
Tidak seperti saat berkencan dengan Miko, kali ini Melly tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Belum lagi dia juga harus membujuk Ghevin agar mau mengantarnya ke rumah Rani.
"Ayolah, Ghev," bujuk Melly. "Anterin gue dong."
"Gue mau nge-date malem ini," tolak Ghevin.
"Nggak akan makan waktu lama kok," kata Melly. "Rumah Rani kan deket."
"Karena deket, lo pergi aja sendiri," kata Ghevin.
"Ntar gue pinjemin komik gue deh," sogok Melly.
"Ogah!" tukas Ghevin. "Komik lo kan komik cewek semua."
"Ada kok yang nggak terlalu cewek banget," kata Melly. "Gue akan pilihin khusus buat lo."
Ghevin masih juga berkeras menolak. Melly pun mulai mengeluarkan senjata andalannya, tampang memelas ala pengemis yang sedang meminta-minta selalu berhasil meluluhkan hati Ghevin.
Benar saja. Ghevin mulai jengah melihat tampang Melly. Dia berusaha bertahan, tapi akhirnya menyerah juga.
"Ya udah," katanya jengkel. "Kasih tau gue ntar kalo lo udah mau berangkat. Jangan pasang tampang begitu lagi! Ntar gue siram pake air nih."
__ADS_1
Setelah misi dengan Ghevin berhasil, Melly kembali disibukkan dengan dandanannya. Tadi dia sudah memilih pakaian yang akan dikenakannya malam ini: tank top putih dengan hiasan bunga berwarna pink di bagian dada dan rok pink berenda yang tidak kalah cantik. Kini dirinya hanya tinggal merias wajah. Ghevin sampai terpana ketika Melly masuk ke kamarnya untuk memberitahu bahwa dia sudah siap berangkat.
"Lo bukannya cuma mau ke rumah Rani?" tanya Ghevin. "Kenapa nyampe dandan heboh begitu?"
"Gue kan mau jalan-jalan sama Rani," kata Melly beralasan.
Mata Ghevin menyipit curiga. "Lo mau double date, ya?" tuduhnya.
"Nggak kok," sahut Melly.
"Emang bener sih gue mau kencan, tapi kan Rani nggak ikut." kata Melly dalam hati.
Ghevin tidak percaya. "Siapa cowok yang jadi pasangan lo?"
"Gue bilang, gue nggak mau double date, Ghev, kakakku sayang," tukas Melly dengan nada pura-pura gemas untuk menutupi kegugupannya.
"Kalo lo sama Rani emang mau jalan-jalan, biar gue anter kalian," kata Ghevin. Sepertinya dia ingin membuktikan kata-kata Melly dengan menguntit mereka berdua.
"Lo kan ada kencan," kata Melly mengingatkannya.
"Biar gue batalin kencan gue," ujar Ghevin.
__ADS_1
Melly langsung menggeleng-geleng dengan panik. Kalau Ghevin sampai melakukan itu, bisa rusak kencannya malam ini.
"Rani pasti ngerasa nggak nyaman kalo lo ikut," kata Melly. Padahal kenyataannya, kalau mereka benar-benar jalan-jalan dan Ghevin ikut, Rani pasti akan kegirangan sampai-sampai dia kayang sepanjang jalan.
"Lagian ntar kita juga mau shopping," tambah Melly. "Bukannya lo bilang lo paling anti nemenin cewek shopping? Apalagi gue sama Rani kalo shopping tuh bisa berjam-jam."
Ghevin tampak ngeri mendengarnya. Sepertinya dia berpikir ulang untuk membatalkan kencannya. Melly mendesah lega ketika akhirnya Ghevin memutuskan untuk sekadar mengantarnya ke rumah Rani saja.
Lagi-lagi Melly mengalami kesulitan ketika Ghevin sudah menghentikan mobil di depan rumah Rani. Syarat dari Rani yang lain: Melly harus bisa menyuruh Ghevin masuk ke rumahnya.
"Lo harus mampir dulu," kata Melly.
Ghevin menggeleng. "Gue mau langsung balik aja," katanya.
"Sebentar doang," kata Melly. "Nggak sopan kalo lo langsung balik tanpa mampir dulu."
Untung saja, Rani keluar di saat yang tepat dan dia sendiri yang mengundang Ghevin untuk masuk. Melly tersenyum geli melihat penampilan Rani. Jelas dia berdandan untuk bertemu Ghevin. Tapi ada untungnya buat Melly, mereka jadi benar-benar terlihat seperti ingin jalan-jalan.
Karena Rani sudah turun tangan, Ghevin pun akhirnya menerima undangannya. Mereka lalu masuk dan duduk di ruang tamu.
🍑Bersambung🍑
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.