Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 41


__ADS_3

Sewaktu bel pulang sekolah berbunyi, Melly keluar dari kelas dan berharap akan melihat Tristan. Tapi ternyata Robbin-lah yang menunggunya.


"Tristan bilang dia nggak bisa nganter lo pulang hari ini," kata Robbin memberi pesan. "Ada sesuatu yang harus diurusnya."


"Sesuatu apa?" tanya Melly.


Robbin mengangkat bahu. "Nggak tahu," sahutnya. "Dia nggak bilang."


Melly berterima kasih pada Robbin meskipun dirinya merasa aneh. Kenapa Tristan tidak meneleponnya atau mengiriminya pesan melalui Whatsapp, tapi malah menyuruh Robbin menemuinya?


Akhirnya, Rani mendapat tugas untuk mengantar Melly pulang. Dia berharap Ghevin ada di rumah, tapi ternyata mobil Ghevin tidak tampak di mana pun.


"Lo mau mampir dulu?" tawar Melly.


"Nggak, ah," kata Rani tidak semangat. "Ntar Billy nyariin gue, lagi."


"Jangan bawa-bawa Billy deh," gerutu Melly. "Dia kan pasti tahu lo ada di rumah gue. Lo itu emang cuma mau mampir kalo ada Ghevin doang."


Rani cuma nyengir. Dia bersiap menjalankan motornya, tapi langsung berhenti begitu melihat mobil Ghevin di kejauhan.


"Kak Ghevin pulang!" serunya girang.

__ADS_1


Ghevin memarkir mobilnya di dekat motor Rani dan segera turun. Dia memberikan sapaannya yang biasa pada Rani.


"Hai, Rani."


"Hai, Kak Ghevin," balas Rani. Tidak lupa dia menyertakan senyum penuh cinta. Kali ini dia bahkan sampai menyelipkan rambut ke belakang telinga dengan gaya yang dipikirnya seksi.


"Kok tumben lo udah pulang, Ghev?" tanya Melly, mengalihkan perhatian Ghevin dari aksi sok genit Rani.


"Gue cuma pulang buat mandi," kata Ghevin. "Habis ini gue mau pergi lagi." Dia berpaling kembali pada Rani dan berkata, "Gue masuk dulu, ya."


"Iya," kata Rani dengan nada ceria. Senyum masih tercetak di bibirnya, dan terus bertahan sampai Ghevin menghilang ke dalam rumah.


"Biarin aja dia nyariin gue," kata Rani cuek. "Lo temenin gue ngobrol di sini nyampe Kak Ghevin keluar lagi ya, Mell. Kan dia cuma masuk buat mandi. Sebenernya sih gue mau nunggu di dalem aja. Siapa tahu bisa ngelihat Kak Ghevin nggak pakai baju lagi."


"Aduh, otak lo itu!" seru Melly gemas. "Ngeres banget, tahu nggak? Sini gue sapu biar bersih!"


Rani hanya cengengesan. Dia benar-benar melarang Melly masuk ke rumah dan mengajak Melly mengobrol tentang berbagai hal untuk tetap menahannya di luar.


"Udah ah, Ran," kata Melly setelah beberapa menit. "Gue mau masuk."


"Jangan!" larang Rani. "Paling sebentar lagi juga Kak Ghevin keluar, kan?"

__ADS_1


"Tapi gue udah laper," keluh Melly. "Gue pengen buru-buru makan."


"Lo mah lebih peduli sama perut lo daripada sama gue," kata Rani sambil cemberut.


"Ya nggak gitu," sergah Melly. "Lo tunggu sendiri aja deh."


Rani mulai merengek, tapi tanpa Melly sempat memprotes pun, rengekannya sudah berhenti dengan sendirinya. Tampaknya ada sesuatu yang membuatnya kaget. Matanya membesar dan terpaku ke belakang Melly.


Melly jadi heran. Ditolehkan kepalanya ke belakang, dan apa yang dia lihat membuatnya bereaksi sama seperti Rani. Efeknya bahkan lebih besar kepadanya, karena dia mulai merasa sesak napas.


Tidak. Melly tidak memercayai apa yang dilihatnya. Dia tidak yakin kalau itu mobil Tristan. Tapi ketika pintu mobil itu terbuka dan Tristan keluar dari dalamnya, Melly tahu hal yang paling ditakutkannya telah terjadi.


Yang semakin membuat Melly syok, pintu penumpang mobil itu juga terbuka, mendadak Vionna keluar sambil tersenyum penuh kemenangan. Melly tidak tahu kenapa Vionna bisa bersama Tristan, dia bahkan tidak bisa bertanya.


Tristan berhenti agak jauh dari Melly. Sepertinya dia tidak mau dekat-dekat dengannya. Dia menatap Melly tajam.


"Apa Ghevin Joachim Alexander itu kakakmu, Melly?"


🍛Bersambung🍛


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.

__ADS_1


__ADS_2