
Mungkin ini memang hari keberuntungan untuk Rani. Karena saat Rani dan Melly baru sampai di ruang keluarga. Ghevin tiba-tiba keluar dari kamar mandi. Dia bertelanjang dada dan tubuhnya hanya berbalut handuk. Tidak ada kekagetan yang terpancar di wajah Ghevin ketika melihat mereka. Dia hanya mengendikkan kepala pada Rani dan berkata dengan santai, "Hai…"
Tentu saja Rani tidak sedang dalam keadaan siap untuk bisa membalas sapaan itu. Dia hanya terpaku dan mulutnya menganga lebar, sampai kodok pun mungkin bisa masuk ke dalamnya. Posisinya tetap tidak berubah meski Ghevin sudah masuk ke kamar.
Melly menaikkan dagu Rani agar mulutnya tertutup. Sentuhan Melly membuatnya tersadar. Melly menggeleng-geleng ketika Rani menoleh kepadanya.
"Lo itu malu-maluin banget sih," omel Melly.
"Melly," katanya. Dia bahkan tidak menggubris omelan Melly. "Itu tadi bukan mimpi, kan? Kak Ghevin bener-bener nggak pake baju dan nyapa gue, kan?"
Oke, ternyata Rani sudah positif gila. Melly segera mengajak Rani masuk ke dalam kamarnya sebelum dia mulai heboh di ruang keluarga. Begitu sampai di dalam kamar, Rani langsung melempar dirinya ke ranjang dan mulai memekik kegirangan.
"Sssttt, Rani," Melly memperingatkannya. "Jangan berisik. Ntar didenger Ghevin lho."
Dia tidak memedulikan Melly. "Kak Ghevin seksi banget," desahnya. Melly bergidik.
"Seksi" memang kata yang sering di gunakan cewek-cewek untuk menggambarkan sosok Ghevin. Tapi karena Melly adiknya, tentu saja dia tidak pernah menganggapnya begitu.
Rani pertama kali bertemu Ghevin ketika mereka masih duduk di bangku kelas tujuh. Saat itu Melly mengajaknya main ke rumah. Dia pun jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Ghevin. Tapi malang bagi Rani, sepertinya cintanya bertepuk sebelah tangan. Ghevin sama sekali tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia memiliki perasaan yang sama dengannya.
Ketika Rani mendengar suara mobil Ghevin dihidupkan, dia bertanya, "Ghevin mau pergi ke mana?"
__ADS_1
"Nggak tahu," jawab Melly. "Mungkin mau nge-gym".
Rani mengangguk-angguk setuju. "Dia memang harus mempertahankan keseksiannya," katanya, lagi-lagi membuat Melly bergidik. "Ya udah deh, gue mau pulang. Kasihan Billy sendirian di rumah."
Sekarang Billy yang dikasihaninya. Melly pun melempar bantal ke mukanya dengan gemas. "Giliran Ghevin pergi aja, lo langsung buru-buru mau pulang."
"Habis nggak seru kalo nggak ada kak Ghevin," kata Rani.
Melly mengantarnya kembali ke pintu gerbang. Dia naik ke motor dan melambaikan tangan pada Melly sebelum berlalu dari rumahnya. Ketika Melly masuk kembali ke kamarnya, Baekhyun EXO sedang bernyanyi. Melly lantas mengambil ponsel dan melihat Miko yang meneleponnya.
"Melly!" serunya begitu Melly mengangkat telepon. "Lo di mana sekarang?"
"Melly udah di rumah kok," jawabnya.
Melly tersenyum mendengar nada khawatir dalam suaranya. Dia benar-benar peduli pada Melly. Kalau tidak, tentu dia tidak akan meneleponnya sekarang.
"Dia nggak ngapa-ngapain Melly kok," jawabnya menenangkan Miko. "Dia juga nggak tahu Melly serumah sama Ghevin. Dia nganter Melly ke rumah Rani."
"Jadi dia taunya rumah Rani itu rumah lo?"
"Iya," jawab Melly.
__ADS_1
"Ide lo bagus," puji Miko. "Pastiin aja Rani tahu tentang itu, jadi kalo sewaktu-waktu Tristan dateng ke sana, dia bisa bersiap-siap untuk menghadapinya."
"Rani udah tahu kok," kata Melly.
Mendadak Melly teringat, dia belum meminta maaf pada Miko atas apa yang terjadi hari ini. "Kak, maaf ya, Melly terpaksa nyuruh kak Miko dateng ke kafe Bob Rock."
"Santai aja, nggak usah dipikirin," kata Miko. "Gue ngerti lo melakukan itu karena disuruh Tristan."
"Tristan benar-benar bikin Melly kesel," gerutunya.
Miko mengembuskan napas. "Gue tahu," katanya. "Gue juga udah lama dibikin kesal sama dia. Gue pengen banget ngelindungi lo dari dia selama di sekolah."
"Kak Miko udah berusaha ngelindungi Melly dari dia kok," katanya. "Lagian itu kan emang bukan tugas kak Miko."
"Gue kan pacar pura-pura lo sekarang," kata Miko. "Jadi itu tugas gue. Gue juga udah janji sama Ghevin kalo gue akan ngebantu dia buat ngejaga lo."
Hati Melly seketika menghangat mendengar kata-kata dari Miko. Rasanya dia seperti pacar sungguhan bagi Melly. Mereka masih berbicara selama beberapa menit setelahnya, lalu Melly pun menutup telepon. Melly bagaikan berada di awang-awang. Miko memang selalu tahu bagaimana membuatnya senang.
Tapi kesenangannya diganggu oleh suara perut yang keroncongan. Melly baru ingat kalau dia sudah kelaparan sedari tadi. Kemudian segera Melly tinggalkan kamar untuk berburu makanan di dapur.
🌾Bersambung🌾
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.