pohon besar, terlihat sekitar lima orang pria bermasker keluar dari dalam mobil lalu salah satu dari mereka menggendong seorang wanita yang begitu familiar bagi Alnerd.
"Xana!?" Alnerd terkejut tapi ia tidak panik, Alnerd berusaha melihat apa yang akan mereka lakukan kepada Xana.
__ADS_1
"Kenapa kak Theo yang merupakan dosen pembimbing Xana dikampus membawa gadis itu ke tempat seperti ini?" banyak pertanyaan yang tidak dimengerti oleh Alnerd dan pertanyaan itu cepat atau lambat harus segera terjawab.
Setelah Alnerd terus mengikuti orang-orang itu dengan cara sembunyi-sembunyi, maka terjadilah adegan sebelumnya yang menimpa Xana. Tapi untungnya Alnerd bisa dengan cepat mencegah hal buruk yang akan menimpa gadis itu,
"Cullen...apa kau mencariku.." gumam Xana dalam hati entah kenapa ia merasa sepi jika tidak bersama Cullen. Xana perlahan bangkit dari tempat tidur milik Alnerd, lalu ia pergi kekamar mandi.
Xana menatap kosong bayangan dirinya dicermin,
"Wajah ku begitu pucat? Apa obat yang kak Morvin suntikan kepada ku masih bereaksi?" tanya Xana kepada dirinya sendiri.
"Aku tidak percaya apa yang terjadi tadi malam.." lirih Xana dalam hati hingga tanpa sadar air matanya menetes kembali.
Xana sangat ketakutan ketika Morvin dengan bengis nya membuka seluruh baju Xana, tubuh nya kembali bergetar hebat.
"Apakah dia masih pantas ku anggap kakak?" tanya Xana pada dirinya sendiri yang terlihat sangat kacau dan lebih kacau dari sebelumnya.
Xana mengepalkan tangannya dengan kuat hingga urat-urat nya terlihat timbul di permukaan kulit, kejadian tadi malam benar-benar sangat menakutkan. Tiba-tiba...
Suara pintu kamar mandi diketok pelan,
"Xana apa kau baik-baik saja didalam?" tanya Alnerd yang ternyata sudah dari tadi menunggu gadis itu
"Iya.." sahut Xana singkat lalu Xana membuka pintu kamar mandi dan ia melihat Alnerd sedang membawakan semangkuk bubur dan air hangat.
"Sarapan dulu.." ucap Alnerd datar, Xana berjalan menuju tempat tidur lalu ia menyambut bubur yang dibawakan oleh Alnerd.
Ketika Xana ingin menyendok bubur itu,
__ADS_1
'Eukk'
Perut Xana seperti bergejolak ia kembali ingin memuntahkan isi perutnya itu,
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Xana heran.
Alnerd yang telah mengetahui bahwa Xana sedang hamil tiga minggu hanya diam saja, ia mendengar semua percakapan Theo dan seorang pria yang hendak menodai Xana tadi malam. Tapi Alnerd tidak mengenal pria itu hanya saja ia mengetahui nama dan dari keluarga mana pria itu,
'Morvin Elvano!'
"Xana.." panggil Alnerd pelan dan terlihat lesu
"Ada apa?" tanya Xana heran
"Kau tahu apa yang terjadi pada dirimu.." ucap Alnerd datar tidak seperti biasanya, ya tentu saja tidak seperti biasanya! Pria mana yang sanggup mengetahui jika wanita yang dia sukai ternyata telah hamil dengan pria lain, walaupun tidak ada hubungan tapi tetap saja Alnerd merasa sedikit kecewa.
"Ada apa Alnerd?" tanya Xana heran
"Kau hamil" ucap Alnerd singkat membuat Xana terdiam saat mendengar ucapan Alnerd tadi
"Jangan bercanda!" ketus Xana
"Kau hamil tiga minggu.." sahut Alnerd membuat Xana pias seketika
"Apa benar?" tanya Xana masih tidak percaya, Alnerd hanya menatap wanita itu dengan datar.
"Kau tidak gadis lagi..." gumam Alnerd pelan
__ADS_1
"Apa ini ulah Cullen?" pikir Xana yang masih tidak mempercayai ucapan Alnerd sebelum membuktikan kebenarannya.
...Next......