Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 56


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju perpustakaan, Melly melawan arus para siswa-siswi yang berbondong-bondong pulang. Sepertinya mereka yang tadi menjadi penonton di lapangan. Mereka melirik Melly dan berbisik-bisik satu sama lain.


Tanpa memedulikan para penggosip itu, Melly tetap meneruskan langkahnya. Setibanya di perpustakaan, dia melewati Bu Gina, yang seperti biasa sedang tertidur pulas. Sepertinya Tristan berada di bagian belakang perpustakaan, jadi ke sanalah Melly berjalan.


Melly melihat Tristan sedang duduk di meja paling kanan sambil membaca buku. Ketika Tristan mendengar suara langkah Melly, dia meletakkan buku ke atas meja dan berdiri. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela di belakang Tristan membuatnya tampak bersinar. Dia memang memesona.


"Yang terjadi tadi benar-benar mengagetkan, ya?" komentar Tristan.


"Ya," kata Melly menyetujuinya.


Setelah itu hening. Melly berdiri agak jauh dari Tristan, tapi Tristan berusaha merapatkan jarak di antara mereka.


"Seperti yang tadi kubilang ke Ghevin, aku ingin memperbaiki hubunganku denganmu, Mell," kata Tristan akhirnya. "Aku udah berniat melakukannya sejak datang ke taman waktu itu, karena mengira kamu yang memintanya. Begitu aku tahu itu hanya ulah Ghevin, aku jadi ragu. Aku tahu dia nggak akan menyetujui hubungan kita. Tapi ternyata hari ini dia yang mendatangiku, jadi kebetulan sekali."


"Apa kamu udah nggak membenci Ghevin?" tanya Melly.


"Aku masih membencinya," jawab Tristan. "Tapi lalu aku sadar, kamu nggak ada sangkut pautnya dengan apa yang Ghevin lakukan ke Amanda. Kalo aku mencampakkanmu hanya karena kamu adiknya Ghevin, berarti aku nggak ada bedanya dengan dia, bukan?"


"Untunglah kamu berpikir begitu," kata Melly.


Tristan mendesah. "Maafin aku ya, Mell," katanya menyesal. "Aku nggak bermaksud membuatmu menangis. Lihat aja, mata kamu sampai bengkak begini. Aku tahu ini udah sering terjadi. Meskipun aku menolak bicara denganmu, bukan berarti aku nggak memperhatikanmu."


Tristan sebenarnya memperhatikan Melly diam-diam, tapi Melly tidak menyadarinya. Mungkin karena Melly saja yang terlalu larut dalam kesedihannya.

__ADS_1


"Aku emang nangis karena kamu," Melly mengakui. "Hanya saja, pada dasarnya aku emang cengeng. Tapi jangan khawatir, aku udah janji sama Ghevin untuk nggak nangis lagi."


"Sepertinya kamu harus membuat janji yang sama padaku," kata Tristan.


"Asal kamu juga janji nggak akan membuatku menangis lagi," kata Melly membalikkan.


"Deal!" cetus Tristan.


Melly tahu janji mereka akan terlanggar juga nantinya, sebab pasti ada saja perbuatan Tristan yang secara tidak sengaja membuatnya menangis. Tapi untuk saat ini, Melly membiarkan semua berjalan apa adanya.


"Waktu kamu ke rumahku dulu, dan bicara di depan pintu kamarku, aku mendengar semua yang kamu katakan," kata Tristan. "Kamu bilang kamu merindukan hubungan kita, aku pun merasa begitu. Jadi, untuk mengobati rasa rindu kita, apa kamu mau kembali jadi pacarku?"


Melly jadi tidak tahan untuk tidak menggodanya. "Apa nggak ada sate ayam untuk menjawabnya?"


Tapi Melly memiliki cara sendiri untuk menjawab. Dengan tangannya, dia membuat gerakan seolah-olah sedang makan sate. Tristan pun tersenyum. Dia tahu Melly sudah mengiyakan pertanyaannya.


"Aku masih memikirkan kata-kata terakhirmu di depan pintu kamarku," kata Tristan.


"Kata-kata terakhir gue? Oh, maksudnya pernyataan cinta gue."


"Aku belum sempat membalas," lanjut Tristan. "Jadi sekarang aku ingin bilang.... aku juga benar-benar mencintaimu."


Melly terharu mendengarnya. Nyaris saja air matanya mengucur bak air mancur, kalau dia tidak teringat janjinya pada Ghevin dan Tristan.

__ADS_1


Tapi Tristan melihat mata Melly yang berkaca-kaca. Dia mengelus pipi Melly, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Melly. Sepertinya tidak ada salahnya Melly menutup mata, sebab kali ini Melly yakin Tristan melakukan itu bukan karena ada benang di bajunya.


πŸ’–TamatπŸ’–


Untuk terakhir kalinya, jangan lupa Like, Komen dan Vote. Trims


πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·


Akhirnya, di awal tahun 2021 ini karya GEJOLAK MASA MUDA aku nyatakan SELESAI. Buat yang sudah membaca dari awal hingga akhir, aku mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Maaf jika cerita yang aku sajikan kurang greget, membosankan dan masih banyak kekurangan. Aku sadar, aku hanya seorang pemula.


Seperti yang telah aku umumkan waktu itu bahwa setelah GMM 1 tamat, aku akan melanjutkan ke GMM 2, dimana aku akan menceritakan sosok Rani, sahabat dekat Melly.


Jadi tetap favoritkan karya ini, karena dari sinilah aku akan mengumumkan saat GEJOLAK MASA MUDA 2 rilis.


Akhir kata dari aku, selamat berlibur, semoga harapan-harapan kita semua di tahun ini bisa terwujud. Aamiin.


Sayonara, sayonara sampai berjumpa lagi 🎡


Sayonara, sayonara sampai berjumpa lagi 🎡


Buat apa susah, buat apa susah 🎡


Susah itu tak ada gunanya 🎡

__ADS_1


πŸ”š Lux Pras 😚😚


__ADS_2