Gadis Miskin Dan Pria Kaya

Gadis Miskin Dan Pria Kaya
Perasaan Yang Lain


__ADS_3

Mobil Neysa telah sampai dikantor dan terparkir rapi di basement. Neysa membuka laci mobilnya mengambil kacamata, Wig rambut, dan masker.


“Aku sudah menyiapkan ini Ana, aku yakin orang lain tidak akan mengenalimu bahkan para wartawan itu," ucap Neysa yakin.


"Ana memperhatikan wig yang Neysa berikan padaku. Bentuknya sedikit unik dan sangat tidak cocok untukku. Semua orang akan memandangku aneh jika memakainya," gumamnya.


Bagaimana tidak, kalau wig keribo ini terpasang dikepalaku maka akan menjadi lelucon yang menggelikan. Tapi aku tidak punya pilihan untuk saat ini, karna yang terpenting aku tidak menjadi pusat perhatian yang akan memperburuk keadaan.


Aku memakai wig keribo lucu itu dan berkaca di spion depan mobil. Aku tertawa geli melihat diriku sendiri.


“Hahaha... Ney, dari mana kau mendapatkan barang seperti ini?" tanya Ana terpingkal.


“Hehehe... itu milik ayahku, kau tau kalau ayahku memakai wig yang berbeda setiap harinya karna ayahku botak," ucap Neysa terkekeh.


“Apa? Kau gila Neysa! Bagaimana kalau paman sampai tau? Aku juga akan malu pada paman."


“Sudahlah Ana, pakai saja dulu untuk melindungi dirimu. Entah sampai kapan kau akan terus memakainya hahaha..." ejek Neysa.


Ana mencubit pelan Neysa karna terus mengejeknya dan menertawakannya.


”Aaw! sakit Ana! Baiklah aku minta maaf karna terus menggodamu, cepatlah masuk untuk ceklok, karna jam kerja akan mulai lima menit lagi," imbuh Neysa.


“Ya... baiklah Ney, tapi jangan lagi kau menertawakanku jika berpapasan denganku," tegas Ana.


Neysa mengangguk, tapi masih menahan tawa melihat penampilan Ana yang begitu aneh tapi sangat menghibur. Neysa dan Ana pun keluar dari mobil dan berpisah di lift karna berbeda ruangan.


Ana berjalan menuju ruangan HRD untuk mengambil seragam kerjanya. Setiap kali berpapasan dengan karyawan lainnya mereka melihatku dengan pandangan yang berbeda.


Tapi dengan penampilan ini, mereka tidak akan tahu untuk sementara waktu siapa Ana sebenarnya sampai berita viral itu mereda.


Pak Johan, sekaligus kepala HRD menatapku tanpa berkedip dari balik pintu kaca bening seakan sudah menunggu kedatanganku.


Tok... tok... tok. Ana mengetok pintu dan masuk.


“Selamat pagi Pak!" sapa Ana.


“Pagi Ana, silahkan masuk!" balas Pak Johan.


“Duduklah Ana, aku ingin mengobrol denganmu sedikit," ucap Pak Johan.


Ana menuruti perintah Pak Johan dan duduk di kursi yang telah disediakan.


“Ana saya minta maaf karna harus mengatakan hal ini pada hari pertamamu bekerja, tapi aku tetap akan mengatakannya dan saya juga tidak bermaksud mencampuri urusan pribadimu," ucap Johan.


“Maaf pak tapi, tentang apa ini?" tanya Ana.

__ADS_1


“Ini masalah berita gosipmu dengan aktor Jordan itu," ulas Johan.


“Jangan sampai nama perusahhan ini ikut terseret karna masalah pribadimu itu Ana, karna akan sangat berpengaruh besar bagi citra perusahaan serta para Investor lainnya," lanjut Johan.


“Saya minta maaf Pak, tapi saya akan mencoba untuk meredakan masalah ini secepatnya. Dan juga saya harap Bapak juga tidak menilai saya buruk karna berita yang tidak benar itu!"


“ Saya mengerti Ana, baiklah kalau begitu, ini seragam kerjamu beserta surat kontrak yang harus kau tanda tangani," imbuh Johan.


Ana mengambil seragamnya dan menandatangi surat kontrak kerja dan segera berpamitan pada Pak Johan untuk melanjutkan pekerjaannya.


Ana memasukkan barang-barangnya ke dalam loker dengan rapi. Setelah berganti seragam, Ana pergi mengambil alat kebersihan dan melanjutkan pekerjaannya.


****


Morgan Narendra


Mobil ferrari biru berhenti di depan perusahaan, seorang pengawal membuka, kan pintu mobil itu dan seorang pria keluar dari mobil membuat semua mata disana melihatnya kagum. Pria itu yang tak lain adalah Morgan Narendra. Pria yang sukses di usianya yang masih muda sekaligus CEO di perusahaann tersebut.


