Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 45. Pengejaran Xana!


__ADS_3

Xana keluar dari kamar mandi dan ia memegang tast pack itu dengan tangan bergetar,


"Ada apa?" tanya Alnerd terlihat khawatir


"Positif.." jawab Xana pelan hingga membuat Alnerd merasa jantungan.


"Bagaimana ini, mana aku belum lulus kuliah lagi" gerutu Xana dalam hati


"Aku akan pulang ke mansion Cullen" ucap Xana


"Tapi tubuhmu masih lemah" sahut Alnerd tampak cemas


"Tak apa aku masih kuat berjalan" ucap Xana meyakinkan


"Alnerd terima kasih sudah menyelamatkan aku, dan maaf atas perlakuan ku sebelumnya" ucap Xana terlihat menyesal, Alnerd tersenyum tipis.


"Ya! Itulah gunanya teman, saling membantu dikala kesulitan" sahut Alnerd bijak padahal dalam hati ia sangat geram karna Xana sudah hamil dengan orang lain.


"Ayo aku antar kau sampai depan pagar" ucap Alnerd menawarkan dan hanya diangguki saja oleh Xana.


Saat Alnerd dan Xana keluar dari kamar pribadinya Alnerd dengan cara sembunyi-sembunyi, takutnya ketahuan mom ataupun terlihat oleh para pelayan di mansion bisa-bisa di tuduh macam-macam mereka berdua.


Tapi ada hal yang paling Alnerd takutkan lagi, ia takut jika ketahuan Theo yang sekarang menargetkan Xana. Salahnya Alnerd juga membawa Xana ke mansion Amartha,


"Shutttt!" ucap Alnerd ketika melihat ada yang datang mereka langsung bersembunyi dibalik dinding rumah,


"Aku tidak bisa ke kampus hari ini, ada sedikit urusan yang mendesak" ucap Theo yang sedang berjalan menuju koridor belakang, dan tanpa sengaja ia melihat seorang pria tengah berjalan mengendap-endap untungnya karna Xana tertinggal di belakang jadi tidak kelihatan.


"Alnerd?? Apa yang dia lakukan disana?" tanya Theo pada diri sendiri


"Apa dia tidak pergi ke kampus?" tanya Theo dalam hati lagi, namun dengan cepat pikiran itu ia tepiskan ketika salah satu anak buah nya menelpon.


"Halo bos, kami melihat di rekaman cctv ada seorang pria yang telah menyelamatkan wanita itu" ucap anak buahnya


"Cepat cari tahu identitas pria itu!" perintah Theo tegas


"Baik bos" sahut anak buahnya mantap


Theo mendengus sedikit kesal, dan saat ia melihat ke arah lain tempat Alnerd mengendap-endap tadi. Pria muda yang merupakan adiknya itu sudah tidak ada lagi, lalu Theo kambali memikirkan ucapan anak buahnya tadi.


"Siapa pria itu? Mungkinkah itu Cullen?" pikir Theo.


Tanpa Theo ketahui jika pria yang telah menyelamatkan sandra nya itu adalah adiknya sendiri,


"Xana cepat lewat sini!" ucap Alnerd pelan

__ADS_1


"Hmm" sahut Xana singkat


Saat mereka berhasil keluar dari mansion lewat belakang yang menembus ke taman belakang dan langsung keluar jalan raya,


"Xana tunggu disini! Aku akan mengambil mobil" ucap Alnerd setelah ia memandu Xana keluar.


Alnerd dengan cepat pergi ke arah bagasi mobil dan membawa sebuah mobil mewah nya, tapi aksinya itu malah dilihat oleh sang kakak.


"Alnerd?!" panggil Theo dari belakang membuat Alnerd terdiam kaku


"Kenapa tidak kuliah?" tanya Theo datar


"It-itu kak, i-ini baru mau pergi kuliah" sahut Alnerd asal, Theo diam menatap adiknya yang sedang berbohong itu.


"Akan ku panggil mom biar kamu dimarahi karna tidak kuliah" ucap Theo mengancam Alnerd yang terlihat panik sendiri


"Kakakk!" ketus Alnerd


"Ini aku mau pergi kuliah juga kok" sahut Alnerd sedikit kesal tapi pembicaraan mereka seketika terhenti ketika handpone Theo kembali berbunyi.


"Hallo ada apa?" tanya Theo datar


"Wanita itu kami melihatnya!" ucap salah satu anak buah Theo


"Dimana?" tanya Theo seraya berbalik membelakangi Alnerd dan sedikit membuat jarak agar suara anak buah nya tidak terdengar.


"Jangan tangkap dia! Lihat saja siapa yang dia tunggu, aku akan menyusul kalian" perintah Theo tapi pandangannya langsung mengarah ke Alnerd yang tampak sedang menyembunyikan sesuatu.


"Apa kau sendirian pergi ke kampus?" tanya Theo yang mulai curiga, karna ia tahu jika Alnerd sangat suka berteman dengan Xana dan saat ini Xana sedang menunggu seseorang.


'Apakah orang itu Alnerd?' Pikir Theo


'Kita lihat saja nanti...'


