Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 12


__ADS_3

Melly langsung menoleh ke belakang dan melihat Miko baru saja memasuki kafe. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling, pencariannya baru berhenti begitu melihat Melly. Miko pun tersenyum pada Melly, tapi senyumnya langsung lenyap begitu dia melihat orang yang duduk di seberangnya. Melly berdiri dan menunggu hingga Miko sampai di dekatnya.


"Kenapa dia bisa ada di sini?" tanya Miko pada Melly sambil melirik Tristan sekilas.


"Kejutan, bukan?" Tristan yang menanggapi. Dia berdiri dan berjalan ke sebelah Melly. "Pacar lo sebenarnya nggak pengen ketemuan sama lo. Dia cuma melakukan apa yang gue suruh."


Melly memberikan tatapan minta maaf pada Miko. Tapi fokus Miko saat ini sudah berpindah ke Tristan.


"Kenapa lo nyuruh Melly melakukan ini?" tanya Miko pada Tristan.


"Karena gue pengen nunjukin sama lo kalo dia sangat nurut sama gue," kata Tristan. "Gue bisa menguasainya dengan mudah."


"Sembarangan aja dia bicara! Menguasai apa?" gerutu Melly dalam hati.


"Salah sendiri lo pacaran sama anak sekolah gue," lanjut Tristan. "Jadi lo nggak boleh protes apa pun yang gue lakukan sama dia."


"Jangan macem-macem!" Miko memperingatkan.


"Lo yang jangan macam-macam sama gue," balas Tristan. "Sedikit aja lo coba untuk ngelawan, pacar lo yang akan merasakan akibatnya."


Jadi, itulah tujuan Tristan menyuruh Melly meminta Miko datang ke Kafe Bob Rock. Dia tidak hanya ingin memamerkan otoritasnya pada Melly, tetapi juga mengancam Miko dengan menggunakan dirinya. Melly memang tidak salah telah menyebut Tristan licik. Karena dia memang pandai bermain kotor.

__ADS_1


"Sekarang gue mau lo balik badan dan pergi dari sini," kata Tristan pada Miko. "Gue mau ngelanjutin kencan gue sama pacar lo."


Ekspresi Miko mengeras. "Gue mau nganter Melly pulang," katanya.


Miko meraih tangan Melly, tapi Melly tidak bisa mengikutinya pergi karena Tristan menahan tangannya yang lain.


Di film, Melly selalu menganggap hal seperti ini. Dimana dua orang cowok cakep memperebutkan seorang cewek terlihat sangat keren. Namun, setelah dia mengalaminya sendiri, rasanya sama sekali tidak ada keren-kerennya. Melly malah takut kalau Tristan dan Miko tidak mau saling mengalah dan mereka akan menarik tangannya sampai putus. Hiii... itu mengerikan sekali bukan.


Tristan memelototi Miko. "Emang lo nggak dengar apa yang gue bilang?" sergahnya. "Jangan ganggu kencan gue! Pergi sekarang!"


Melihat kengototan yang terjadi antara Tristan dan Miko. Melly takut akan terjadi perkelahian dahsyat di kafe itu. Jadi, dengan berat hati Melly melepaskan tangannya dari genggaman Miko.


"Melly pulangnya sama kak Tristan aja," katanya pada Miko. Miko menatapnya dengan pandangan kecewa bercampur bingung.


mengantarnya pulang karena dia tidak boleh tahu kalau Melly serumah dengan Ghevin.


"Kak Miko tenang aja, Melly bisa mengatasi itu," janjinya pada Miko.


Miko masih terlihat keberatan, tapi akhirnya dia mengalah. "Gue akan pergi," katanya pada Tristan. "Tapi lepasin tangan Melly,"


"Iya, gue akan lepasin kok. Dah, sono lo pergi," kata Tristan.

__ADS_1


Miko terpaksa menurut. Dia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar. Melihat punggung Miko yang mulai menjauh membuat Melly ingin berlari mengejarnya. Sebenarnya Melly lebih ingin pulang bersama Miko, tapi Melly tahu Tristan tidak akan membiarkan itu terjadi.


Tristan langsung melepaskan tangan Melly begitu Miko sudah keluar dari kafe. Dia kembali duduk dan melanjutkan makannya.


"Kak Tristan, saya mau pulang sekarang," putusnya. "Kak Tristan nggak usah nganter saya. Saya bisa pulang sendiri."


"Gue udah bilang kalo gue akan nganter lo," kata Tristan. "Sekarang duduk dan tunggu sampai gue selesai makan."


"Saya akan bilang sama kak Miko kalo kak Tristan yang nganter saya pulang," kata Melly, mencoba bernegosiasi.


"Duduk, Melly!" tegas Tristan. Omongannya jelas tidak bisa dibantah. Melly pun membanting bokongnya ke bangku.


Sepertinya Tristan sengaja berlama-lama karena makannya tidak selesai-selesai. Ketika akhirnya makanan di piringnya sudah tandas, dia tidak langsung mengantar Melly pulang dan malah kembali memainkan ponselnya. Melly sampai harus memohon-mohon padanya, barulah dia membayar makanannya, termasuk jus melon yang diminum oleh Melly.


Di mobil, Melly mengarahkannya ke rumah Rani. Melly akan mengaku-ngaku rumah Rani sebagai rumahnya. Semoga saja Rani tidak tiba-tiba keluar dan menanyakan apa yang dia lakukan di rumahnya.


Mobil berhenti tepat di depan rumah Rani. Sebelum Melly sempat membuka pintu, Tristan melemparkan sesuatu ke pangkuan Melly. Ternyata itu ponselnya. Melly bahkan lupa memintanya lagi. Kasihan sekali ponselnya, sudah disandera Tristan selama setengah hari.


"Lo ingat, Melly," kata Tristan dari balik kaca mobilnya yang terbuka ketika Melly sudah turun. "Gue akan membuat lo menyesal karena telah memilih Miko sebagai pacar lo."


Setelah itu Tristan menutup kaca dan mobilnya segera menderu pergi.

__ADS_1


🌼Bersambung🌼


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.


__ADS_2