Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 50


__ADS_3

Amanda meninggalkan Melly dan Rani beberapa menit, sementara Melly menanti dengan penuh harap. Namun begitu kembali, Amanda hanya menggeleng, tanda Tristan tidak mau menemui Melly.


Melihat kekecewaan di wajah Melly, akhirnya Amanda membawa Melly ke depan kamar Tristan. Kalaupun Melly tidak bisa melihat Tristan, setidaknya Melly bisa bicara padanya. Amanda pun meninggalkan Melly di sana dan kembali ke ruang tamu untuk menemani Rani.


Melly mengetuk pintu kamar Tristan yang berwarna putih. "Tristan" panggilnya. "Apa kamu mau membuka pintu ini untukku?"


Tidak ada sahutan sama sekali dari Tristan. "Oke, nggak apa-apa kalo kamu emang nggak mau membukanya," kata Melly. "Yang penting aku mau kamu mendengarkanku."


Melly menarik napas dalam-dalam, bersiap mengeluarkan segala unek-unek yang akan dia sampaikan pada Tristan.


"Aku minta maaf atas perbuatan Ghevin tadi malem," kata Melly. "Nggak seharusnya dia ngehajar kamu seperti itu. Aku udah marahin dia."


Melly diam sejenak. Betapa dia ingin mengetahui reaksi Tristan saat mendengar dirinya memarahi Ghevin.


"Kuakui akulah penyebabnya," lanjut Melly. "Karena itulah aku merasa bersalah sama kamu. Tapi aku ingin kamu tahu, aku nggak pernah bermaksud membuatmu celaka. Andai aku tahu rencana Ghevin sejak awal, aku pasti akan menghentikannya. Sayangnya aku terlambat."

__ADS_1


Melly diam lagi. Dia berharap Tristan memercayai kata-katanya.


"Aku nanyain kamu ke Kak Robbin tadi," kata Melly. "Dia bilang kamu sakit. Apa kamu nggak ngasih tahu dia kalo kamu dikeroyok geng Ghevin? Apa kamu sengaja menyembunyikannya, supaya anggota gengmu nggak ngebales Ghevin? Apa kamu melakukan itu untuk melindungi Ghevin, karena dia kakakku? Nggak peduli apa yang udah dilakukannya ke kamu?"


Sampai di situ, air mata Melly mulai mengalir. Padahal dia sudah bertekad untuk tidak menangis.


"Kalo emang benar begitu, aku sangat berterima kasih sama kamu," kata Melly sambil terisak. "Padahal kamu bisa nyuruh anggota gengmu untuk membuat Ghevin babak belur sepertimu, tapi kamu nggak melakukannya dan semua itu demi aku."


Melly menutup mata dan menyandarkan kening ke pintu kamar Tristan.


Melly tetap bertahan dengan posisinya, sambil membiarkan air matanya terus mengalir.


"Aku merindukan hubungan kita," desahnya. "Bahkan aku merindukan saat-saat kamu menjadikanku pesuruhmu. Itu jauh lebih baik daripada didiamkan olehmu seperti ini."


Melly membuka mata dan memaksakan diri untuk tersenyum, meskipun Tristan tidak bisa melihat.

__ADS_1


"Semoga memar-memarmu cepat sembuh," doa Melly. "Kita ketemu lagi di sekolah. Dan, Tristan…" jantung Melly berdebar keras saat dia berjuang untuk mengucapkan kata-kata selanjutnya. "aku benar-benar mencintaimu."


Melly segera beranjak dari depan kamar Tristan dengan senyum bercampur air mata. Ketika dia kembali ke ruang tamu, Rani dan Amanda langsung berdiri dan menghampirinya.


"Udah selesai ngomongnya?" tanya Amanda.


Melly mengangguk. Dengan didorong keinginan yang sangat kuat, Melly meraih Amanda ke dalam pelukannya. Amanda sempat terkejut, tapi tetap membiarkan Melly memeluknya.


"Gue minta maaf karena Ghevin udah nyakitin hati lo," kata Melly. "Lo cewek yang baik, nggak pantes diperlakukan seperti itu olehnya."


Amanda tidak menyahut, tapi tak lama kemudian Melly bisa mendengar isakannya. Mereka pun menangis bersama-sama, disaksikan oleh Rani dengan mata berkaca-kaca.


🍤Bersambung🍤


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.

__ADS_1


__ADS_2