Gadis Miskin Dan Pria Kaya

Gadis Miskin Dan Pria Kaya
Neysa dan Niko


__ADS_3

Bertubi-tubi pertanyaan memenuhi kepalanya. Tak lama mobil Niko datang dan Neysa langsung masuk kedalam mobil.


“Tuan putri, apa kau tidak merasa lapar? Bagaimana kalau kita makan siang dulu?” goda Niko mencoba menghibur Neysa yang sedang kalut.


“Tidak! Cepat antar aku pulang!" ucap Neysa ketus.


“Wah... sayang sekali! Karna aku yang menyupir dan kau yang menumpang jadi mau tidak mau kau harus menuruti kemauanku."


“Pria sial**n ini berani sekali mengambil kesempatan! Kalau begitu aku turun disini!"


Emosi Neysa semakin memanas sampai ke ubun-ubun. Hanya ada amarah yang ia rasakan sekarang.


"Hey hey... apa kau tidak mau mendengarkan pendapatku tentang mereka? Masalah ini tidak seburuk yang kau pikirkan."


“Untuk apa aku mendengar pendapatmu? Tidak ada untungnya bagiku!" ucap Neysa kesal.


Neysa segera keluar dari mobil dan berjalan menuju jalan raya untuk mencari taksi. Niko masih terus berusaha membujuk Neysa agar mau pulang bersamanya. Ia menjalankan mobil dengan begitu pelan menyeimbangi langkah Neysa dan sejajar dengannya.


“Ayolah Neysa, aku akan mengantarmu pulang dan tidak akan menggodamu lagi."


“Tidak! Pergi kau!” ucap Neysa dengan mata melotot.


“Hemh...baiklah kalau kau tidak mau, tapi bisakah aku menyimpan ponselmu?” ucap Niko mengeluarkan ponsel Neysa yang sempat ia ambil didalam tasnya.


“Hey! Kau sangat lancang! Kembalikan ponselku!” ucap Neysa mencoba meraih ponselnya dari Niko.


“Mana mungkin aku memberikannya kalau kau tidak mau ikut bersamaku?” ucap Niko tersenyum.


Neysa merasa geram dengan pria didepannya itu. Ingin sekali ia menonjok wajah manisnya sekeras-kerasnya. Sepertinya Niko sudah membuat rencana dan sengaja mengambil ponselnya sebagai ancaman. Dengan terpaksa Neysa melangkah masuk kedalam mobil. Niko tersenyum senang atas kemenangannya menghadapi wanita keras kepala seperti Neysa.


“Aku sudah masuk kedalam mobil. Cepat berikan ponselku!”


“Aku akan memberikannya kalau kita sudah selesai makan siang."


“Kau pria lakn**t!” ucap Neysa geram dan menarik tangan Niko kemudian menggigitnya tanpa ampun.


“Argh! Sakit Ney! Lepaskan!” teriak Niko.


Tapi Neysa tetap tidak melepaskan gigitannya meski Niko terlihat merintih kesakitan. Niko semakin menjerit dan berteriak didalam mobil sampai semua orang menatap heran ke arah mereka. Karna sudah merasa puas akhirnya Neysa melepaskan gigitannya dan tersenyum senang bisa membalas perbuatan Niko.


“Kau wanita gila! Apa kau vampir? Kenapa sakit sekali gigitanmu itu!"


Gigitan Neysa membekas sampai tangan Niko sedikit membengkak. Niko masih meringis kesakitan dan terasa begitu nyeri karna gigitannya yang begitu kuat. Ia menoleh kearah Neysa yang terkekeh melihatnya sensara. Ia menggelengkan kepalanya masih tak percaya betapa kuatnya wanita ini. Meski begitu, Niko merasa lega melihatnya tertawa lepas. Seperti ada kepuasan tersendiri baginya melihat Neysa yang begitu senang.

__ADS_1


“Kau senang melihatku begini? Sungguh wanita jahat!"


“Hahaha... kau sangat lemah! Gigitan begitu saja sudah merasa kesakitan apalagi aku menonjokmu! Kau pasti langsung pingsan!"


Tawa Neysa terhenti saat tangannya ditahan oleh Niko dengan begitu kuat. Neysa ingin melayangkan tamparan namun Niko berhasil menangkapnya dan kini Neysa tidak bisa berkutik sama sekali.


“Lepaskan! Kau mau apa?” tanya Neysa yang mulai takut.


