Gadis Kesayangan Bos Mafia

Gadis Kesayangan Bos Mafia
Bab 55. END!!


__ADS_3

Cullen duduk menatap awan putih yang mengambang, dalam fikirannya terbayang wajah Xana ketika wanita itu tertawa dan marah.


Tanpa sadar Cullen tersenyum membayangkan wanita itu,


"Xana tunggu aku..." gumam Cullen dalam hati


Pesawat melintasi seluruh kota yang terlihat kelap kelip oleh lampu-lampu kecil, tepat pukul 8 pagi Cullen berangkat ke singapur.


Di Moon Hospital yaitu rumah sakit yang ditempati oleh Xana, wanita itu masih dalam keadaan koma dan mengandung bayi dalam perutnya mendekati 8 bulan.


"Juana bagaimana wanita itu?" tanya Zo


"Aku tidak tahu, sepertinya tipis harapan untuk nya melahirkan secara normal" sahut Juana


"Walaupun aku tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu, tapi aku tahu bagaimana kerja keras nya dalam menanggung beban mengandung yang mempertaruhkan antara hidup dan mati" ucap Juana seraya mengusap air mata nya yang menetes.


"Juana..." panggil Zo seraya menatap wajah istrinya yang juga telah menua itu, lalu memeluk wanita paruh baya yang telah menemaninya selama 36 tahun.


"Maafkan aku Zo, aku tidak bisa memberikan kau keturunan" lirih Juana


"Sudahlah, yang aku perlukan hanya dirimu saja!" sahut Zo lalu dia mengecup kening istrinya itu, walaupun sudah tua tapi keromantisan mereka tetap awet.


"Excuse me, ladies and gentlemen, are the patient's family?" tanya seorang suster


(Permisi, Bapak dan Ibu ini, apakah keluarga pasien?)


"Yes, we are the patient's family." jawab Zo


(Iya, kami keluarga pasien itu)


"There is some bad news from the doctor, if the patient will give birth to a premature baby" ucap suster itu lagi


(Ada kabar buruk dari dokter, jika pasien akan melahirkan bayi prematur)


Seketika membuat Juana dan Zo terdiam ketika mendengar penjelasan suster itu


"Is there no other way for the baby to be born normally?" tanya Juana agak panik


(Apakah tidak ada cara lain agar bayi bisa lahir normal?)


"We're sorry, it's the only way for the mother and baby to survive. Because if we wait any longer, I'm afraid there will be other problems." sahut dokter yang baru saja keluar dari ruangan Xana dengan wajah bersimpati akan keadaan wanita itu


(Maaf, ini satu-satunya cara bagi ibu dan bayinya untuk bertahan hidup. Karena jika kita menunggu lebih lama lagi, saya khawatir akan ada masalah lain)


"All right, doctor, we beg you to do your best so that Xana can regain consciousness quickly" ucap Juana memohon


(Baiklah dokter, kami mohon untuk melakukan yang terbaik agar Xana cepat sadar kembali)


"We will try our best to keep the patient safe...." sahut dokter itu singkat lalu melangkah pergi meninggalkan Juana dan Zo.


(Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga keselamatan pasien..)


Singkat cerita, beralih ke keadaan Cullen yang telah sampai dibandaran. Bersama Dony mereka melacak keberadaan Xana berdasarkan informasi dari Morvin,


"Tuan, apakah tidak masalah jika kematian Morvin disembunyikan?" tanya Dony


"Tentu saja akan ada banyak masalah, palsukan berita kematiannya" sahut Cullen dan Dony hanya menganggukkan kepala saja seperti biasa selalu siap menerima perintah tuannya itu.


Tidak lama setelah mereka turun dari bandara,


"Tuan, sebaiknya kita istirahat dahulu sebelum menemui nona Xana" ucap Dony yang sudah mulai kelelahan karna mereka hanya tidur sebentar saja saat dipesawat.


"Hmm, siapkan hotel tempat kita istirahat" perintah Cullen menerima masukan dari Dony, karna tidak mungkin dia terus menguras energi anak buah nya itu.


Cullen dan Dony beristirahat di hotel bintang lima, mereka tertidur cukup pulas karna begitu kelelahan dan tepat pukul 11 siang Cullen tiba-tiba terbangun karna bermimpi Xana.


Dalam mimpi Cullen, Xana menjerit kesakitan sekaligus kebingungan mencari jalan keluar dari sebuah hutan gelap yang banyak penjahat. Para penjahat mengejar Xana yang telah berlumuran darah dan didetik terakhir saat Xana hampir tertangkap oleh penjahat, Cullen tiba dengan tepat dan langsung memeluk Xana dengan erat.


Cullen menatap wajah wanita yang sangat ia sayangi dengan tatapan rindu, tapi wanita itu terluka parah dan hanya menatap sayu Cullen. Tiba-tiba 'sretttt' sebuah pisau menembus dada Xana, Xana menjerit kesakitan dan perlahan wanita itu menutup matanya di pelukan Cullen...


