Gadis Miskin Dan Pria Kaya

Gadis Miskin Dan Pria Kaya
Rencana tak terduga


__ADS_3

Uhuk... uhuk. Ana tersedak karna terlalu bersemangat.


Dengan sigap, Jordan menuangkan air minum dan mengelus lembut punggung Ana.


“Berhati-hatilah walaupun saat makan, kenapa buru-buru sekali?" tegur Jordan.


Ana kembali meminum airnya karna tenggorokannya terasa sakit tersedak makanan pedas. Jordan juga kembali ke tempat duduknya dan kembali makan dengan tenang. Selesai makan Ana mengelus perutnya yang sudah terisi penuh.


“Kemarilah, ayo kita membahas hal penting sekarang," ajak Jordan.


Disebuah ruangan keluarga dengan perapian yang menyala, menghangatkan ruangan. Ana dan Jordan duduk berhadapan.


“Kenapa kau masih memakainya? Tidak akan ada yang melihatmu disini," ucap Jordan.


“Apa maksudmu?" tanya Ana tak mengerti.


“Rambut Unikmu itu," jawab Jordan tersenyum lebar.


“Oh... benar juga, tidak terasa dari tadi aku tidak melepaskannya."


Ana melepaskan wignya dan mengurai rambut panjangnya. Jordan terpukau melihat Ana yang begitu anggun saat tidak mengikat rambutnya.


Ana tersenyum manis dengan lesung pipi yang mempunyai daya tarik berbeda saat melihatnya.


“Kenapa melihatku seperti itu? Apakah ada yang aneh dariku?"


“Oh... emh... tidak! Aku hanya melamun sesaat tadi," jawab Jordan gugup.


“Lalu kenapa kau membawaku kesini?" tanya Ana penasaran.


“Agar kita punya privasi untuk membicarakannya, dan para wartawan itu tidak akan mengikuti kita sampai kesini," jawab Jordan.


“Baiklah kalau begitu, dari mana kita harus membahasnya?"


“Tunggu sebentar lagi, karna manajerku yang akan membuat perencanaan bagaimana menyelesaikannya."


“Manajer? Kenapa tidak kita sendiri saja yang memikirkan caranya?"


“Memang apa rencanamu? Kau tau bagaimana cara menghilangkan berita yang viral itu?"


Ana menggelengkan kepalanya karna tidak tau harus berbuat apa. Mungkin Jordan lebih bisa diandalkan dengan orang-orang handal dibelakangnya.


Mereka berdua kembali terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Karna merasa canggung, Jordan berdiri dari kursinya mengambil sebuah buku yang terpajang pada rak buku dan kembali duduk.


Ana memperhatikan Jordan dengan teliti. Matanya sipit dengan bola mata kecoklatan, alis yang terukir datar dan rapi, hidung mancung alami, bibir tipis, bentuk wajah oval sempurna. Sungguh maha karya yang jauh dari kata kurang.


Ana juga memperhatikan bentuk tubuh Jordan yang tinggi proposional dan terlihat six pack meski dibalut baju.


"Apakah dia bisa sesukses ini karna berkat modal tampangnya itu?" gumam Ana.


Ceklek, pintu terbuka dan terlihat Niko datang seorang diri.


“Hai... maaf karna sedikit terlambat," sapa Niko.

__ADS_1


“Kenapa lama sekali? Sudah berjam-jam kami disini menunggu orang sepertimu," ejek Jordan.


“Haha... benarkah? Tapi aku yakin kau pasti juga mengambil keuntungan dari gadis cantik ini," goda Niko.


“Keuntungan apa yang kau maksud? Kau tau aku bukan lelaki seperti itu!"


“Ya... ya... aku tau, aku hanya bercanda karna kelihatannya kalian berdua sangat canggung sekarang."


“Hai, aku Niko manajer Jordan sekaligus teman dekatnya," ucap Niko memperkenalkan diri.”


“Juliana, panggil saja Ana," balas Ana sambil berjabat tangan dengan Niko.


“ Wah... kau sangat manis Ana, bolehkah aku mencubit pipimu itu?" goda Niko gemas.


Dengan cepat Jordan menepis tangan Niko saat akan menyentuh Ana. Mata Jordan melotot seakan tak terima jika Ana disentuh olehnya.


“Hey bro, santai saja, aku hanya bercanda tidak bermaksud menyakitinya."


