Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 34. Pembawa Masalah!


__ADS_3

"Aku sudah mencari mu kemana-mana, ehh malah ketemu disini" ucap Alnerd seraya tersenyum kecil ia langsung duduk disamping Xana.


Namun Xana sekali lagi hanya mengacuhkan pemuda itu, Alnerd terkesan dengan sikap Xana.


"Baru kali ini aku diacuh kan oleh seorang wanita.." gumam Alnerd pelan


"Hy Alnerd?" sapa seorang wanita muda dan Alnerd hanya membalas dengan sapaan tangan serta senyuman kecil.


Alnerd Amartha cukup frendly dengan semua orang dan sikap itu merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Xana,


Xana beranjak dari tempat duduk nya itu, ia terlihat acuh tak acuh terhadap kehadiran Alnerd. Namun pria itu selalu mengekori nya hingga membuat Xana selalu kesal, tidak lama kemudian mereka masuk ke ruangan dan belajar seperti biasa.


Beberapa jam kemudian ada salah satu dosen yang tidak masuk ke tempat mereka hingga kelas di liburkan sementara,


"Xana aku antar kamu pulang yaa" ucap Alnerd ketika Xana masih sibuk membereskan buku-buku nya,


"Tidak perlu.." sahut Xana singkat


"Kali ini saja" pinta Alnerd memaksa Xana


"Berapa kali aku harus bilang JANGAN MENGGANGGU KU!" bentak Xana membuat Alnerd sedikit terperanjat karna terkejut.


"E-ehh" belum sempat Alnerd berucap, Xana sudah langsung pergi meninggalkan pria itu.


Dari kejauhan ada dua orang wanita tengah memperhatikan sikap Xana yang begitu sombong dan dianggap mencari perhatian Alnerd,


"Sepertinya kita perlu bertindak sekarang!" ucap Mei tegas kepada Vely.


Xana berjalan melewati sebuah terowongan menuju perpustakaan kampus, tiba-tiba ada seseorang yang menariknya kesebuah ruangan.


'Srettttt'


Kerah baju Xana ditarik dengan keras hingga ia terlempar kedinding,


"Akhhh sialan" gumam Xana dalam hati


'Brukk'


Pintu ditutup dengan keras dan dikunci oleh dua orang wanita, samar-samar Xana melihat wajah wanita itu karna ruangan cukup gelap saat ini.

__ADS_1


'Klik'


Lampu perlahan dihidupkan oleh seseorang dan barulah terlihat jelas wajah kedua wanita itu,


'Mei dan Vely'


Jika di SMA Xana dibully oleh genk Vania dan dikampus sekarang Xana malah di musuhi lagi oleh dua orang asing yang sedang berhadapan dengannya ini, namun secara tidak sengaja pula genk Vania sudah berada didalam ruangan yang sama dengan mereka.


'Plok! Plok! Plok!'


Suara tepuk tangan dari Vania disertai seringai ia menarap Xana dengan tajam,


"Siapa kau?" tegas Mei yang cukup terkejut karna sudah ada orang di ruangan itu


"Apa kau temannya?" tanya Mei lagi


"Bukan!" sahut Vania tegas


"Aku sama seperti mu!" ucap Vania lagi


"Kita mempunyai musuh yang sama" ucapnya lagi dengan senyum smirk


"Kami sudah mendengar rencana kalian berdua dan kebetulan kita mempunyai musuh yang sama" sahut Vania datar


"Apa kalian mau bekerja sama?" tanya Vania sambil tersenyum sinis


"Apa untungnya bekerja sama dengan mu" sahut Vely ketus


"Setidaknya kita bisa membalaskan dendam secara bersamaan" sahut Vania lagi menawarkan


Mei langsung menghentikan dengan tangannya ketika Vely ingin berbicara lagi,


"Biar aku saja yang mengobrol dengan mereka" ucap Mei kepada Vely


"Bagaimana?" tanya Vania


"Aku ingin melihat seberapa keras kalian" ucap Mei datar dan sorotan mata itu dapat dibaca oleh Vania, Mei mengisyaratkan seberapa keras ia akan bertindak pada Xana.


Mei duduk diatas meja dengan kaki menyilang, ia menatap mereka semua yang cukup merasa geram terhadap Xana.

__ADS_1


"Menarik, musuh mu banyak juga yaa" ucap Mei sinis saraya tertawa kecil, Xana hanya diam saja belakangnya cukup terasa sakit karna seretan dan dorongan Mei dengan Vely tadi yang membuat Xana terbentur dinding.


Xana tersenyum sinis menatap mereka berlima yang menatap dirinya dengan buas,


"Aku ladeni permainan kalian" gumam Xana dalam hati.


Vania mengambil sebongkah kayu walaupun ia pernah dihajar oleh Xana tapi itu tidak membuat Vania dan genk nya jera.


"Xana tamatlah riwayat mu kali ini!" ucap Vania beserta pukulan kayu yang ia pegang,


'Wusssss'


Kayu itu hampir mengenai kepala Xana namun dengan cepat Xana menangkap nya, Xana memutar kayu itu hingga tangan Vania terpulas dan kayu nya terlepas dari genggaman Vania. Kini Xana yang memegang kayu itu,


"Apapun senjata yang digunakan jika tidak ditangan yang tepat maka akan tetap terlepas" ucap Xana dingin membuat mereka sedikit terperanjat dan takut.


kali ini Mei dan Vely ikut turun tangan, ia menatap Vania dengan teman-temannya yang menurut Mei sangat lemah.


Lalu Vely menyerang Xana dengan bela diri yang pernah ia pelajari,


"Ternyata kau bisa bela diri juga" ucap Xana pelan ketika mereka saling bertabrakan dan Xana mengucapkan itu tepat ditelinganya Vely.


"Kau juga" sahut Vely sinis, lalu mereka saling bertarung cukup serius walaupun pukulan demi pukulan itu berhasil ditangkis oleh Xana.


"Kau sengaja ingin menghabiskan tenaga ku ya!" teriak Vely geram karna Xana tidak menyerangnya hanya saja menghindari setiap serangan yang ia layangkan.


Disatu sisi Mei, Vania, Cerly dan Keren mencari kesempatan untuk menyerang Xana.


"Jangan diam saja bodoh!" teriak Vely saat tangannya telah dikunci oleh Xana, dan saat itu pula Vania dengan cepat menangkap tubuh Xana begitu juga yang lain mereka semua mengeroyok Xana.


Sehingga Xana terkunci, kaki tangannya dipegang oleh Mei, Vania, Celsy dan Keren. Xana tidak bisa bergerak karna ulah mereka berlima namun secara tidak sengaja tiba-tiba,


"Hentikan!!" teriak seorang pria tampan yang ngos-ngosan karna sudah berlari-lari kesana-kemari


"Xana..kau..ini aku..cari-cari...tidak ada" ucap nya tidak terlalu jelas karna diburu oleh nafas


"A-alnerd, a-apa yang kau lakukan disini?" tanya Mei gelagapan tapi ia masih memegangi Xana, belum sempat Alnerd berucap tiba-tiba juga ada dua orang pria tampan yang cukup familiar.


"LEPASKAN TUNANGANKU!" tegas pria tampan itu dengan tatapan dingin kelada mereka semua.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2