Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 19. Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Matahari mulai memunculkan sinarnya, samar-samar cahaya itu masuk ke dalam sebuah kamar. Terlihat seorang pria tengah memeluk tubuh wanita yang mungil, mereka telah melakukan sesuatu yang diluar perkiraan tadi malam.


Siapa yang tahu rasa cemburu bisa menjadi hasrat yang membuat nya tidak mampu bertahan lagi,


"Dia gadis ku! Selamanya akan menjadi gadis ku!" gumam pria itu sambil memeluk dan membelai rambut wanitanya yang tengah tertidur pulas.


Tidak lama setelah itu, pria itu mandi dan menyegarkan tubuhnya sendiri tanpa membangunkan wanita itu.


"Dony minta bibi key membuat sarapan sebanyak mungkin!" perintah Cullen lalu ia duduk di ruang makan sendiri,


"Apa nona Xana tidak dibangunkan?" tanya Dony


"Biarkan ia tidur sampai terbangun sendiri!" sahut Cullen singkat, Cullen yang tampak sedang membaca jadwal padat nya hari ini seperti terganggu oleh sesuatu.


Ia teringat kejadian tadi malam, sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan dan membuat nya tanpa sadar tersenyum kecil.


"Tuan Cullen" panggil Dony


"Ada apa?" tanya Cullen singkat


"Robert meminta mu datang ke mansion antonium lagi.." ucap Dony sedikit khawatir karna di sanalah Cullen pernah diculik oleh anak buah Daniel waktu itu, tapi itupun karna ada Flind Flower yang telah menjadi sekutu nya.


"Tidak masalah, siapkan mobil setelah aku sarapan!" perintah Cullen


Setelah itu Cullen menghabiskan roti bakar dan segelas susu yang menjadi sarapan pagi nya,


"Jangan biarkan Xana keluar tanpa sepengatahuan ku!" perintah Cullen kepada seluruh anak buah nya.


"Tetap siaga karna sebentar lagi kita akan mengalami pertempuran besar!" perintah Cullen tegas dan diangguki oleh anak buah nya secara serempak.


Kemudian Cullen keluar dari mansion untuk menemui Robert yang telah berada di mansion Antonium sekaligus membangun kembali mansion yang telah hancur itu.


Sesampainya Cullen dimansion itu yang sedang mengalami pembangunan ulang, serta anak buah yang direkrut kembali oleh Robert.


"Tuan Cullen" sapa Robert dengan cepat ia menyambut Cullen dengan Dony


"Aku minta maaf jika meminta kalian kesini.." ucap Robert merasa tidak enakan


"Ada apa kau memanggil ku?" tanya Cullen datar tanpa basa-basi karna ia tidak suka pembicaraan yang bertele-tele.


"Aku ingin membalas dendam kematian kakak ku" ucap Robert geram, Cullen tampang sedang memikirkan sesuatu.


'Metty' dia adalah pembunuh Antonium namun di sisi lain, dia adalah orang yang telah membuat Cullen berhasil bebas dari tempat penyiksaan itu. Dengan kata lain Cullen telah berhutang budi terhadap Metty, keputusan apa yang harus ia ambil?


"Tuan Cullen?" panggil Robert


"Baiklah..." ucap Cullen singkat


Lalu mereka merencanakan srategi pembalasan kepada orang-orang yang telah membunuh Antonium juga menyiksa Cullen waktu itu.


"Tuan Cullen, apa anak buah kita cukup?" tanya Robert


"Bukan seberapa banyak anak buah yang kita perlukan, tapi seberapa tangguh mereka menghadapi musuh!" ucap Cullen dingin


"Andai saja Flind tidak melakukan cara licik, maka tuan Cullen tidak akan bisa mereka tangkap dengan mudah waktu itu.." gumam Dony dalam hati.

__ADS_1


Pukul 11.46 siang Cullen masih berada di mansion Antonium untuk melakukan penyerangan balasan atas apa yang telah Daniel lakukan terhadap diri nya.


Sedangkan di mansion Cullen, Xana sudah duduk di ruang makan bersama Bibi Key dan Yura yang berdiri di samping Xana.


"Makanan sebanyak ini kalian menyuruh ku untuk menjadi bola?" ucap Xana tidak jelas


"Nona Xana, Tuan Cullen yang memerintahkan kami untuk membuat makanan sebanyak ini untuk Nona Xana.." ucap Yura sambil tertawa kecil


"Kalian ingin membuat ku bulat seperti bola karna terlalu banyak makan" gumam Xana lagi namun ia terus memasukan makanan itu ke dalam mulut nya.


Bibi Key dan Yura hanya tertawa kecil saja melihat Xana yang dengan lahap nya makan masakan mereka,


"Syukurlah Nona Xana menyukai masakan kita" ucap Bibi Key yang menjadi kepala pelayan di mansion itu.


"Cullen mana?" tanya Xana tanpa sadar


"Tuan ada urusan mendesak nona.." ucap Yura,


"Hemmmm emmm" sahut Xana karna mulut nya penuh.


"Tuan Cullen bagaimana jika kita melakukan penyerangan malam ini?" ucap Robert


"Apa anak buah mu siap?" tanya Cullen datar dan di angguki oleh Robert


"Baiklah aku akan menyiapkan semua senjata yang di perlukan!" ucap Cullen seraya ia berdiri dari tempat duduk nya karna rencana mereka telah selesai di rancang.


