
Tapi memang sulit untuk membohongi Tristan. Dia tidak langsung membebaskan Melly dari hukuman setelah dia mengatakan hubungannya dengan Miko sudah berakhir. Tristan tetap saja memata-matainya dan dari situlah dia tahu bahwa Miko masih mengantar-jemputnya ke sekolah.
Memang di situlah kelemahan rencana Melly. Miko tentunya tetap mengantar-jemput Melly ke sekolah karena yang dia tahu hubungan pura-pura mereka masih berjalan. Kalau Melly menyuruhnya untuk tidak lagi mengantar-jemputnya, dia akan mempertanyakan alasannya.
Melly berusaha menjelaskan pada Tristan, kalau Miko tetap ingin mengantar-jemputnya ke sekolah untuk menghargai hubungan pertemanan mereka. Melly pikir Tristan akan mengerti, tapi ternyata dia malah menghampiri Melly dan Miko pada jam pulang sekolah.
"Ngapain lo masih nganter-jemput Melly?" tuntut Tristan pada Miko.
Ditanya begitu, jelas Miko bingung. Dia menatap Melly meminta penjelasan darinya. Melly hanya bisa menunduk dan pura-pura tertarik pada helm yang dipegangnya. Memang salahnya karena telah berbohong. Sebagai akibatnya, kini dirinya tidak tahu bagaimana harus menghadapi mereka berdua.
Mendadak terdengar dengusan Tristan. "Udah gue duga," cetusnya. "Lo belum bilang apa-apa sama Miko kan, Mell?"
Melly menunduk semakin dalam. Kebisuannya seolah membenarkan tuduhan Tristan. Tristan mulai mendesak Melly untuk memastikan kali ini permintaannya dipenuhi.
"Gue akan kasih satu kesempatan lagi buat lo, Mell," kata Tristan. "Bilang ke dia sekarang biar gue bisa denger sendiri."
Melly tetap bungkam. Miko tidak boleh tahu dengan cara seperti ini. Melly ingin menjelaskan secara pribadi dan memberi pengertian. Tapi sepertinya sudah terlambat untuk itu.
__ADS_1
"Ayo, Mell, bilang ke dia!" paksa Tristan.
Miko mendekati Melly dan membuat perhatian Melly teralih dari helm di tangannya. "Melly," panggilnya lembut. "Ada apa?"
Melly menatap Miko sambil menggigit bibir. Dia berusaha bertahan, meskipun Tristan terus mendesaknya untuk membuka mulut.
"Oke," kata Tristan akhirnya, menyerah dengan kegigihan Melly. "Kalo lo emang nggak mau bilang, biar gue yang bilang."
"Jangan!" larang Melly tiba-tiba.
Tapi tentu saja Tristan tidak mau mendengar kata-kata Melly. Dengan gampang dia berkata pada Miko, "Melly bilang dia mau putus dari lo."
Miko tidak percaya begitu saja pada kata-kata Tristan. Dia bahkan tidak menanggapi, dan bertanya pada Melly. Sepertinya dia ingin mendengarnya langsung dari mulut Melly.
"Melly, apa itu bener?" tanya Miko.
Melly masih saja tidak bisa menjawab. Miko menganggap diamnya Melly sebagai tanda Melly kesulitan untuk bicara jujur padanya.
__ADS_1
"Apa ini karena kejadian di kedai bakso itu?" tanya Miko dengan suara pelan agar Tristan tidak bisa mendengarnya.
Tepat sesuai dugaan Melly. Dia tahu Miko memang akan mengungkit soal kejadian di kedai bakso itu.
"Bukan," sanggah Melly. "Bukan karena itu."
"Sekarang lo udah tahu kan, Miko," Tristan menginterupsi. "Melly nggak mau pacaran sama lo lagi. Jadi, terima aja nasib lo dan jauhi dia."
Lalu kepada Melly, dia berkata, "Ayo, Melly, gue anter lo pulang!"
Sulit bagi Melly untuk bergerak, tapi Melly tahu dia harus menuruti Tristan. Jadi dia mengembalikan helm di tangannya pada Miko seraya berbisik, "Dateng langsung ke rumah Melly, biar Melly jelasin semuanya."
Miko mengangguk samar. Dia membiarkan Melly berjalan bersama Tristan dan meninggalkannya, tapi Melly bisa melihat kepedihan di wajahnya dan itu sangat melukai hati Melly.
Melly hanya diam selama berada di mobil Tristan. Tristan pun kali ini tampaknya cukup tahu diri untuk tidak mengganggu. Mungkin dia tahu Melly sedang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah apa yang terjadi pada Miko.
🍊Bersambung🍊
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.