
“Duduklah dulu Ana." Ana pun menurut dan duduk.
“Kenapa kau bisa tau rumahku?" tanya Jordan.
“Niko memberitahuku dan menyuruhku untuk datang kesini."
“Niko? Tapi kenapa dia tidak bilang apapun padaku?"
Ana hanya menggelengkan kepalanya.
“Tunggu disini aku akan memanggilnya."
Ana mengangguk dan Jordan pun berdiri menghampiri si biang kerok Niko. Tak lama Niko datang dengan cengengesan di depan Ana dan Jordan dibelakangnya.
“Hay Ana kau baru tiba?" tanya Niko basa-basi.
“Emh... sebenarnya aku memang mengajak Ana untuk kesini, tapi aku tidak tau bahwa Liona juga akan ada disini," ucap Niko merasa bersalah.
“Lalu kenapa kau tidak membicarakannya dulu padaku?"
“Aku ingin bicara padamu tapi ternyata Liona datang dan situasi jadi tidak terkendali," ucap Niko.Jordan menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak terasa gatal.
“Liona sepertinya tidak suka dengan situasi ini. Aku jadi tidak enak dengannya," ucap Jordan cemas.
Ana memperhatikan raut wajah Jordan yang begitu khawatir dan tidak merasa senang dengan kedatangannya. Ia merasa kecewa dengan sikap Jordan, hatinya semakin sakit. Ia pun memutuskan untuk pulang.
“Sepertinya aku sangat menganggu. Sebaiknya aku pulang saja permisi," ucap Ana dan berbalik.
“Tunggu!"
Ana menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara. Lionapun menghampiri Ana dan menjulurkan tangannya.
“Aku Liona kekasih Jordan," ucap Liona datar. Ana meraih tangan Liona dan tersenyum tipis
“Panggil saja Ana dan aku bukan siapa pun untuk Jordan," ucap Ana. Liona tersenyum mendengar perkataan Ana yang tak terduga.
“Aku tau hubunganmu dan Jordan sejauh ini, jadi mari kita bekerja sama untuk segera menyelesaikan masalah kalian berdua."
“Ya tentu."
Niko dan Jordan saling menatap tak menyangka bahwa Liona akan menerima Ana selama ini yang Jordan dan Niko tau bahwa kepribadian Liona sangatlah kekanakan dan mudah marah. Ia selalu ingin diperhatikan dan tak mau ada wanita lain berada didekat Jordan. Mungkin karna mendengar jawaban dari Ana bahwa ia bukan siapapun bagi Jordan Liona merasa tidak terancam.
“Makanlah dulu bersama kami. Aku sudah menyiapkannya sedari tadi."
“Emh tidak perlu, sebaiknya aku pulang saja karna ada hal penting yang harus saya urus."
“Tidak boleh! Makanlah dulu bersama kami sebagai tanda pengenalanku padamu."
__ADS_1
“Lagi pula tidak butuh waktu lama hanya untuk makan."
“Liona, jangan suka memaksa kemauanmu sendiri. Mungkin Ana memang sibuk biarkan dia pergi."
“Maaf Ana, Liona memang agak sedikit egois jadi jangan tersinggung."
“Tak apa, niat Liona baik mana mungkin aku tersinggung."
“Kalau begitu jangan menolak ajakanku!"
“Baiklah aku akan menuruti kemauanmu," ucap Ana tersenyum tipis.
Jordan merasa kagum dengan sikap Ana yang sangat dewasa dan tak gampang terpancing emosi. Mereka pun bersama-sama menuju meja makan.
“Ana berapa usiamu sekarang?" tanya Liona.
“23 tahun," ucap Ana tersenyum kecil.
“Owh,masih sangat muda ya...."
“Lalu apa pekerjaanmu?"
“Hanya pegawai kebersihan di sebuah perusahaan."
“Waahh, sayang sekali gadis cantik sepertimu hanya seorang petugas kebersihan. Kau seharusnya menjadi model saja karna aku lihat paras dan tubuhmu sempurna untuk menjadi model."
“Terimakasih, tapi saya senang dengan pekerjaan saya yang sekarang," ucap Ana sambil memakan nasinya.
