
Terlihat wajah Theo pias ketika ia pulang ke markas rahasianya, namun yang dia lihat adalah pemandangan yang tidak mengenak kan. Tubuh Morvin terbaring lemas dilantai tanpa sehelai benang pun dan kaki nya bersimbah darah segar yang telah membeku karna sudah beberapa jam, untungnya Morvin masih bisa bertahan sejauh ini.
"Berd?!! Nadio!!?" Theo memanggil kedua anak buah nya yang berjaga tadi malam, lalu terlihatlah dua orang pria datang menghampiri Theo dengan cepat.
"Iya bos ada apa?" tanya Nadio tergesah-gesah
"Cepat bawa Morvin ke rumah sakit!" perintah Theo dengan tegas kepada dua anak buahnya itu.
Tangan Theo mengepal dengan kuat terlihat raut wajah nya berubah menjadi merah padam karna emosi,
"Brengsek! Wanita jal*ng itu berhasil kabur!" geram Theo dalam hati. Setelah mereka berhasil membawa Morvin ke rumah sakit, Theo mengumpulkan seluruh anak buah nya yang berjaga pada malam itu.
'Plakkk!! Plak!! Plakkk!'
'Brukkk'
Sebuah tamparan keras pada wajah anak buah Theo, ia sangat marah atas berhasil kaburnya Xana.
"Dimana kalian kemarin malam?" tanya Theo tegas namun anak buah nya tidak ada yang berani menjawab
"JAWAB BANGS*T!!!" teriak Theo keras lalu salah satu anak buah nya memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Theo tadi
"Ma-maaf bos, kemarin malam kami tertidur pulas" jawab anak buah Theo itu gugup
"Hahh bajingan ini..." ketus Theo
'Plakkk'
__ADS_1
Tamparan keras kembali melayang diwajah anak buah nya itu, kemudian Theo mencengkram rahang anak buah nya yang menjawab tadi.
"Beraninya kalian tertidur pulas ketika ku perintahkan untuk berjaga.." ucap Theo dengan seringai disudut bibirnya, lalu Theo mengeluarkan sebuah pisau tajam.
'Sretttt'
Satu sayatan memutuskan urat nadi leher anak buahnya itu,
"Akan ku buat kalian tertidur selamanya!! JIKA KALIAN TIDAK MENEMUKAN WANITA ITU!" tegas Theo dengan penuh penekanan.
Seluruh anak buahnya tersebut langsung meneguk salivanya dengan kasar, mereka takut dengan ancaman bos mereka itu.
"Cepat bergerak dari sekarang!" perintah Theo, tanpa disangka pria yang terlihat sopan dan rapi itu juga bergelar dosen ternyata dia adalah seorang bos penjahat yang kejam. Ya! Dia adalah Theo Welman Amartha anak pertama dari Liam Welman Amartha, juga merupakan adiknya Daniel Amartha yang telah dibunuh oleh Cullen Alfarizi.
Disisi lain terlihat seorang pemuda masih tidak sadarkan diri karna sedang melakukan terapi oksigen,
"Bagaimana keadaan tuan Cullen dok?" tanya Daniel
"Huhhh nona Xana dimana kau? Saat ini tuan Cullen sangat memerlukan dirimu disisinya." gumam Dony dalam hati.
"Ouh iya, bagaimana keluarga pasien apakah meraka ada yang datang?" tanya dokter pribadinya Cullen itu, Dony menggelengkan kepalanya.
"Tuan menyuruh saya untuk tidak memberitahukan pada siapapun, karna ini akan berdampak besar jika sampai ketahuan" ucap Dony dan dokter itu hanya mengangguk setuju saja karna dia pun tahu siapa Cullen sebenarnya.
"Baiklah jika begitu, tetap pastikan agar tuan Cullen tetap aman" ucap dokter itu lagi dan dibalas Dony hanya dengan anggukan ringan saja.
Beralih ke keadaan Xana yang masih berada dikamar pribadinya Alnerd Amartha,
__ADS_1
"Aku masih belum percaya.." gumam Xana pelan tapi lamunannya itu langsung buyar ketika Alnerd memasuki kamar itu dan membelikan Xana sebuah tespack.
"Apa ini?" tanya Xana
"Masa kau tidak tahu.." ucap Alnerd pelan karna agak malu-malu, dan Xana langsung paham apa yang dikatakan Alnerd tadi.
"Cek saja dulu, agar tahu kebenarannya" ucap Alnerd
"Atau kau ingin kerumah sakit bersama ku?" tanya Alnerd lagi
"Aku masih lemas, bagaimana jika kau hubungi Cullen saja" ucap Xana tanpa sadar
"Tidak bisa.." ucap Alnerd agak ketus membuat Xana agak heran
"Huhhhhh, keluarga Amartha dan Alfarizi sudah lama tidak berhubungan baik lagi" ucap Alnerd datar membuat Xana terdiam
'Ternyata hubungan keluarga besar itu tidak ada yang benar-benar baik, entah itu dalam bisnis ataupun politik jika tidak cocok maka tidak akan ada yang namanya hubungan.'
"Emm ouh ya aku selalu penasaran kenapa kau yang menjadi target para penjahat itu?" tanya Alnerd heran.
"Aku tidak tahu.." ucap Xana singkat
"Mungkin seperti yang kau katakan tadi, keluarga Amartha dan Alfarizi sedang tidak berhubungan baik" ucap Xana asal walaupun masuk akal
"Tapi kenapa keluarga Elvano juga terlibat?" gumam Alnerd pelan namun masih terdengar oleh Xana.
"Ya benar kenapa keluarga Elvano ikut terlibat?" pikir Xana merasa ada yang aneh dan juga orang yang berada dibalik topeng kemarin malam adalah dosen Xana.
__ADS_1
"Kenapa Pak Theo juga ikut terlibat dan malah memerintahkan Morvin Elvano, siapa sebenarnya Theo Welman itu?" pikiran Xana yang terus mengorek-ngorek ingatannya sendiri. Xana tidak tahu jika Theo Welman itu dari keluarga Amartha dan merupakan kakaknya Alnerd Amartha, karna Theo yang bergelar pak dosen itu telah merahasiakan identitas dirinya.
...Next......