"Xana!!" teriak Cullen tanpa sadar karna dia baru saja terbangun dari mimpi buruk nya

__ADS_1


"Tuan ada apa?" tanya Dony yang terkejut karna teriakan Cullen, Cullen mengusap wajah nya perlahan.


"Bersiaplah kita akan mencari Xana!" perintah Cullen


"Baik tuan..." sahut Dony singkat


Tampak dua orang pria keluar dari hotel bintang lima dengan stelan rapi dan berkelas mereka mengendarai sebuah mobil merk ternama.


'Tettt, tettt, tetttt'


Bunyi patient monitor yang tampak tidak normal, dokter dan suster tampak sibuk diruang operasi. Hingga satu suara mengubah segalanya,


"Uuuuweee uuweee..." bunyi tangisan itu menggema diruang operasi


"Syukurlah.." ucap Juana merasa bahagia saat perawat membawa seorang bayi laki-laki yang masih memerah.


Lalu Zo dan Juana duduk di ruang tunggu pasien, tanpa sengaja mereka melihat dua orang pria tampan yang tampak familiar.


"Zo, lihat pria itu tampak tidak asing" tegur Juana yang penasaran


"Biarkan saja, bukankah banyak orang-orang yang tampak tidak asing di rumah sakit besar seperti ini" sahut Zo yang mulai kelelahan dan hampir tertidur karna sangat mengantuk.


"Excuse me, we are looking for a female patient named Xana Alexsandra?" tanya Dony kepada seorang wanita dimeja resepsionis.


(Permisi, kami sedang mencari pasien wanita bernama Xana Alexsandra)


"I'll check in a moment.." sahut wanita itu


(Sebentar saya cek dahulu)


"There are only three people named Xana and no last name Alexsandra..." ucap wanita itu lagi


(Hanya ada tiga orang yang bernama Xana dan tidak ada nama belakangnya Alexsandra)


Dony menatap Cullen dan Cullen langsung menghampiri wanita itu,


"All right, can we check those three people?" tanya Cullen


"If I may ask, what is your relationship with the patient you are looking for?" tanya wanita itu lagi memastika bahwa Cullen dan Dony kerabat dari pasien yang bernama Xana.


(Jika saya boleh bertanya, apa hubungan Anda dengan pasien yang Anda cari?)


"I am Xana's husband!" ucap Cullen datar


(Saya suaminya Xana)


"Ouh I'm sorry sir, there is only one person named Xana and I have to make sure he is safe in this hospital" ucap wanita itu seraya tersenyum dan langsung mengantarkan Cullen dengan Dony ke suatu ruangan khusus.


(Ouh maafkan saya pak, hanya ada satu orang yang bernama Xana dan saya harus memastikan dia aman di rumah sakit ini)


Terlihat dua orang suami istri yang paruh baya sedang duduk disamping seorang wanita muda yang masih belum sadarkan diri, perawat itu mempersilahkan Cullen dan Dony memasuki ruangan tersebut.


'Tok! Tok! Tok!'


Suara ketokan terdengar dan muncul lah sosok tampan yang langsung berlari ke arah wanita itu,


"Xana!!" ucap Cullen cukup keras hingga membuat Zo dan Juana sedikit kaget.


"Siapa kau!" tanya Zo seraya menghalangi Cullen yang ingin mendekati Xana


"Aku suaminya!" sahut Cullen tegas dan langsung mengibaskan tangan Zo


"Xana..." panggil Cullen lembut di ujung telinga wanita itu


"Apa yang terjadi?" tanya Cullen kepada Zo dan Juana


"Kami tidak sengaja menabraknya dan dia telah tidak sadarkan diri selama hampir 8 bulan.." ucap Juana mencoba menjelaskan, Cullen mengepalkan tangannya menahan emosi yang ingin meledak. Namun suara tangisan bayi membuat Cullen terpaku,


'Uweeee uweeeee'


Terlihat seorang perawat membawa bayi laki-laki yang masih dalam sebuah tempat tidur itu mendekati mereka semua,

__ADS_1


"Syukurlah anak tuan selamat..." ucap Zo kepada Cullen yang masih menatap tidak percaya.


"Congratulations sir, for having a healthy son, even though he was born prematurely." ucap perawat seraya tersenyum


(Selamat ya pak, sudah dikaruniai anak laki-laki yang sehat walaupun lahir prematur.)


Kebehagiaan yang tidak bisa dijelaskan meledak dalam hati Cullen, tapi juga ada sebuah kesedihan yang masih belum bisa ditepiskan.


"What about the condition of his mother?" tanya Cullen seraya berbalik menatap Xana yang masih koma.


(Bagaimana dengan kondisi ibunya?)


Tapi perawat hanya diam saja, tidak berani memberikan respon kepada Cullen yang tampak menahan amarahnya kembali.


Ya tuhan! Wanita itu melahirkan saat koma dengan bantuan operasi ceasar dan saat ini dia tengah terjebak dalam kondisi kritis atas pikirannya sendiri yang menolak untuk bangun kembali.