“Liona! Bicara yang sopan!" gertak Jordan.
“Kenapa? Itu memang kenyataan, benarkan Ana?"
“Ya itu memang kenyatan tapi, bukan berarti pekerjaan yang menurutmu rendah itu dipandang jelek oleh semua orang. Yang terpenting aku mencarinya dengan jerih payahku sendiri dari pada meminta-minta dan merepotkan orang lain."
“Wih! Bijak sekali Nona Ana ini."
Ana tersenyum tipis dan tenang menghadapi sikap Liona yang ceplas-ceplos saat berkata. Liona pun tak berkata apapun lagi dan mereka pun makan dengan tenang.
Setelah selesai makan, Ana membersihkan perobotan di meja makan dan akan mencucinya.
“Ana kau tidak perlu melakukannya, sebentar lagi asisten rumah tanggaku yang akan membersihkannya," ucap Jordan.
“Tak apa, anggap saja sebagai rasa terimakasihku sudah diajak makan bersama."
“Tapi aku tidak enak kalau tamuku yang melakukannya."
__ADS_1
“Sudahlah Jordan, aku benar-benar tidak keberatan melakukannya. Lebih baik kau bersama mereka diruang tamu."
“Baiklah kalau begitu," ucap Jordan pasrah.
Jordan melangkah pergi tetapi langkahnya terhenti dan kembali menoleh melihat Ana yang begitu rajin dan sopan. Ia bahkan bisa mengendalikan emosinya pada Liona. Kepribadian Ana memang sangat unik dan menyenangkan.Jordan pun meninggalkan Ana yang sedang sibuk di dapur. Setelah selesai Ana berpamitan pada Jordan, Niko, dan juga Liona.
“Jordan aku pulang dulu dan Liona terimakasih atas makanannya."
“Kau mau pulang sekarang? Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang."
“Tidak perlu aku akan naik taksi saja," tolak Ana.
“Ya sudah kalau kau menolak."
“Aku akan mengantarmu sampai depan," ucap Jordan.
“Ya terimakasih," ucap Ana tersenyum senang.
“Besok kau liburkan? Jangan lupa rencana kita besok."
Ana mengangguk kepalanya dan pergi bersama Jordan tetapi Liona merasa tak senang mereka berdua terlihat dekat.
“Sayang aku ikut ya!"
“Tidak usah! Aku hanya kedepan mencari taksi."
“Ayolah!! Aku ingin mengantar Ana juga," rengek Liona.
“Tak apa Jordan biarkan dia ikut."
“Ya, ya baiklah."
Jordanpun mengiyakan permintaan kekasihnya itu karna tak mau berdebat. Dan Niko hanya menggelengkan kepala melihat percintaan segitiga diantara mereka. Liona menggandeng Jordan dengan mesra dan berjalan keluar membelakangi Ana yang mengikuti mereka. Liona sengaja berbuat seperti itu agar Ana tak berani merebut Jordan darinya. Ana terbakar api cemburu melihat kemesraan dua orang didepannya.
Sesampainya di depan mereka bertiga menunggu taksi yang melintas. Tapi dari kejauhan sebuah mobil sport biru mendekati mereka. Jordan tampaknya tau siapa pemilik mobil tersebut yang tak lain adalah kakaknya Morgan. Tapi untuk apa ia datang kemari.Mobil Morgan berhenti tepat di depanmereka dan Morgan pun turun dari mobilnya. Morgan tersenyum lembut pada Ana yang terkejut melihat kehadiran Morgan.
“Pak Morgan!"
“Bapak sedang apa disini?"
“Kak Morgan apa kabar?"tanya Liona.
“Kau mengenalku?" tanya Morgan.
“Aku Liona kak!! Kau lupa padaku?" ucap Liona.
“Ohh Liona kabarku baik. Kapan kau kembali kesini?" tanya Morgan basa-basi.
__ADS_1
“Baru beberapa hari ini, oh ya kakak ada apa kemari? Apakah ingin bertemu Jordan?"
“Tidak, aku kesini karna ingin menjemput kekasihku."