"Dony kita pulang ke mansion dulu!" perintah Cullen


"Pukul 12 malam tepat!" ucap Cullen lagi mengingatkan kepada Robert


"Baik tuan Cullen" jawab Robert singkat.


"Malam ini kalian semua harus berjaga! Jangan biarkan siapapun masuk ke mansion!" peringat Dony tegas kepada seluruh anak buah dan pembantu mansion yang telah mengetahui siapa Cullen sebenarnya.


Cullen berlari memasuki setiap ruangan untuk mencari Xana, tapi Xana sedang berada didalam kamar mandi tidak tahu karna setelah makan tadi ia jadi sakit perut.


"Bibi Key mana Xana?" tanya Cullen seperti terdesak


"Didalam kamar nya tuan, tadi nona sakit perut karna banyak makan" ucap bibi Key


"Sudah kalian siapkan obat untuknya?" tanya Cullen lagi


"Sudah tuan.." sahut bibi Key, lalu Cullen berjalan ke arah kamar Xana


'Tok tok tok'


Cullen mengetok pintu kamar,


'Sretttt'


Xana membuka pintu tiba-tiba Cullen langsung memeluk tubuh kecil Xana,


"Ad..ada apa ini?" tanya Xana yang hampir tidak mampu bernafas karna pelukan Cullen


"Aku merindukan mu..." ucapnya lembut dan terdengar lemah, untuk yang pertama kali Cullen bersikap manja terhadap nya. Padahal Xana masih belum memberitahu apa jawaban dari perasaan Cullen terhadap nya,

__ADS_1


"Jangan seperti ini!" gerutu Xana namun malah semakin kencang Cullen memeluknya


"Aku tidak ingin mendengar jawaban mu tentang pertanyaan ku tadi malam, karna aku tidak peduli itu. Kau milik ku!" ucap Cullen tegas


"Heyy lepaskan aku tidak bisa bernafas!" gerutu Xana karna Cullen sangat erat memeluk dirinya.


"Aku menyukai mu.." ucap Cullen lagi membuat Xana canggung


'Sebucin ini kah Cullen yang terlihat seperti balok ice?' gerutu Xana dalam hati namun ia menjadi senyum-senyum sendiri.


"Kenapa kau senyum?" tanya Cullen


"Tidak!" sahut Xana ketus


"Itu tadi!" goda Cullen


"Kau salah lihat!" ucap Xana tegas dan untuk yang pertama kalinya Cullen tertawa renyah di hadapan Xana membuat Xana semakin terpesona untuk yang kesekian kalinya.


"Apa yang lucu?" tanya Xana ketus


"Kau sangat lucu" ucap Cullen seraya mencubit pipi Xana yang Cubby


'Plakkk'


"Jauhkan tangan mu dari ku!" tegas Xana sambil mendorong Cullen keluar dari kamar nya tapi Cullen dengan cepat memegang tangan itu dan menutup pintu kamar Xana.


"Kau kalah cepat Xana!" ucap Cullen membuat Xana kesal


"Keluar dari kamar ku!!" teriak Xana kesal karna terus di goda Cullen


"Tidak! Malam ini aku akan tidur dengan mu!" sanggah Cullen


"Tidak akan!" tegas Xana lalu membuka pintu dan meminta Cullen untuk keluar, kali ini Cullen tidak berdebat lagi dengan Xana karna ia pun ada rencana untuk malam ini namun Xana tidak boleh tahu siapa dia sebenarnya.


Hari menjelang malam Xana sulit untuk tidur untuk yang pertama kalinya karna ulah Cullen, moment-moment malam itu saat bersama Cullen membuat Xana sulit memejamkan mata nya.


"Apa mungkin aku bakal hamil?" gerutu Xana dalam hati, malam sudah semakin larut tapi mata masih segar.


"Ahh sial! Ini gara-gara Cullen, tapi aku tidak berhasil mencegah nya!" gumam Xana lagi kesal.


Namun tiba-tiba pintu kamar Xana yang terkunci malah di buka oleh seseorang, orang itu tidak lain adalah Cullen. Xana berpura-pura tidur,


"Kenapa dia masuk ke kamar ku?" gumam Xana dalam hati namun masih ia biarkan saja.


Cullen mendekati Xana lalu mencium kening wanita itu, Xana diam tidak bergerak entah kenapa tubuh nya terasa kaku dan dia tidak berani membuka mata nya.


"Tuan.." panggil Dony pelan


"Shuttttt!!" ucap Cullen singkat membuat Dony terdiam, lalu mereka pergi dari kamar Xana dan menutup pintu wanita itu serta mengunci nya kembali.


Xana membuka matanya dan menatap pintu yang telah tertutup, serta memegang bekas ciuman Cullen tadi yang membuat jantung nya dag dig dug.


Tepat pukul 12.00 Cullen diam-diam pergi dari mansion bersam beberapa anak buah nya, dan anak buah nya yang lainnya berjaga di mansion mereka siaga 24 jam karna takutnya akan ada musuh yang diam-diam menyerang saat Cullen tidak ada di mansion.


Berbondong-bondong mobil keluar dari mansion, Xana yang masih belum tidur dengan cepat mengintip dari jendela.

__ADS_1


"Kemana mereka pergi?" gumam Xana penasaran.


...Next......


__ADS_2