
Di depan pintu gerbang, Melly melihat Miko sedang duduk di atas motornya.
"Kak Miko!" seru Melly senang. Dia berlari ke arahnya sambil menyeret Ghevin, lalu bertanya, "Kenapa Kak Miko ke sini?"
"Ghevin yang ngajak gue," sahut Miko.
Melly pun berpaling pada Ghevin. "Lo sengaja nyuruh dia berjaga-jaga di sini, ya?" tuduhnya.
Bukannya malu karena ketahuan, Ghevin malah nyolot. "Apa salahnya? Gue kan butuh seseorang untuk ngebantu gue seandainya geng Tristan memutuskan untuk ngeroyok gue."
Melly lantas melepaskan gandengannya dan memukul pelan lengan Ghevin. "Dasar lo! Gue pikir lo berani dateng sendirian."
"Tapi kan Miko nggak ikut masuk," kata Ghevin membela diri. "Jadi sama aja."
Melly baru mau membuka mulut untuk membalas, tapi tiba-tiba dia mendengar suara Rani yang memanggil namanya. Rani berlari melewati pintu gerbang dan mendekati mereka.
"Kak Tristan nyuruh gue buat nyampein ke lo kalo dia nunggu lo di perpus," katanya pada Melly. Lalu dia menoleh pada Ghevin seraya mengacungkan dua jempolnya. "Kak Ghevin bener-bener keren tadi."
"Semua itu untuk Melly," kata Ghevin. "Seperti yang lo bilang, salah satu dari kami harus ada yang mengalah, supaya kami bisa baikan."
__ADS_1
Wajah Rani langsung memerah. "Ternyata lo ngedengerin kata-kata gue," katanya. "Padahal gue udah takut banget lo marah sama gue."
Karena Melly sedang senang, sekaligus gemas melihat interaksi Rani dan Ghevin, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka lebih dekat. Melly pun menarik Rani dan mendekatkan mulutnya ke telinga Rani, agar Ghevin dan Miko tidak bisa mendengar kata-katanya.
"Suruh si Billy buat ngambil motor lo," bisik Melly.
"Hah?" ceplos Rani bingung.
Melly tidak menanggapi kebingungan Rani dan malah mendorongnya ke arah Ghevin. "Ghev, lo bisa anter Rani pulang? Soalnya hari ini dia nggak bawa motor."
Tadi pagi Ghevin berangkat duluan ke sekolah sehingga dia tidak melihat Rani menjemput Melly. Jadi Ghevin tidak akan tahu kalau Melly sedang berbohong.
"Bisa kok," sahut Ghevin. Kepada Rani, dia bertanya, "Mau pulang sekarang?"
Rani pasti tidak menyangka akhirnya datang juga hari dimana dia diantar pulang oleh Ghevin. Melly masih senyam-senyum memandangi mereka ketika mendengar Miko bicara padanya.
"Kayaknya semua udah baik-baik aja, ya?" tanya Miko.
"Ya, akhirnya," jawab Melly. "Apa Kak Miko yang ngasih ide ke Ghevin untuk dateng nemuin Kak Tristan?"
__ADS_1
Miko menggeleng. "Itu sepenuhnya keputusan Ghevin sendiri," katanya. "Menurutnya, satu-satunya cara supaya lo bisa bahagia adalah dengan membiarkan lo bersama Tristan."
"Selama ini Ghevin selalu ngediemin Melly," gumamnya. "Jadi Melly pikir dia nggak peduli."
"Dia sangat peduli sama lo," kata Miko. "Dia bahkan nyampe mengabaikan fakta kalo Tristan itu musuh bebuyutannya."
"Semoga aja dia bisa berteman sama Tristan," harap Melly.
"Agak sulit untuk menjadi kenyataan sih, tapi bukannya nggak mungkin," kata Miko. "Ngomong-ngomong, apa sekarang lo udah pacaran lagi sama Tristan?"
"Itu yang mau Melly pastiin," sahutnya. "Habis ini Melly mau ngomong sama dia."
"Kalo gitu jangan nyampe gue menghalangi lo," kata Miko. "Sekarang lebih baik lo pergi temuin dia."
Sebelum Melly menurutinya, dia berkata, "Meskipun ntar Melly pacaran lagi sama dia, Kak Miko harus tetap berteman sama Melly."
"Pasti, Mell," kata Miko sambil tersenyum. "Gue pasti akan terus berteman sama lo."
Akhirnya, Melly pun berpamitan pada Miko sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
🍩Bersambung🍩
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.