
Mungkin Melly dan Tristan akan terus bertatapan kalau tidak sadar ada dua cowok tengil yang menjadi penonton mereka. Melly melepaskan tangannya perlahan-lahan, Tristan pun kembali mengalihkan perhatiannya pada si Rambut Kribo dan si Kulit Hitam.
"Cepet minta maaf sama Melly!" perintah Tristan. Si Rambut Kribo dan si Kulit Hitam pun langsung melakukannya. Setelah Tristan mengizinkan mereka pergi, mereka langsung angkat kaki dari perpustakaan.
Tristan menatap Melly. "Harusnya lo nggak ngebiarin mereka gangguin lo kayak begitu."
"Gue juga nggak mau mereka gangguin gue," kata Melly. "Tumben lo peduli? Biasanya kan lo yang selalu gangguin gue."
"Itu beda," kata Tristan. "Cuma gue yang boleh gangguin lo. Kan lo milik gue."
Apa? Miliknya, katanya?
"Gue bukan milik lo," kilah Melly.
"Tapi gue nganggepnya begitu," tandas Tristan.
Tristan mengedarkan pandangan ke sekeliling, seakan baru sadar dia sedang berada di perpustakaan. "Lo kenapa bisa ada di sini? Kenapa nggak ke kantin?"
"Gue lagi mau nyari buku," kata Melly beralasan. "Lo sendiri kenapa ke sini?"
"Ada anggota geng gue yang ngelapor kalo dia ngelihat lo masuk ke sini," jawab Tristan. "Jadi gue pikir lo mau sembunyi di sini."
Tebakan yang tepat. Memang sulit kalau ingin melarikan diri dari Tristan. Ada saja anggota gengnya yang berkeliaran dan menjadi mata-mata.
"Tapi apa lo benar-benar mau nyari buku?" tanya Tristan sambil melirik tangan Melly yang kosong. "Gue lihat lo belum megang buku apa-apa."
__ADS_1
"Bukunya nggak ada," kata Melly, meskipun tidak ada buku yang sedang dia cari. Melly berharap Tristan tidak bertanya dengan lebih detail tentang buku yang keberadaannya fiktif itu.
Tristan menyipitkan mata ke arah Melly, lalu mendadak melangkah maju hingga tubuhnya berada sangat dekat dengan Melly. Melly sampai bisa mencium aroma tubuhnya yang sangat maskulin. Dia menunduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Melly. Dengan refleks, Melly pun menutup matanya.
Melly mengira Tristan ingin menciumnya. Dia sudah menanti bibir Tristan mendarat di bibirnya. Tapi ketika tidak ada sesuatu yang terjadi, Melly kembali membuka mata. Dia melihat Tristan sedang menatapnya dengan bingung.
"Ngapain lo nutup mata?" tanyanya heran.
Melly tidak bisa menjawab, tapi malah balik bertanya, "K-kenapa lo ngedeketin gue kayak gitu?"
"Gue cuma mau ngambil benang di baju lo," kata Tristan. Dia menunjukkan sehelai benang kepada Melly. "Gue nggak suka ngelihat penampilan lo berantakan begitu."
Ternyata Tristan bukan ingin menciumnya. Melly hanya salah paham. Tapi Melly malah jadi kecewa.
Ya ampun, kok dia bisa tahu. Malu banget deh gue!
Melly sontak mendorong tubuh Tristan menjauh darinya dan segera berlari pergi. Tidak dipedulikan seruan Tristan yang memintanya untuk kembali.
Melly berlari sampai ke kelas, lalu duduk di sebelah Rani. Kemudian dia menundukkan kepala dan memukul-mukulkan keningnya ke meja. Rani sampai keheranan melihatnya.
"Lo kenapa, Mell?" tanyanya.
"Gue malu banget," gumam Melly.
"Malu kenapa?" tanya Rani tidak mengerti. "Kak Tristan gangguin lo lagi ya? Lo ketahuan ngumpet di perpus?"
__ADS_1
"Dia emang berhasil nemuin gue di perpus," kata Melly. "Tapi gue malu bukan karena itu."
"Terus?"
Melly mengangkat kepalanya. "Tadi Kak Tristan nyelametin gue dari dua cowok yang ngegangguin gue," ceritanya. "Terus dia ngedeketin gue. Gue pikir dia mau nyium gue. Gue nyampe nutup mata, eh tahunya dia cuma mau ngambil benang di baju gue."
Rani seperti ingin tertawa, tapi menahannya. "Terus Kak Tristan gimana?"
"Dia tahu kalo gue nyangka dia mau nyium gue," kata Melly. "Makanya gue malu banget. Gue langsung lari aja tadi."
"Kok bisa-bisanya sih lo nutup mata?" tanya Rani. "Itu kan berarti lo mau dicium sama dia."
"Nggak tahu, gue nggak tahu," kata Melly frustrasi. "Kayaknya otak gue udah nggak beres nih."
"Ya udah," kata Rani. "Kalo lo ketemu dia lagi, lo nyantai aja. Anggep itu nggak pernah terjadi."
"Tapi gimana caranya?"
"Sikap lo cuek aja kayak biasanya," saran Rani.
Entah Melly bisa melakukannya atau tidak, tapi sepertinya dia akan mencobanya. Melly tidak ingin Tristan tahu betapa malu dirinya.
🍄Bersambung🍄
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.
__ADS_1