Cullen menatap wajah Xana yang memucat, terlintas dalam pikirannya tentang kenangan indah yang baru sekejap mereka jalani. Yang dimana Xana mulai menerima dirinya dan belum sempat Cullen memberikan kenangan indah lebih untuk wanita itu, tapi mereka malah kembali dipisahkan karna penculikan itu dan saat mereka bertemu kembali wanita itu malah sudah dalam keadaan koma.


Hati Cullen terasa hancur dia menyesal karna terlambat mencari Xana dan sekarang dia takut akan kondisi wanita itu, dia takut jika harus kehilangan wanita itu lagi. Cullen sekarang sadar jika dia adalah sosok jiwa yang rapuh dibalik sosok kejam dan tangguhnya dirinya di luaran.


'Aku pikir semesta akan berpihak pada mereka yang telah jatuh cinta, tapi ternyata aku salah.....'


Cullen menemani Xana selama dua bulan di Moon Hospital, tidak ada perubahan sama sekali atas kondisi wanita itu dan tepat pukul 11.56 malam Xana bergerak secara spontan dan matanya perlahan terbuka.


"C-cullen..." ucap lirih Xana yang tiba-tiba terbangun dalam koma, tapi wanita itu terbangun untuk kembali. Kembali ke jalur yang seharusnya, kembali ke takdir yang telah membuatnya bangun dan akan membuatnya pergi kembali....


Cullen seketika terkejut dengan suara Xana yang terdengar kecil, lalu Cullen menatap wanita itu tengah menangis dengan sorot mata sayu.


"X-xana...." ucap Cullen lembut seraya menciumi tangan wanita itu


"Dony!!! Cepat panggil dokter!!" perintah Cullen dan Dony langsung terperanjat karna kaget lalu berlari mencari dokter yang memeriksa Xana.


Xana menggelang pelan ke arah Cullen,


"Ada apa sayang??" tanya Cullen lembut hingga tanpa sadar dia pun ikut meneteskan air mata.


"Terima..kasih..sudah menemaniku..." lirih Xana pelan, entah kenapa dia merasa jiwanya akan kembali ke tempat yang seharusnya.


Xana perlahan menutup mata di pelukan pria yang dia cintai,


"Xana...."


"Xanaaa!!!" teriak Cullen seraya membangunkan wanita yang mulai sadar sebentar, namun kini dia malah menutup mata untuk selamanya.


Cullen berteriak sekerasnya memanggil nama Xana yang jiwa nya sudah pergi dari tubuh itu tepat pukul 12.00 malam, 4 menit setelah pembicaraan singkat Xana dan Cullen. Wanita itu pada akhirnya kembali ke jalur kehidupan yang seharusnya, waktu kelahiran Alexsa yang menempati tubuh Xana dahulu tepat pukul 12 malam dan kini dia kembali meninggalkan dunia ini tepat pukul 12 malam juga.


Xana dan Alexsa dua jiwa yang tertaut dalam satu tubuh, namun ketika tugas mereka sudah selesai maka takdir akan membuat segalanya kembali seperti semula.


Untuk yang pertama kalinya Cullen menangis histeris memeluk tubuh tidak bernyawa itu, kali ini Cullen benar-benar merasa hancur. Tubuhnya ikut melemah akan kepergian sang kekasih, air mata yang tidak terbendung ikut menyertai teriakan Cullen.


Dony dan dokter yang baru sampai melihat Xana telah tidak bernyawa hanya terdiam saja, sedangkan Juana dan Zo yang juga merasa sangat sedih saling berpelukan. Juana menangis dalam pelukan suaminya, dia tidak sanggup melihat Cullen yang terlihat sangat hancur dan kehilangan belahan jiwanya.


Tangisan diruangan itu menggema, setelah itu bayi laki-laki yang dilahirkan oleh Xana ikut menangis karna insting nya yang masih tajam dan perasaan lembut ikut sedih karna telah ditinggalkan oleh sang ibu tepat sebelum ibunya melihat wajah anak yang baru saja di lahirkan kedunia.


Cullen memeluk Xana dengan erat seiring berlalu nya waktu malam itu hingga Xana akan segera di kebumikan setelah mereka pulang ke mansion Cullen.


3 tahun setelah itu....


"Ayahhhhh!!" teriak seorang anak kecil seraya memeluk pria yang sedang duduk diteras sambil meminum secangkir coffe,


"Alex?? Ada apa?" tanya pria itu lalu terlihat lagi seorang pria yang nafas nya tidak beraturan karna mengejar anak kecil itu.


"Maaf tuan Cullen, tuan muda terus saja berlarian..." ucap Dony seraya mengatur nafas nya, Cullen tersenyum tipis menatap anak nya itu.


"Alex, lihat paman Dony dia kelelahan jika kau terus membawa nya berlarian" ucap Cullen lembut kepada anaknya yang bernama Alex.


Alex dengan wajah lugu nya hanya tertawa saja saat melihat Dony yang kewalahan menjaga dirinya.


"Xana ku harap kau bisa melihat bagaimana anak mu tumbuh dewasa" gumam Cullen dalam hati lalu dia memeluk Alex karna menahan rasa rindu terhadap Xana Alexsandra yang telah menjadi kekasih Cullen selamanya.


...End~...

__ADS_1


__ADS_2