
Melly terus mengecek ponselnya sampai malam tiba. Iseng-iseng, dia membuka WhatsApp-nya. Saat itulah dirinya baru menyadari dan menemukan keanehan.
Ada satu pesan WhatsApp yang rasanya tidak pernah dia kirimkan. Pesan itu ditujukan untuk Tristan dan baru dikirim beberapa jam yang lalu. Isinya seolah-olah dia mengajak Tristan untuk bertemu di taman dekat SMA Galaxy pukul delapan malam ini. Siapa yang mengirim pesan itu? Dia memikirkan kemungkinannya, dan mendadak tersentak.
"Ghevin! Pasti dia pelakunya." tebaknya.
Hanya Ghevin lah yang memiliki kesempatan untuk menyentuh ponselnya. Melly melihat dari waktu pengirimannya, sepertinya Ghevin mengirim pesan itu ketika Melly sedang berada di kamar mandi.
Pantas saja tadi ponselnya berpindah tempat. Itu bukan karena Melly sudah pikun, tapi karena Ghevin tidak sengaja memindahkannya setelah menggunakannya.
Awalnya Melly bingung kenapa Ghevin menggunakan WhatsApp-nya untuk mengirim pesan kepada Tristan, tapi setelah membaca isinya lagi, Melly jadi mengerti. Dia ingin Tristan datang sendirian ke taman itu. Kalau Ghevin sendiri yang memintanya, tentu Tristan akan datang bersama seluruh anggota gengnya. Ghevin tidak ingin itu terjadi, karena mungkin dia hanya ingin memberi pelajaran pada Tristan.
"Oh... No! Apa yang harus gue lakukan? Kalo Ghevin udah merencanakan sampai sejauh itu, dia jelas nggak main-main. Gawat nih!"
Tapi Tristan tidak akan menuruti isi pesan itu, bukan? Dia kan masih marah pada Melly. Dia tidak akan pergi ke taman itu hanya karena Melly memintanya. Tapi sebelum bisa memastikan itu, Melly tidak bisa tenang.
Sekarang sudah pukul delapan lewat sepuluh. Melly berusaha menghubungi Tristan, tapi tetap tidak ada respons. Ketika dia mencoba menghubungi Ghevin, ternyata ponselnya dimatikan.
Melly semakin gelisah. Dia tidak bisa terus-menerus di kamarnya dan menerka-nerka apa yang terjadi. Akhirnya dia memutuskan untuk datang ke taman itu. Segera dia menelepon Rani dan Rani langsung mengangkat pada deringan pertama.
"Kenapa, Mell?"
__ADS_1
"Ran!" seru Melly. "Lo bisa nganter gue ke taman deket sekolah kita sekarang, nggak?"
"Hah?" Rani terdengar bingung. "Ngapain?"
"Ghevin ngirim pesan WhatsApp ke Tristan pakai HP gue," jelas Melly. "Kayaknya dia mau mukulin Tristan."
"Serius lo?" tanggap Rani kaget.
"Nggak tahu juga," kata Melly. "Yang penting gue harus ke taman itu dulu."
"Waduh!" seru Rani. "Tapi gue nggak bisa nganter lo. Soalnya motor gue lagi dipakai Billy."
Tapi ketika Melly baru sampai di teras rumah, dia melihat sebuah motor berhenti di depan pintu gerbang. Kelegaan langsung menyergap ketika dia menyadari itu motor Miko.
"Oh, iya! Kenapa tadi gue nggak kepikiran minta tolong sama dia, buat nganterin gue."
Melly membuka pintu gerbang dan Miko tampak kaget ketika melihatnya. Mungkin karena dia tidak menyangka Melly akan tiba-tiba keluar.
"Mell, lo udah tahu?" tanya Miko.
Melly tahu yang Miko maksud adalah tentang Ghevin dan Tristan, jadi dia mengangguk. "Apa... apa yang sebenarnya direncanakan oleh Ghevin?"
__ADS_1
Miko terlihat ragu sejenak, sebelum akhirnya menjawab. "Rencananya Ghevin mau ngasih pelajaran ke Tristan karena berani macarin lo."
Tepat seperti dugaan Melly. Ternyata memang itu rencana Ghevin. Tapi ada hal penting lainnya yang ingin Melly ketahui.
"Apa Tristan dateng?" tanya Melly.
Perlahan Miko mengangguk, hati Melly pun terasa remuk. Melly tidak percaya. Kenapa Tristan datang. Seharusnya dia mengabaikan pesan itu, karena dia masih marah padanya. Kalau sudah begini, Melly jadi berharap Tristan mau memaafkannya.
Apakah itu mungkin? Apakah Tristan memang mau memaafkan Melly, sekaligus memperbaiki hubungan mereka?
"Makanya gue ke sini," kata Miko. "Gue mau bawa lo ke taman itu. Tadinya gue ragu-ragu, tapi gue sadar cuma lo yang bisa menghentikan Ghevin. Ada beberapa anggota geng kami yang ikut bersama Ghevin. Gue melakukan ini bukan untuk Tristan, tapi untuk lo. Gue tahu lo akan sedih kalo nyampe terjadi sesuatu sama Tristan."
"Kak Miko bener-bener baik," puji Melly. "Melly juga sebenernya mau ke taman itu. Malahan tadi Melly sempat minta tolong sama Rani buat nganter, tapi dia nggak bisa."
"Kalo begitu, ayo kita pergi sekarang," ajak Miko.
Secepat kilat Melly segera memakai helm yang diserahkan Miko kepadanya. Setelah dia naik ke atas motor, Miko langsung memacu motornya dengan cepat.
🍡Bersambung🍡
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.
__ADS_1