“Tetap saja kau tidak boleh sembarangan menyentuhnya!"


Niko merasa sikap Jordan berlebihan padanya. Selama yang ia tahu Jordan tidak begitu peduli pada wanita selain Liona. Tapi pada Ana, Jordan sangat melindunginya meskipun baru beberapa kali bertemu.


“Permisi, bisakah kita langsung membahasnya? Kita aku tidak punya banyak waktu."


“Oke, mari kita mulai," jawab Niko.


“Pemberitaan tentang kalian menjadi berita paling atas di internet. Dan tak hanya itu, video yang beredarpun menjadi trending topik dengan jumlah penonton dua puluh ribu views dalam tiga hari."


“Karna berita ini juga membawa pengaruh besar bagi kedua belah pihak."


“Rencana apa yang kau buat?" tanya Jordan penasaran.


“Kalian harus menjadi sepasang kekasih," ucap Niko.


"Apa? Ana dan Jordan terkejut dan serentak menjawabnya."


“Tidak! Aku tidak mau!" jawab Ana tegas.


“Aku juga tidak setuju dengan rencanmu!" tolak Jordan.


“Kenapa? Toh ini hanya pura-pura untuk membohongi publik agar berita ini tidak menjadi besar."


“ Coba kalian pikirkan, jika wartawan dan masyarakat percaya kalian pacaran, maka video yang tersebar itu kita dapat mengklarifikasinya dengan alasan kalian sedang ada masalah yang biasa terjadi pada sepasang kekasih," imbuh Niko menyakinkan.


Ana dan Jordan masih terdiam tak bisa memutuskan rencana yang menurut mereka gila.


Jika memikirkannya seratus kalipun tidak ada yang bisa di perbuat selain menerimanya. Jika rencana ini berhasil mengelabuhi publik, lalu bagaimana dengan Liona.


Jordan dibuat bingung dengan masalah yang semakin kacau balau yang juga mempengaruhi karirnya.


“Baiklah aku menerimanya," jawab Jordan yakin.


“Oke bagus! Bagaimana denganmu Ana?" tanya Niko pada Ana yang masih terdiam.

__ADS_1


“Entahlah aku bingung dan tak bisa berpikir sekarang."


“Kita hanya butuh waktu tiga bulan dan kalian bisa putus pada saat itu."


“Karna dalam waktu itu, pemberitaan akan mereda dan hilang begitu saja."


Ana mencoba menenangkan pikirannya dan berpikir keras. Rencana yang dibuat Niko mungkin akan berhasil jika Ana dan Jordan bisa bekerjasama dengan baik.


Dengan berjalannya waktu, publik mungkin akan melupakan berita yang terjadi antara Ana dan Jordan.


Tapi apakah ia bisa melakukannya meski hanya berpura-pura. Ana takut ia akan terbawa perasaan karna harus bertemu Jordan setiap hari.


Melihatnya sekilas saja sudah membuat hati Ana berdebar. Bagaimana kalau setiap hari? Yang ada hanya ia yang akan kecewa, pikir Ana. Tapi tak ada cara lain lagi selain melakukannya.


“Baiklah aku mau."


“Yap! Masalah sudah beres dan tak perlu dikhawatirkan lagi, ucap Niko lega.


“Ingat Ana, jika kau bertemu wartawan larilah secepat mungkin. Kalaupun terpaksa menjawabnya maka katakan bahwa kau memang sudah menjalin hubungan selama tiga bulan dengan Jordan."


“Untuk saat ini wartawan tidak mengetahui identitasmu, maka untuk sekarang masih sangat aman selama kau pintar menutupinya," imbuhnya.


“ Yaa... aku tau dan aku akan berusaha."


“Masalah sudah beres sekarang, ayo aku antar kau pulang."


“Kenapa tidak pulang besok saja Ana? Ini sudah terlalu larut dan perjalanan juga sangat jauh, Jordan pasti akan kelelahan dan mengantuk jika menyetir sekarang," goda Niko.”


“Tutup mulutmu Niko!" tegas Jordan. Niko tertawa melihat raut wajah Jordan yang kesal.


“Niko benar, bolehkah aku menginap disini satu malam saja?" tanya Ana.


“Kenapa? Kau tidak takut di villa ini dengan dua orang pria yang bisa saja akan melakukan hal jahat padamu?" ucap Jordan.


“Aku tidak takut! Karna sepertinya kau pria yang baik," puji Ana.


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2