
Pada akhirnya kencan yang dinanti pun tiba. Ketika terdengar suara klakson mobil, Melly mengintip lewat jendela dan melihat mobil Tristan sudah terparkir di luar. Perasaannya langsung campur aduk, lega, senang, dan tegang bercampur menjadi satu, dan dia tidak tahu mana yang porsinya lebih besar.
"Good luck, ya!" Rani menyemangati.
Melly memang berharap dia akan beruntung malam ini. Dengan dukungan dari Rani, Melly pun keluar dari rumah untuk menyambut Tristan. Meskipun Melly sudah berdandan habis-habisan untuk Tristan, dia sama sekali tidak berkomentar. Mungkin dia tidak menyadarinya. Tapi rasanya agak keterlaluan kalau memang benar begitu.
Tristan mengajak Melly ke suatu daerah yang berada agak jauh dari rumah Rani. Di sana nyaris dari ujung ke ujung berjajar berbagai macam kafe dan restoran. Suasananya sangat ramai, apalagi ditambah dengan banyaknya mobil yang parkir di sepanjang jalan. Pemiliknya ada yang menghilang untuk makan, ada juga yang setia nongkrong bersama mobilnya.
"Gue sering ke sini," kata Tristan tiba-tiba, ketika Melly sedang asyik mengamati keadaan di luar melalui kaca mobil.
Melly berpaling pada Tristan. "Sama cewek?" pancingnya.
Tristan mendengus. "Bukan," katanya, membuat Melly diam-diam menarik napas lega, "sama temen-temen gue."
"Oh," tanggap Melly singkat.
"Gue nggak akan ngajak sembarang cewek pergi," lanjut Tristan.
Baguslah. Ternyata dia bukan playboy seperti Ghevin yang bahkan akan mengajak cewek yang tidak dia ketahui namanya untuk berkencan dengannya.
Tristan memarkir mobil di depan sebuah restoran Jepang. Melly langsung mengernyit ketika menyadari dia mengajaknya makan sushi. Melly menahan tangannya untuk mencegah Tristan keluar dari mobil.
"Gue nggak suka sushi," Melly memberitahunya.
Tristan melepaskan tangan dari Melly. "Kenapa nggak suka?"
"Ya nggak suka aja," jawab Melly. "Gue akan makan apa pun, asalkan bukan sushi. Dari dulu gue paling benci sushi."
__ADS_1
"Tapi gue mau makan sushi," kata Tristan tidak peduli. Dia pun langsung keluar dari mobil.
Melly tidak percaya. Ini kencan pertama mereka, tapi Tristan akan membuatnya kelaparan. Melly mengikutinya keluar dari mobil dan memasuki restoran Jepang itu.
Tristan benar-benar tidak memedulikan Melly. Dia enak-enakan makan sushi, sedangkan Melly hanya minum ocha sambil menahan lapar. Dia sempat menawarkan sushi-nya pada Melly, tapi Melly langsung membuat tanda silang dengan kedua tangannya.
"Nggak mau!" tolak Melly tegas. "Nyampe kapan pun gue nggak mau."
Tristan tampak ingin tertawa, tapi dia menahannya. Mungkin dia merasa Melly hanya ingin melucu, padahal Melly serius tidak ingin menyentuh sushi-nya, tidak peduli betapa laparnya dia.
Begitu keluar dari restoran Jepang itu, Melly langsung memandang ke sekeliling untuk mencari-cari makanan. Dilihatnya ada sebuah restoran yang khusus menjual sate. Dengan semangat dia langsung berlari ke sana.
"Melly!" seru Tristan, karena Melly meninggalkannya begitu saja. "Mau ke mana?"
"Mau beli sate," jawabnya dari jauh. "Gue laper!"
Tristan mengejar Melly dan mengikutinya masuk ke restoran yang dia tuju. "Dibawa pulang aja," katanya ketika Melly sedang memesan sate ayam. "Gue nggak mau nungguin lo makan."
