
Seperti hari yang lalu, Melly ke sekolah diantar oleh Miko. Setelah turun dari motor dia berpamitan pada Miko dan berjalan memasuki gerbang sekolah. Mulanya Melly mengira dirinya sudah terbebas dari gangguan Tristan. Namun akhirnya, Melly sadar dugaan itu salah ketika dia melihat Tristan sedang duduk di bangku panjang yang berada tidak jauh dari pintu gerbang. Lagaknya seolah-olah dia pemilik sekolah itu.
Tristan memberi isyarat pada Melly agar mendatangi dirinya. Sambil berpikir apa lagi yang diinginkan oleh Tristan, Melly pun berjalan ke arahnya. Dia segera berdiri begitu Melly tiba di hadapannya dan langsung melempar tas pada Melly.
"Bawain itu ke kelas gue," kata Tristan dengan nada memerintah.
Melly hanya bisa bengong karena tiba-tiba ditimpuk tas. "Apa-apaan sih tuh orang? Seenaknya aja nyuruh gue ngebawain tas dia? kata Melly dalam hati.
"Cepat jalan!" perintahnya. "Atau lo mau, kalo pacar lo itu gue pukulin?"
Selalu saja itu ancaman yang dikatakan oleh Tristan pada Melly. Melly melotot dan mulai berjalan.
"Hei!" seru Tristan. "Lo melototin gue ya?"
Memang benar Melly memelototi Tristan. Tapi kalau dia mengakuinya, itu sama saja dia cari mati. Jadi dia berusaha untuk berkelit.
"Nggak kok. Mata gue kelilipan," ujar Melly ketus.
__ADS_1
Bagi Melly, Tristan sudah sangat kelewatan. Jadi tidak ada lagi panggilan "Kak" untuknya. Melly menggunakan "elo-gue" saat bicara kepadanya. Dia tidak peduli kalau Tristan menganggapnya tidak menghormati kakak kelas.
"Mana ada orang kelilipan matanya melotot begitu," sergah Tristan.
Melly memutuskan untuk tidak menimpalinya lagi. Sebab dia tau tidak akan ada habisnya kalau dirinya terus meladeni Tristan. Dia benar-benar orang yang tidak mau kalah.
"Tristan!" Tiba-tiba Melly mendengar suara genit Vionna. Cewek itu muncul dari antah berantah dan langsung menghampiri Tristan.
"Awas tangan lo!" kata Tristan memperingatkan sebelum Vionna menyentuhnya. "Nyentuh gue sedikit aja, gue lempar lo nyampe ke kelas."
Melly menahan tawa saat mendengar ucapan Tristan. Tapi untuk hal yang satu ini Melly setuju. Melly bahkan dengan senang hati akan membantu Tristan melempar Vionna. Tapi Vionna tidak menyerah. Dia memang tidak berani menyentuh Tristan, tapi mulutnya tetap saja mencerocos.
Tristan tidak menyahut. Sepertinya dia berusaha menulikan telinga dari kata-kata Vionna. Melly saja bisa melihat kalau Tristan merasa terganggu dengan kehadiran Vionna, tapi kenapa Vionna sendiri tidak sedikitpun menyadarinya?
Di luar masalah Vionna, Melly merutuki nasibnya yang malang. Meskipun dia bisa saja melempar tas Tristan dan berlari ke kelasnya, Melly tidak bisa melakukan itu. Dia takut sebagai balasannya Tristan akan menyakiti Miko. Melly tahu Miko akan bisa menghadapinya, hanya saja dia tidak ingin mereka berdua berkelahi karena dirinya.
Begitu sampai di kelas XII IPS 1, Melly menyerahkan tas Tristan kembali. Dia bahkan tidak mengucapkan terimakasih pada Melly.
__ADS_1
"Lo siap-siap aja, Mell," kata Tristan dengan senyum kejam. "Ini cuma awal dari kemalangan lo yang lain."
Sejatinya, Melly bingung dengan perkata Tristan. Tapi dia tidak sempat bertanya karena Tristan langsung mengusirnya. Melly pun segera keluar dari kelas Tristan. Dan tanpa dia sadari Vionna mengekor dibelakangnya.
"Kasihan banget lo, Mell," kata Vionna. Dia tidak bisa menyembunyikan nada senang dalam suaranya. "Lagian berani-beraninya lo pacaran sama anggota geng musuh sekolah kita."
Melly menoleh dan membalik badan menghadap Vionna. "Masalah gitu buat lo," kata Melly ketus.
Melly tidak mau repot-repot bertanya dari mana Vionna tahu soal itu. Hubungannya dengan Miko pasti sudah diketahui seluruh murid sekolah ini. Selain karena Miko memang selalu mengantar jemputnya sampai pintu gerbang sekolah, Tristan juga pasti sudah menyebarkan berita bahwa dirinya itu pengkhianat.
"Lo akan merasakan akibatnya," kata Vionna lagi. "Dan gue, Vionna Rossalina akan ngebantu Tristan buat ngebales perbuatan bodoh lo itu."
Dengan kesal Melly memperhatikan Vionna pergi. Ingin sekali rasanya dia menendang bokong Vionna yang sedang berlenggak-lenggok di depannya.
"Kalo emang itu yang dimau Tristan sama Vionna, baiklah! Gue pasti bisa menghadapi mereka berdua.
🌿Bersambung🌿
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.