Semua karyawan wanita memandangnya kagum saat Morgan berjalan menuju Lift khusus. Sinta segera menyusul mendampingi Morgan menuju lift.


“Selamat pagi Pak Morgan," sapa Sinta.


“Ya Sinta, selamat pagi juga, apa saja jadwalku hari ini?" tanya Morgan.


Morgan melihat jam tangannya menunjukkan pukul sembilan itu berarti masih ada waktu satu jam sebelum pertemuan rapat.


Morgan melihat seorang gadis berambut keribo yang tampak sangat menonjol hanya dengan melihatnya dari kejauhan. Gadis itu seperti gadis kaleng yang ia temui kemarin.


“Sinta siapa gadis yang disana itu?" tanya Morgan.


“Dia gadis yang kemarin masuk ke ruanganmu tanpa izin Pak," jawab Sinta.


“Benarkah? Siapa nama gadis itu?" tanya Morgan penasaran.


“ Kalau tidak salah Juliana namanya Pak, tapi temannya memanggilnya Ana."


“ Tapi, dia sepertinya bukan gadis yang baik."


“Kenapa kau bilang begitu Sinta? Dari mana kau tau kalau dia bukan gadis yang baik?"


Sinta memberikan iphonenya kepada Morgan. Terlihat video antara Ana dan Jordan dalam durasi dua menit. Morgan tampak tak percaya bagaimana bisa mereka sedekat itu.


Morgan sangat penasaran pada hubungan mereka berdua karna ia merasa perasaan yang aneh saat bertemu dengan Ana.


Ia senang bisa bertemu lagi dengan Ana setelah kejadian malam itu. Morgan merasa kepribadian Ana sangat istimewa dibanding wanita lain yang ia kenal.

__ADS_1


“Sinta, bisakah kau menyiapkan dokumen yang akan kita bahas di rapat nanti?" perintah Morgan.


“Ya pak akan saya siapkan segera."


“Kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu karna aku ingin bertemu dengan seseorang sekarang."


“Emh... aku ingin meminta pendapatmu Sinta."


“Tentang apa pak?" tanya Sinta.


“Apakah penampilanku terlihat rapi sekarang? Apakah menurutmu dengan penampilanku ini seorang gadis bisa tertarik padaku?" tanya Morgan antusias.


Sesekali Morgan berkaca di pintu lift merapikan rambutnya. Sinta tersenyum melihat tingkah atasannya itu.


“Bapak sangat rapi sekarang, tentu saja semua gadis akan menyukai Bapak."


“Benarkah? Aku akan menaikkan gajimu 50% bulan ini."


Liftpun berhenti dan sinta keluar menuju ruangannya.


Morgan pergi meninggalkan Sinta dengan banyak pertanyaan dibenak Sinta. Sebenarnya siapa yang akan ditemui oleh Morgan? Ini pertama kalinya Sinta melihat pak Morgan seperti sedang akan menemui kekasihnya.


Morgan keluar dari Lift matanya berkeliling mencari sosok Ana. Ia menghampiri petugas kebersihan lainnya menanyakan keberadaan Ana.


Petugas kebersihan itu memberitahu Morgan bahwa Ana sedang membersihkan ruangan pegawai di lantai tujuh.


Morgan kembali ke dalam lift menuju lantai tujuh. Sesampainya di lantai tujuh Morgan masuk ke ruangan pegawai. Semua orang berdiri menyapa Morgan. Kepala Manajer terkejut dengan kedatangan Morgan dan menghampirinya.


“Pak Morgan, apakah ada yang bisa saya bantu?" sapanya.


"Tidak!" jawab Morgan singkat.


Morgan menoleh kesana kemari tetapi tidak juga menemukan Ana.


“Apa kau melihat petugas kebersihan yang memberihkan ruangan ini?" tanya Morgan.


“Aahh... apakah yang anda maksud CS berambut keribo tadi Pak? Dia baru saja selesai dan baru saja masuk lift," jelas Manajer.


“Argh sial!"ucap Morgan kesal.


Morgan kembali ke lift dan menyerah untuk menemui Ana, karna sebentar lagi ia akan ada rapat.


Tapi tak disangka saat pintu lift terbuka ia bertemu dengan Ana. Morgan tampak kaget namun hatinya sangat senang.


Morgan melangkah masuk dan bersebelahan dengan Ana. Didalam lift Morgan bingung harus bilang apa pada Ana. Entah kenapa didekat Ana dia seperti orang bodoh sekarang.

__ADS_1


__ADS_2