Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 27. Keterbukaan


__ADS_3

Xana mendengarkan cerita Cullen dengan seksama tanpa melewatkan satu kata pun,


"Baiklah nona ku sayang, sekarang kau yang harus menceritakan dirimu." ucap Cullen ketika dia mengakhiri cerita tentang dirinya.


Xana tampak terdiam, masih ada keraguan dalam hatinya. Apakah ia benar-benar terbuka pada Cullen?


"Aku adalah putri bungsu keluarga Alvano.." ucap Xana, Cullen sedikit menyerngitkan dahi nya.


"Bukankah putri bungsu keluarga Alvano sudah meninggal?" tanya Cullen


"Ya!" sahut Xana singkat


"Tapi aku memang benar anak bungsu keluarga Alvano, namun entah kenapa aku tiba-tiba bisa ada si sini lagi..." sambung Xana, Cullen sedikit tidak paham namun ia tetap mempercayai kekasih nya itu.


"Terserah kau percaya atau tidak, yang pastinya aku memang terlahir kembali dengan raga yang berbeda..." ucap Xana


"Hemmm, jadi apa rencana mu atas kehidupan kedua yang telah diberikan" tanya Cullen yang mencoba memahami dengan akal sehat nya tentang cerita Xana itu.


"Aku ingin membalas dendam kepada Morvin, tapi dia adalah kakak ku!" ucap Xana tanpa sadar disertai isak tangis. Cullen langsung duduk dan memeluk Xana,


"Keluarkan saja semua emosi yang tertahan dalam hati mu.." ucap Cullen membuat Xana pasrah dalam pelukan itu, Xana terlalu keras terhadap diri sendiri hingga ia tanpa sadar semakin melukai hati nya. Malam itu ia kembali larut dalam kesedihan dan tidak berdaya,


"Jika kau sudah terlahir kembali, Morvin bukan kakak mu lagi.." kata Cullen membuat Xana terdiam dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Cullen tadi.


"Jadi..apakah aku bisa membalas semua perbuatan buruk Morvin terhadap diri ku?" tanya Xana


"Kau ini cukup pendendam juga yahh" sahut Cullen sambil mencubit hidung Xana


"Kau pun sama..." gerutu Xana membuat Cullen tertawa kecil


"Memangnya apa saja yang telah Morvin perbuat pada mu?" tanya Cullen


"Dia membunuh ku..." sahut Xana singkat, Cullen terdiam dengan penuturan Xana

__ADS_1


"Gadis ku apa yang terjadi pada mu..." gumam Cullen dalam hati, ia masih kesulitan memahami Xana dan mencerna setiap kisah yang Xana ceritakan padanya.


"Dan aku juga menduga bahwa Morvin lah yang telah membunuh kakek ku.." ucap Xana lagi


"Jika kau hanya berasumsi tanpa bukti, maka itu akan membuat kerugian terhadap dirimu Xana.." sahut Cullen lembut


"Aku akan mendapatkan buktinya" ucap Xana tegas


"Kenapa kau berfikir begitu?" tanya Cullen


"Aku hanya curiga saja, karna dari dulu kakek dengan Morvin tidak pernah akur" sahut Xana percaya diri.


Cullen menghela nafas pelan dan ia menghadap Xana sambil menyentuh pundak wanita itu,


"Apa yang harus aku lakukan untuk membantu dirimu?" tanya Cullen


"Aku akan mencari buktinya sendiri" sahut Xana


"Aku ingin tidur" ucap Cullen


"Baiklah aku akan keluar dari kamar mu dulu" sahut Xana


'Happ'


Tangan Xana kembali di cengkram oleh Cullen,


"Kau harus tetap disini!" ucap Cullen sambil memeluka pinggang Xana


"Tidurlah dengan ku malam ini" pinta Cullen


"Tidak bisa aku harus belajar untuk kuliah pertama ku besok" sahut Xana


"Tidak kau tetap akan di sini!" tegas Cullen lalu ia mengangkat Xana dan membawa nya ke kasur milik nya.

__ADS_1


"Huhh" gumam Xana pelan, lalu Cullen memejamkan mata nya sambil terus memeluk Xana dengan erat.


"Tetaplah disini dengan ku.." ucap Cullen pelan lalu ia tertidur dalam pelukan Xana.


Keesokan harinya, untuk yang pertama kali Xana masuk kuliah. Ia diantar oleh Cullen sendiri,


"Jangan sampai dalam! Kita disini saja" ucap Xana


"Kenapa?" tanya Cullen


"Aku tidak ingin ada yang tahu jika kamu bersama ku.." ucap Xana pelan


"Apa kau malu?" tanya Cullen


"Bu..bukan begitu! Hanya saja aku tidak ingin terlalu menonjol" ucap Xana singkat


"Baiklah sayang ku" ucap Cullen sambil menggoda Xana, tapi malah membuat Xana merasa tidak nyaman jika Cullen terus menyebutkan kata 'sayang'.


"Aku turun disini" ucap Xana dan sebelum ia keluar Cullen dengan cepat memeluk Xana lalu mencium kening wanita itu.


Setelah itu Xana keluar dari mobil Cullen dengan cepat,


"Dony ayo pergi!" perintah Cullen


"Tetap awasi Xana, aku tidak ingin ada seorang pun yang berani menggertak dia!" perintah Cullen.


Xana berjalan memasuki gerbang kampus baru nya, tiba-tiba ada tiga orang wanita yang begitu familiar menghentikan Xana.


"Wowww, welcome to my home CUPU!!" ucap seorang wanita yang tidak lain itu adalah Vania dan geng nya yang pernah membully Xana di SMA.


"Aku lupa jika gadis itu ayah nya adalah seorang jaksa, jadi kemungkinan besar ia juga mengambil jurusan hukum..." gumam Xana namun ia tersenyum sinis karna dendam nya terhadap geng Vania itu masih belum terbalaskan.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2