
"Aku sudah mendapatkan informasi ini dari pihak terpercaya, yang dimana tidak ku sangka jika semua orang begitu picik dan selalu bermain bodoh" geram Anetha Flowen seraya menatap tajam kepada mereka semua yang terlihat mendengarkan dengan detail cerita lama itu.
"Aku adalah saksi kisah dari semua kebejatan kalian!" ucap Anetha dengan sinis
"Huhh tidak sadar diri!" ketus Theo
"Kau!!" tunjuk Anetha kepada Theo
"Cukup!! Ceritakan saja semua informasi lima tahun yang telah kau gali! Dan jangan ada yang menyela cerita Anet!" perintah Cullen membuat mereka semua terdiam.
Ruangan tertutup itu semakin memanas karna puncak amarah dan tanpa disadari malam semakin larut mengikuti alur cerita lama yang Anetha Flowen bongkar, karna dia adalah satu-satunya saksi kisah lima tahun yang lalu.
"Tepat nya saat kakak ku Megi Flowen, Daniel Amartha dan tuan Cullen Alfarizi sudah menginjak umur 20 tahun. Seperti yang kita ketahui jika tuan Cullen saat itu tengah menjabat sebagai ketua pasar gelap dan itu tidak pernah ada yang menyadari nya selain ketua lama dan seluruh kepala keluarga besar yang tahu akan hal itu, tuan muda Alfarizi mafia terkenal dikalangan bawah dan karna itu pula memiliki banyak musuh." Anetha mengambil nafas sebentar sebelum melanjutkan cerita nya
"Itu juga alasan tuan Cullen menolak kakak ku Megi Flowen, dan setelah kak Megi meninggal tanpa kalian ketahui jika Daniel mengalami gangguan mental."
"Gangguan mental? Apa maksud mu?" tanya Cullen yang mulai menyadari setiap perubahan sikap Daniel waktu menyiksanya dahulu
__ADS_1
"Iya Daniel Amartha memiliki bipolar juga skizoprenia yang dimana terkadang dia memiliki hasrat membunuh yang kuat" sahut Anetha
"Dari mana kau tahu?" tanya Theo
"Aku dan Liam selalu mengawasi Daniel diam-diam, tapi kami tidak tahu jika itu akan ketahuan. Daniel meminta Flind Flower untuk menguntit kami, itulah saat terakhir aku dan Liam berkomunikasi" ucap Anetha dengan rasa sedih
"Kenapa kau tidak memberitahu kepada kami Anet?" tanya Madam Alice yang terlihat bersimpati terhadap wanita itu
"Aku terlalu takut saat itu dan setelah Liam meninggal aku memutuskan pergi ke luar negri tanpa koneksi dengan pihak manapun, tapi takdir berkata lain dia malah membuat ku termasuk dalam dunia hitam ini" sahut Anetha seraya tertawa kecil membuat mereka merasa aneh, karna tadi dia terlihat sedih dan beberapa detik kemudian dia terlihat senang.
'Bukan itu inti dari permasalahannya!'
"Setelah itu....Daniel mulai membabi buta! Bertekad dan sangat berambisi untuk mendapatkan dokumen rahasia serta ingin menjadi ketua pasar gelap, setelah dia mengetahui jika Cullen yang memimpin. Daniel bersekongkol dengan Flind Flower dan Metty, tapi hal terburuk dari permasalahan ini! Yaitu ketika tetua Xizer mencuri dokumen dari keluarga Alfarizi. Hahh kalian pasti berfikir jika Alfarizi yang membunuh Xizer karna dokumen itu?!" ucap Anetha seraya tersenyum miring
"Jika itu yang kalian fikirkan maka semuanya salah!" ucap Anetha lagi
"Morvin yang telah meracuni kakeknya sendiri!" ucap Anetha dengan sinis membuat Morvin terdiam menatap wanita sialan itu.
__ADS_1
"Apa buktinya?" ketus Morvin
"Hehh, kau tahu! Demi mengungkap semua ini aku menjadi seorang mata-mata disemua keluarga!" ucap Anetha sombong
"Kapan? Bukankah kau pergi ke luar negri?" tanya Efendy Amartha yang baru membuka suaranya
"Aku memang keluar negri tapi hanya satu tahun saja, karna ada sedikit perubahan rencana" ucap Anetha membuat mereka semua yang ada diruangan itu bingung, Anetha Flowen adalah sosok misterius yang tidak akan mudah memberikan informasi pribadinya.
"Kau tahu siapa yang membunuh Alexsa Elvano?" tanya Anetha membuat Morvin kembali pias
"Kau!!" gertak Morvin yang tepancing emosi
"Woo woo woo! Tenang tuan Morvin aku belum mengatakan siapa orang nya!!" ucap Aneth seraya tertawa terbahak-bahak melihat Morvin Elvano yang ketakutan
"Hahh kau memang suka bermain dengan kelemahan orang lain" ucap Theo Welman Amartha seraya bertepuk tangan karna kagum dengan wanita itu, wanita yang telah menjadi kekasih gelap ayahnya sendiri.
...Next......
__ADS_1