
Meskipun tadi malam Miko sudah mengabari Melly tentang Tristan, tetap saja Melly merasa khawatir. Miko mengantar Tristan pulang dengan bantuan anggota geng Ghevin yang lain. Tadinya Miko ingin membawa Tristan ke rumah sakit, tapi Tristan dengan keras kepalanya menolak.
Begitu tiba di sekolah bersama Rani, Melly berniat untuk langsung ke kelas Tristan, tapi sebelum sampai di kelas Tristan. Melly bertemu dengan Robbin.
"Apa Kak Tristan masuk hari ini?" tanya Melly.
Robbin menggeleng. "Tadi dia nelepon gue, katanya dia sakit," jawabnya.
"Sakit? Apa Tristan nggak ngasih tahu Robbin kalo tadi malem dia dikeroyok geng Ghevin?" tanya Melly dalam hati.
"Tristan sakit?" Tiba-tiba saja Vionna muncul dan nimbrung. Dia tampak khawatir. "Sakit apa?"
Robbin hanya mengangkat bahu dan meninggalkan mereka. Vionna baru akan mengikuti Robbin, tapi Rani menahannya.
"Tadi malem Kak Tristan dikeroyok sama geng Kak Ghevin nyampe babak belur," kata Rani memberitahu Vionna.
Vionna terpana. "Kok bisa Tristan nyampe dikeroyok?"
"Itu semua gara-gara lo," tuduh Rani. "Andai aja lo nggak ngasih tahu Kak Tristan kalo Melly itu adiknya Kak Ghevin, hal itu nggak akan terjadi."
"T-tapi kan gue nggak tahu kalo akibatnya akan separah ini," gagap Vionna.
Rani mendengus. "Harusnya lo tahu, karena Kak Ghevin dan Kak Tristan itu musuh bebuyutan," tandasnya. "Kalo nyampe terjadi sesuatu sama Kak Tristan, berarti lo juga harus ikut tanggung jawab."
Vionna terlihat sangat ketakutan sampai-sampai hampir menangis. Melly pun segera mengajak Rani pergi darinya.
"Lo kan nggak perlu nyampe nakut-nakutin dia segala," kata Melly.
"Biarin aja," kata Rani. "Siapa suruh dia berusaha ngerebut Kak Tristan dari lo dengan cara kotor begitu. Lagian tumben lo ngebelain dia."
__ADS_1
"Gue bukannya ngebelain dia," tukas Melly. "Gue cuma terlalu khawatir sama keadaan Kak Tristan jadi gue nggak mau dipusingin sama hal lain."
"Kalo emang lo khawatir sama keadaan Kak Tristan, kenapa lo nggak dateng aja ke rumahnya?" tanya Rani. "Lo kan pernah ke sana."
Rani benar. Kenapa Melly tidak terpikir untuk datang ke rumah Tristan? Dengan begitu dia bisa melihat sendiri bagaimana keadaan Tristan.
"Apa lo mau nganterin gue ke rumah Kak Tristan?" tanya Melly penuh harap.
"Kapan?"
"Pulang sekolah," sahut Melly. "Lo bisa nggak?"
"Bisa kok," kata Rani. "Lo masih inget jalan ke rumahnya, kan?"
Melly bilang pada Rani bahwa dia masih ingat, tapi nyatanya, mereka justru tersesat. Makan waktu sekitar dua jam sampai akhirnya mereka bisa menemukan rumah Tristan.
Mobil Tristan dan mobil Amanda terparkir bersebelahan. Ternyata keduanya sedang ada di rumah. Bahkan Amanda sendiri yang membukakan pintu ganda untuk Melly dan Rani. Amanda tidak tampak terlalu terkejut begitu melihat Melly.
"Hai, Amanda," sapa Melly kikuk.
Amanda tersenyum. "Hai," balasnya.
Melly pun mengenalkan Amanda dengan Rani. Rani tampak ogah ogahan ketika menyalami Amanda. Mungkin Rani bersikap jutek pada Amanda karena dia menganggap Amanda sebagai saingannya dalam memperebutkan cinta Ghevin.
Amanda mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu. Setelah seorang asisten rumah tangga membawakan minuman, baru Amanda mulai berbicara.
"Jadi lo bener-bener adiknya Ghevin?" tanyanya.
Melly tahu Amanda pasti akan menanyakan itu. Karena Tristan pasti sudah memberitahukan soal itu pada Amanda.
__ADS_1
"Ya," angguk Melly. Dia menatap Amanda dengan tidak enak. "Sori gue nggak ngasih tahu lo sebelumnya. Gue nyembunyiin ini dari Kak Tristan, jadi otomatis gue harus nyembunyiin dari lo juga."
"Nggak apa-apa," kata Amanda. "Gue ngerti kok alasannya."
Untunglah Amanda begitu pengertian. Tapi sepertinya Amanda belum ingin menyudahi topik pembicaraannya tentang Ghevin.
"Gimana kabar Ghevin sekarang?" tanya Amanda.
Melly mendesah. "Entahlah," katanya. "Gue lagi jarang ngomong sama dia."
"Kabar Kak Ghevin baik kok," kata Rani tiba-tiba. "Biasalah, dia lagi sibuk sama cewek-ceweknya."
Begitu mendengar ucapan Rani, Melly pun menendang kaki Rani diam-diam untuk memperingatkannya, tapi Rani tetap cuek. Pasti Rani sengaja mengatakan itu untuk membuat Amanda berpikir dia tidak ada kesempatan lagi untuk berhubungan dengan Ghevin.
"Oh," tanggap Amanda singkat.
Sambil dalam hati merutuki Rani yang membuat Amanda mulai sedih, Melly pun langsung mengalihkan topik pembicaraan ke Tristan.
"Sebenernya tujuan gue ke sini mau ngejenguk Kak Tristan," kata Melly. "Gimana luka-lukanya?"
"Udah mendingan sih, cuma memar-memar doang," jelas Amanda. "Tapi itu udah biasa. Tristan emang sering berantem."
"Apa gue boleh ketemu dia?" tanya Melly meminta izin.
"Gue tanya Tristan dulu, ya," kata Amanda. "Dia udah ngewanti-wanti gue supaya nggak ngizinin siapa pun buat ketemu dia. Tapi siapa tahu lo pengecualian."
🍣Bersambung🍣
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.
__ADS_1