
“Sayang aku sudah selesai. Ayo kita..." ucap Liona terhenti karna melihat ke arah Ana dan Morgan dari kejauhan.
“Bukankah itu Ana dan Morgan sayang?"
Tapi Jordan tak menggubris pertanyaan Liona, dan berbalik masuk ke dalam mobil.
Liona merasa heran dengan sikap Jordan yang tiba-tiba marah. Ia pun mengikuti Jordan ke dalam mobil.
“Ada apa? Kenapa kesal begitu?" tanya Liona melihat wajah kekasihnya yang terlihat kesal.
“Tidak apa."
“Lalu kalau tidak apa, kenapa menekuk wajahmu seperti itu?" tanya Liona sambil mencubit pelan pipi kekasihnya.
“Bagaimana kalau besok saja kita kesini lagi?"
“Hah? Besok? Aku tidak mau!" ucap Liona kesal.
“Kenapa kau bersikap Aneh Jordan! Kau tidak pernah seperti ini, tapi sekarang sikapmu seperti bukan kau!" ucap Liona tersulut emosi.
“Maafkan aku sayang, hanya saja aku..." ucap Jordan yang bingung harus berkata apa pada Liona.
“Hanya saja apa? Atau jangan-jangan kau cemburu melihat mereka berdua?"ucap Liona dengan nada tinggi dan mata berkaca-kaca.
“Bukan begitu sayang, baiklah ayo kita keluar dan bersenang-senang dan maafkan aku," ucap Jordan sambil memeluk Liona.
“Hikksss...! Ingat kata-kataku ini Jordan. Jika sampai kau meninggalkanku aku ingin bunuh diri saja! Karna aku sangat mencintaimu Jordan," ucap Liona terisak.
“Sstt! Jangan bicara yang aneh-aneh! Tidak mungkin aku meninggalkanmu," ucap Jordan menenangkan dan menepuk pelan punggung Liona.
“Benarkah? Kau berjanji?" ucap Liona dan melepaskan pelukannya.
“Ya aku berjanji," ucap Jordan tersenyum dan menyeka air mata yang berjatuhan di pipi Liona.
Jordan kembali memeluk Liona sampai Liona merasa tenang. Didalam hatinya ia merasa bersalah karna terlalu egois tentang perasaanya pada Ana.
“Jika kau sudah tenang ,ayo kita keluar."
Liona mengangguk pelan dan mengecup bibir Jordan dengan mesra dan tersenyum. Jordan membalas senyuman kekasihnya itu.
Dan mereka pun keluar dari mobil menuju tepi pantai. Liona memakai bikini yang terlihat begitu sexy dan topi pantai menutupi rambut panjangnya yang terurai. Ia pun merapikan alas yang sudah ia sipkan agar bisa berjemur dengan santai.
“Sayang bisakah kau menggosokkan punggungku dengan sunblock?"
“Ya... tentu saja."
Liona pun menyerahkan botol sunblock pada Jordan dan belum sempat ia mengoleskannya pada Liona. Pendatang lain menghampiri mereka untuk sekedar menyapa yang tak lain adalah Ana dan Morgan.
“Hay Jordan, Liona," sapa Ana sambil tersenyum.
Jordan menoleh dan terkejut melihat Morgan merangkul Ana dengan santai dan tersenyum sinis menatapnya.
Liona membalas senyuman Ana dan memperhatikan penampilan Ana yang sedikit berbeda karna memakai bikini yang memperlihatkan sebagian tubuhnya yang terbuka.
__ADS_1
“Hay Ana! Aku hampir tidak mengenalimu karna kau terlihat berbeda hari ini."
“Terimakasih. Ini karna Pak Morgan yang memberikannya," ucap Ana keceplosan karna membicarakan hal yang tidak penting.
Mata Jordan terbelalak mendengarnya, tetapi Morgan tersenyum senang melihat ekspresi Jordan yang terlihat terkejut dan kesal.
“Kebetulan sekali kita bertemu bagaimana kalau kita bersenang-senang bersama," ucap Morgan.
“Aku setuju! Bagaimana kalau kita mengadakan lomba?" ucap Liona.
“Sepertinya seru tapi, lomba apa yang harus di mainkan?" tanya Morgan.
“Emh... JET SKI bagaimana?" tanya Liona bersemangat.
“Tapi aku tidak tau cara memakainya."
“Tenang saja kita akan menaiki Jet Ski dengan pasangan masing-masing," ucap Liona.