"Pergilah sekarang nanti kau terlambat!" ucap Theo kepada Alnerd disertai senyum tipis, lalu Alnerd terlihat bergegas menginjak gas mobil nya dan pergi dari mansion Amartha.


"Hehh, Alnerd apakah kau benar-benar ingin terlibat? Apa kau juga yang telah menyelamatkan Xana?" gumam Theo dalam hati seraya tersenyum smirk.


Tidak lama setelah itu hp Theo kembali berbunyi,


"Hallo bos, kami melihat wanita itu pergi sendirian ke sebuah gang sempit" ucap anak buah Theo


"Tetap ikuti dia BOD*H!!" geram Theo


"I-iya bos.."

__ADS_1


Xana yang sedari tadi berdiri dipinggir jalan merasa ada orang yang sedang memperhatikan dirinya, karna itulah dia bergegas pergi dari tempat itu tanpa menunggu Alnerd.


Dan sialnya Xana kehilangan hp nya saat ia diculik waktu itu, itulah juga kenapa Xana tidak bisa menghubungi Alnerd ataupun Cullen. Jika saja hp nya ada sudah dari tadi dia menghubungi Cullen dan menjemputnya sendiri tanpa meminta bantuan Alnerd.


Kemudian Xana berjalan dengan tertatih-tatih ke sebuah gang sempit, ia masih dalam keadaan lemah akibat obat yang diberikan Morvin masih terus bereaksi. Entah bagaimana Xana bisa mengeluarkan zat itu dalam tubuhnya yang semakin melemah, apalagi jika ia tengah hamil tiga minggu yang membuat tubuh Xana semakin merasa lemas.


Dan ternyata dugaan Xana tadi memang benar, ia sedang diikuti oleh seseorang. Semakin Xana melangkah cepat maka semakin kencang juga orang-orang berlari dan mengikuti dirinya,


"Sial aku ketahuan" gerutu Xana kesal


"Andai saja tubuh ku tidak selemah ini maka pasti sudah ku habisi kalian" gumam Xana lagi ia geram disaat terhimpit seperti ini tapi keadaan malah tidak berpihak kepada dirinya.


Xana semakin berlari kencang dan orang-orang yang mengikuti dirinya tadi juga semakin berlari cepat,


"Sial aku tidak kuat lagi.." gerutu Xana kesal, kini ia menuju jalan raya dan Xana ingin menyebrang jalan namun sayangnya Xana tidak memperhatikan lalu lintas yang sedang ia sebrangi.


'Tiiittt!! tittt!!'


Suara klapson berlawanan arah memperingati Xana yang sedang menyebrang tanpa melihat kiri dan kanan, tapi Xana masih terus berlari sekuat tenaga. Entah kenapa ia menjadi takut saat membayangkan jika kembali ditangkap dan bertemu dengan Morvin, tubuh Xana langsung bergetar hebat dan ini juga karna bawaan hamil muda nya reaksi tubuh Xana menjadi terbalik. Yang dulunya kuat kini berubah menjadi agak lemah dan mudah lemas,


"Heyy gadis muda hati-hati!!" teriak seorang pengendara yang hampir menabrak Xana, Xana tidak mengubris keberatan yang diucapkan orang tadi.


Dia kembali berlari seperti orang yang tidak tahu arah,


"Apa yang terjadi dengan tubuh ku" gumam Xana agak kesal ia tiba-tiba merasa pusing dan kembali lemas. Lalu tanpa sadar Xana semakin ke tengah jalan,


"Itu dia wanitanya" ucap orang-orang yang mengejar Xana tadi, tapi Xana sudah mulai kehilangan kesadarannya dan tiba-tiba dari arah belakangnya ada seorang pengendara mobil yang tidak mampu lagi menginjak rem karna kecepatannya mengendarai mobil.


'Srettttttt!!'


'Brukkkk!!!'


Bunyi rem mobil yang diinjak oleh seorang pengendara hingga ban nya meninggalkan bekas, dan dibarengi dengan terpentalnya tubuh Xana karna ditabrak oleh mobil yang tidak sempat ia rem dengan cepat.


Xana terpental hingga tiga meter tubuhnya yang memang sedari tadi lemah dan hampir tumbang kini malah bertambah parah karna kecelakaan yang terjadi, orang-orang yang melihat kejadian itu dengan cepat menolong Xana yang telah bersimbah darah.


"Kenapa aku jadi selemah ini..." gumam Xana dalam hati dan perlahan mata Xana tertutup karna ia tengah sekarat.


Orang-orang yang mengejar Xana tadi langsung berbalik badan, mereka tidak ingin ikut campur tangan karna polisi akan terlibat dalam hal ini.


"Ya ampun.." ucap seorang wanita paruh baya yang umurnya sekitar 57 tahun,


"Cepat bawa wanita itu kerumah sakit!" ucap seorang pria paruh baya umur 60 tahunan yang mengendarai mobil itu dan telah menabrak Xana tadi, sedangkan wanita paruh baya disebelahnya itu adalah istrinya.


"Cepat!!!" ucap wanita itu lagi ia terlihat sangat panik.

__ADS_1


"Apa aku akan mati...."


...Next......


__ADS_2