
Melly tak ingat lagi masalahnya dengan Tristan sampai jam pulang sekolah tiba. Namun sialnya, Melly harus teringat kembali ketika melihat Robbin menunggunya di depan kelas. Dia segera memisahkan Melly dari Rani dan menggiringnya ke tempat parkir sekolah, tempat Tristan menanti.
Robbin mengetuk kaca mobil Tristan. Dan setelah Tristan membukanya, dia berkata, "Boss, ini Melly-nya."
"Masuk," perintah Tristan pada Melly.
Melly pun segera masuk ke mobil. Setelah Robbin menutup pintu mobil, Tristan langsung tancap gas meninggalkan Robbin di tempat parkir.
Perjalanan menuju Kafe Bob Rock sungguh menyiksa Melly. Melly benar-benar tidak nyaman berduaan dengan Tristan. Tristan sama sekali tidak mengajaknya berbicara, bahkan seperti menganggapnya tidak ada. Hanya suara musik hingar-bingar yang mengisi kekosongan di antara mereka.
Sesekali Melly melirik Tristan. Melly tidak ingin mengakui ini, tapi gaya Tristan saat menyetir mobil terlihat begitu keren di matanya. Dia begitu serius dengan tatapan yang hanya terpaku kejalanan.
Mungkin karena Melly terlalu asyik mengamatinya, sehingga ketika tiba-tiba Tristan berpaling kepadanya, Melly langsung gelagapan.
"Kenapa lo ngelihatin gue kayak gitu?" tanya Tristan.
"S-saya nggak ngelihatin kak Tristan kok," kilahnya, meskipun dia sudah tertangkap basah. "Saya cuma lagi ngelihat pemandangan di balik kaca."
"Lo pikir gue percaya sama omongan lo itu?" sergah Tristan. "Pasti otak licik lo itu sedang merencanakan sesuatu."
"Yang licik itu kak Tristan," katanya kesal. "Nyuruh saya nelepon kak Miko kayak gitu."
__ADS_1
Tristan menyeringai. "Lo khawatir ya sama pacar lo? Tenang aja, hari ini gue nggak akan ngapa-ngapain dia."
"Semoga aja dia menepati ucapannya," kata Melly dalam hati.
Mereka sampai di Kafe Bob Rock sepuluh menit kemudian. Tristan memimpin Melly ke salah satu meja yang terletak di sebelah jendela.
"Masih ada waktu sekitar satu jam sebelum jam lima," kata Tristan setelah melihat jam tangannya. "Kita makan dulu. Lo mau makan apa?"
"Wah, apa dia mau nraktir gue? Kalo benar begitu, gue harus waspada. Pasti ada alasan di balik kebaikannya. Gue nggak boleh sampai terjebak. Tapi...gue lapar banget. Kalo udah urusan makanan, rasanya perut gue nggak bisa diajak kompromi. Lebih baik gue pesan jus aja deh buat nahan lapar," batin Melly.
"Saya nggak mau makan," kata Melly, mengabaikan perutnya yang sedang berdemo. "Saya mau minum jus melon aja."
"Mmm... kak Tristan," panggil Melly. "Kapan kak Tristan balikin HP saya?"
"Ntar, kalo Miko udah dateng," jawabnya tanpa mengangkat wajah dari layar ponsel.
Melly menunggu dengan bosan sampai akhirnya tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Melly langsung menyeruput habis jus melonnya. Rasanya sangat menderita sekali buat Melly. Karena dia tidak kenyang hanya dengan minum jus melon itu.
Melly hanya bisa menyaksikan dengan air liur nyaris menetes ketika Tristan mulai memotong beef tenderloin steak-nya. Daging itu terlihat empuk dan gurih, bahkan kentang gorengnya begitu menggugah selera. Seharusnya tadi Melly tidak perlu mencurigai niat Tristan dan memesan makanan yang sama. Lagi pula, tidak ada bedanya meski dia hanya memesan minuman.
Tanpa sadar tangan Melly bergerak mendekati piring Tristan. Rasanya dia ingin sekali mencicipi makanan lezat yang ada di piringnya. Karena Melly tidak bisa mengambil daging yang sedang dinikmati oleh Tristan, maka kentang goreng adalah target utamanya.
__ADS_1
Namun, satu senti sebelum tangannya sempat menyentuh kentang goreng, Tristan membanting pisau dan garpu yang sedang dipegangnya ke piring sehingga membuat Melly tersadar.
"Jangan. Pernah. Menyentuh. Makanan. Di. Piring. Gue," desisnya dengan penekanan pada setiap kata.
"T-tangan saya bergerak sendiri, kak," kata Melly beralasan.
Melly tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Mungkin karena dia sangat kelaparan sehingga otaknya menjadi korslet.
"Makanya jangan jaim," sergah Tristan. "Kalo lapar, ya makan."
Melly hanya bisa pasrah dibilang jaim oleh Tristan. Melly pun sadar dia sudah bersikap memalukan dengan berusaha mencomot makanan di piringnya.
"Bagus," kata Tristan tiba-tiba.
Mulanya Melly tidak tahu kenapa Tristan berkata begitu, sampai Melly menyadari Tristan tidak sedang menatapnya, melainkan menatap ke belakangnya.
"Akhirnya pacar lo dateng juga."
🌻Bersambung🌻
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.
__ADS_1