“Aku hanya ingin menunjukkan kalau aku tidak selemah yang kau kira."


Neysa berusaha melepaskan cengkraman Niko tapi usahanya sia-sia. Neysa mulai panik dan mencoba berpikir cepat.


“Aku akan teriak jika kau tidak melepasnya!” ancam Neysa.


“Aku tidak takut! Coba saja kau teriak!"


Neysa membuka mulutnya dan bersiap untuk teriak sekeras mungkin. Tapi tak disangka Niko malah mengecup bibirnya dalam sekejap mata. Neysa terdiam sesaat, lalu ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Jantungnya berdebar hebat sampai ia tak bisa bernafas. Ia takut kalau Niko mendengar detak jantungnya yang berdegup keras.


Duakkk! Neysa menghantamkan kepalanya sampai cengkraman Niko terlepas.


“Awh! Apalagi ini?! Kenapa kau kasar sekali!” ucap Niko kesal sambil mengelus jidatnya yang terasa sakit akibat benturan kepala Neysa.


“Itu hukuman untukmu karna kau kurang ajar padaku!"


“Kalau begitu kita impaskan?”


“Impas katamu? Tangan dan kepalaku terluka bagaimana bisa dibilang impas?"


“Lalu kau mau apa? Menamparku? Coba saja ayo tampar!”


“Dari pada menamparmu, bagaimana kalau aku mencium saja,” ucap Niko terkekeh.


“Awas saja kalau kau berani macam-macam lagi denganku!” ancam Neysa.


“Hehehe ampun! Aku kapok!


“Cepat nyalakan mobilmu! Aku terlalu banyak membuang waktu karnamu!”


“Oke baiklah."


Neysa merasa sedikit tenang berkat Niko. Meski ia merasa bersalah karna terlalu kasar padanya. Ia tak mengira pria dingin yang ia kenal pertama kali bisa sehumoris ini. Neysa menahan senyumannya agar Niko tidak melihatnya sampai wajahnya memerah karna terlalu senang. Setelah tiga puluh menit perjalanan mereka tiba di rumah Neysa. Niko segera turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Neysa. Niko tersenyum dengan wajah manisnya membuat Neysa salah tingkah dan langsung memalingkan wajahnya.


“Minggir!Aku mau turun!”

__ADS_1


Niko mencoba menepi dan Neysa segera turun dari mobilnya. Tanpa banyak bicara Neysa mencari kunci rumah didalam tasnya dan membuka pintu itu kemudian segera menutupnya kembali. Niko tampak kecewa karna tak dipersilahkan untuk masuk. Tapi ia mencoba berpikir mencari cara agar Neysa mempersilahkannya untuk masuk.


Tok... tok... tok!


“Pergilah! Aku tidak akan mengizinkanmu masuk,” ucap Neysa dari dalam.


“Aku hanya ingin meminjam toiletmu sebentar saja dan aku akan langsung pulang,” ucap Niko.


“Tidak boleh!”


“Ayolah Neysa kumohon,” ucap Niko memelas.


“Hemh... baiklah, tunggu sebentar disitu,” ucap Neysa membukakan pintu.


“Hehehe, aku boleh masuk, kan?” ucap Niko tersenyum.


“Ya cepatlah dan segera pergi!” ucap Neysa.


“Oke!”


“Tapi dimana toiletnya?”


“Masuklah kesebelah kiri di dekat dapur."


Niko segera berlari kecil menuju toilet dan Neysa merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Layar ponsel menyala dan terdapat foto ia dan Ana yang memang ia pakai sebagai walpaper. Neysa menyesal dengan perkataan yang ia lontarkan pada Ana.


“Neysa boleh aku memasak ini?” ucap Niko dengan mie instan ditangannya.


“Hey kau sudah berjanji akan segera pulangkan?”


“Hehehe... aku kelaparan karna melewatkan makan siang."


“Huh! Terserahmu saja!" ucap Neysa pura-pura kesal padahal sebenarnya ia merasa senang karna bisa berlama-lama dengan Niko.


“Baiklah, aku akan memasakkan juga untukmu,” ucap Niko dan segera pergi ke dapur.


Sekitar sepuluh menit Niko menyelesaikan masakannya dan membawa dua mangkok mie pada Neysa yang sedang rebahan di sofa.


“Makanlah Neysa, kau pasti suka dengan mie buatanku,” ucap Niko sambil meletakkan mangkok diatas meja.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2