“Kalian saja, aku tidak mau ikut!" tolak Jordan.
“Ayolah sayang, ikut saja ini pasti menyenangkan!" rengek Liona.
“Tapi buat apa kita bermain bersama mereka? Kita bisa mencari kesenangan sendiri," ucap Jordan.
“Kau takut Jordan?" sahut Morgan.
“Takut katamu? Cih! Buat apa aku takut?" jawab Jordan.
Jordan terdiam karna tak bisa berkata apapun. Ia hanya tidak mau berada dekat dengan Morgan yang selalu membuatnya terpancing emosi.
“Ya baiklah," ucap Jordan pasrah.
“Oke! Aku akan meminta bantuan orang lain, untuk memasang bendera di tengah laut! Dan yang mendapatkannya duluan, berarti dia yang menang."
“Tapi apa imbalan untuk yang menang?" tanya Liona.
“Apapun yang kau mau aku akan memenuhinya jika kau yang menang."
“Dan sebaliknya, jika aku yang menang maka kalian berdua harus menuruti semua yang aku minta," imbuh Morgan.
“Baiklah setuju!" sahut Liona.
Sedangkan Jordan dan Ana saling memandang ragu. Sekilas Morgan mengetahui gelagat mereka dan semakin erat merangkul Ana agar Jordan cemburu melihatnya.
Morgan tau jika adiknya itu menyukai Ana meski ia sudah mempunyai Liona. Tapi ia juga menyukai Ana dan ingin memilikinya meski Ana sudah menolaknya.
“Tunggu sebentar disini. Aku akan memanggil orang-orangku untuk menyiapkannya," ucap Morgan dan meninggalkan mereka bertiga.
“Liona bisakah kau pergi ke mobil mengambil ponsel ku yang tertinggal?"
“Oke! Aku akan mengambilnya," jawab Liona dan pergi menuju mobil.
Kini hanya tinggal mereka berdua. Ana seperti salah tingkah tak berani menatap ke arah Jordan. Tapi Jordan malah mendekatinya dengan sangat dekat dan menatap dingin pada Ana.
__ADS_1
“Kebetulan sekali kita bertemu disini Ana! Dan sepertinya kau sangat bersenang-senang dengan Morgan.*
“ Ya! Mungkin memang terlihat seperti itu," ucap Ana menunduk.
“Kalian berpacaran?" tanya Jordan.
“Itu bukan urusanmu! Jadi aku tak perlu menjawabnya."
“Benarkah? Tapi kenapa kau begitu takut menatap mataku? Apa mungkin kau menyukaiku Ana?"
“A-pa maksudmu?" tanya Ana terbata-bata.
“Jawablah Ana! Kau menyukaiku atau tidak?"
“I-tu mana mungkin," ucap Ana yang semakin takut jika Jordan mengetahui perasaannya.
“Jadilah pacarku Ana!"
Ana mendelik tak percaya dengan apa yang ia dengar. Hatinya seperti akan meledak saat ini juga entah karena senang atau malah menjadi petaka baginya.
“Apa?! Kau gila Jordan!" ketus Ana.
“Ya aku sudah gila karnamu!"
“Sayang aku sudah mencari ponselmu tapi tidak ku temukan," ucap Liona yang tiba-tiba datang.
Ana dan Jordan langsung gelagapan terkejut dengan kedatangan Liona. Dan Liona merasa curiga dengan gelagat mereka berdua. Tak lama Morgan juga datang berlari kecil menghampiri mereka.
“Semuanya sudah siap!"
“Baguslah, ayo kita mulai saja!"
Liona menggandeng erat tangan Jordan memamerkan kemesraan mereka. Ana hanya memalingkan wajahnya agar tak salah tingkah didepan Liona.
“Ayo Ana kau berpasangan denganku," ucap Morgan tersenyum.
Ana hanya menggangguk dan tersenyum. Morgan juga menggandeng tangan Ana dan Ana tak keberatan dengan itu.
Jordan menatap sinis ke arah Morgan tapi Morgan hanya membalasnya dengan tersenyum senang.
Mereka pun berjalan menuju tempat Jet Ski yang sudah disiapkan dan memakai baju pelampung.
“Sayang kita harus menang! Aku tidak mau jadi budak mereka kalau kita kalah!" ucap Liona.
“Tenang sayang, aku sangat ahli dalam permainan ini, jadi aku tidak mungkin kalah," ucap Jordan.
__ADS_1