"Gue nggak nyuruh lo nungguin gue," balas Tristan menyebalkan.
Ketika pesanan Melly sudah datang dan dia harus membayar, Tristan mencegahnya mengeluarkan dompet.
"Biar gue yang bayar," kata Tristan sambil mengeluarkan dompetnya sendiri.
"Nggak usah," kata Melly. "Gue bisa bayar sendiri kok."
"Gue akan bayar semuanya karena gue yang ngajak lo jalan malem ini," kata Tristan. "Jadi lo nurut aja dan nggak usah banyak omong."
__ADS_1
Akhirnya Melly membiarkan Tristan membayar pesanannya. Dia memimpin Melly keluar restoran itu sementara Melly mengendus-endus satenya dengan perasaan tidak sabar untuk segera menyantapnya.
Di mobil, Tristan tidak langsung mengajak Melly pulang. Dia hanya menyetir sebentar dan memarkir mobil di antara sekelompok mobil yang sedang parkir di pinggir jalan. Melly baru sadar mobil yang lain adalah milik anggota geng Tristan. Melly senang melihat wajah-wajah yang dia kenal, meskipun agak kecewa karena sebenarnya dia ingin melewatkan malam ini hanya berdua dengan Tristan. Mungkin Tristan memang tidak memaksudkan kencan ini sebagai kencan yang romantis. Sepertinya dia hanya ingin mengajak Melly makan dan berkumpul dengan anggota gengnya.
"Oy, Bos!" sapa Robbin pada Tristan begitu mereka keluar dari mobil. Dia sama seperti anggota geng Tristan yang lainnya agak kaget ketika melihat Melly. "Eh, ada Melly juga."
"Halo," sapa Melly. Sapaannya langsung dibalas oleh semua anggota geng Tristan. Mereka berbisik-bisik satu sama lain dan tampak sedang menggosipkan dirinya dengan Tristan.
Melly membiarkan Tristan mengobrol dengan mereka. Perutnya sudah tidak bisa lagi menahan lapar, jadi dia mengeluarkan sate ayamnya. Aromanya yang lezat segera tercium oleh hidung serigala-serigala lapar alias anggota geng Tristan.
"Wah, ada sate!" seru Fabian bersemangat. "Bagi dong, Mell."
"Iya, bagi dong!" timpal O'Niel. Dalam waktu singkat, dia dan Fabian sudah tiba di dekatnya. Serigala-serigala yang lain juga mulai mengerubungi Melly.
Tristan-lah yang membubarkan kawanan itu. "Kalo ada yang berani nyentuh sate Melly, tusuk sate itu akan berakhir di jidat kalian," ancamnya.
Untuk kali ini Melly setuju dengan Tristan. "Enak aja mau ngambil sate gue, nggak tahu kali gue lagi kelaperan."
Tapi khusus untuk Tristan, sepertinya Melly harus menawarinya karena tadi Tristan sudah berbaik hati menawarkan sushi-nya, meskipun Melly tidak menginginkannya.
"Lo mau?" tanyanya pada Tristan sambil berbisik-bisik agar tidak didengar anggota gengnya. Di-acungkan satu tusuk sate padanya dengan gaya bersekongkol.
Bukannya mengambil, Tristan malah menggenggam tangan Melly yang sedang memegang tusuk sate itu dan mendekatkannya ke mulutnya. Selama menggigit sate itu, lalu menjilat bumbu sate yang tertinggal di sekitar bibirnya, dia terus menatap Melly, bagi Melly itu sangat seksi. Nyaris saja dia terkapar di jalanan karena lututnya mendadak lemas.
Melly tidak tahu apakah anggota geng Tristan ada yang melihatnya, tapi dia tidak peduli. Tangannya jadi terasa susah digerakkan setelah Tristan melepaskan genggamannya.
Lama setelah sate ayamnya habis, akhirnya Tristan mengajak Melly untuk pulang.
__ADS_1
🍓Bersambung🍓
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.