Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 36


__ADS_3

Amanda Ratu Ophilea (16 Tahun)


Cewek cantik yang hobi memasak ini adalah adik Tristan. Dia juga mantan pacar Ghevin, Ghevin mencampakkannya setelah tahu kalau Amanda adik Tristan. Merasa adiknya telah disakiti oleh Ghevin. Tristan pun tidak terima. Dari situlah dendam pribadi Tristan terhadap Ghevin mulai tumbuh. Ditambah perseteruan antara kedua geng sekolah mereka, rasa benci Tristan kepada Ghevin semakin menjadi.



*****


Tristan mengenalkan Melly dan Amanda. Mereka pun kemudian bersalaman sambil mengucapkan nama mereka masing-masing.


"Seneng bisa ketemu sama lo," kata Amanda sambil tersenyum manis.


"Gue juga seneng," balas Melly.


"Waktu Tristan bilang mau ngajak lo ke sini, gue udah niat mau masak buat kalian," cerita Amanda. "Tapi kalian dateng terlalu cepat. Padahal gue belum selesai masak."


"Nggak apa-apa kok," kata Melly. "Gue juga nggak mau ngerepotin."


"Dia malah seneng kalo direpotin," Tristan yang menanggapi. "Apalagi kalo soal masak. Itu emang hobinya."


Amanda mengangguk-angguk setuju. "Pagi-pagi sebelum sekolah gue udah nyiapin bahan-bahannya. Tadi begitu pulang sekolah gue langsung masak, tapi ternyata masih nggak keburu juga."


"Ya udah, sekarang lo balik masak lagi sana," kata Tristan pada Amanda. "Jangan bikin Melly nunggu terlalu lama. Soalnya dia suka nyomot-nyomot makanan di piring orang kalo lagi kelaperan."


Lagi-lagi Tristan menyebut-nyebut hal itu. Melly langsung cemberut pada Tristan. Amanda pun tertawa melihat sikapnya.

__ADS_1


"Oke deh, kalian tunggu di sini dulu ya. Sebentar lagi juga selesai kok," ujar Amanda sambil kembali masuk ke dapur.


Tristan duduk di bangku terdekat dan menyuruh Melly duduk di sebelahnya. Dia mengamati wajah Melly setelah bertemu dengan adiknya.


"Gimana pendapat lo tentang Amanda?" tanya Tristan penasaran.


"Dia cantik, baik, terus pintar masak juga," kata Melly langsung. "Dia bahkan bikin gue minder."


Tristan tampak heran. "Minder kenapa?" tanyanya. "Apa karena dia bisa masak dan lo cuma bisa makan?"


"Sialan dia. Bikin gue jadi makin minder aja."


"Bukan cuma itu," sergah Melly. "Sebagai cewek, dia sempurna banget, sedangkan gue nggak begitu."


"Aneh," tanggap Tristan. "Gue baru tahu, cewek secantik lo juga bisa minder."


Tristan terlihat seolah dia ingin melakban mulutnya agar tidak asal bicara. Dia menggunakan tangan untuk menutupi wajahnya dari pandangan Melly.


"Nggak," tukas Tristan. "Lupain aja."


Bagaimana mungkin Melly melupakannya? Ini pertama kali Tristan memujinya. Melly pun tidak bisa menahan senyum.


"Jangan senyam-senyum!" Tristan memperingatkan. Dia tahu Melly sedang tersenyum padahal dia tidak sedang menatapnya.


Melly pun berusaha menghilangkan senyum, tapi tidak bisa. Jadi, dia mengajaknya bicara lagi.

__ADS_1


"Kenapa lo nanyain pendapat gue tentang Amanda?" tanya Melly. "Bukannya lo yang harusnya nanyain pendapat Amanda tentang gue?"


Tristan menurunkan tangannya. "Ntar juga gue akan tanya sama Amanda," katanya. "Kayaknya dia juga suka sama lo. Baguslah kalo kalian cocok."


"Bagus kenapa?" tanya Melly ingin tahu.


Kali ini mulut Tristan tampaknya sudah terlakban. Dia menolak untuk menjawab, tidak peduli bagaimanapun Melly memaksanya.


Setelah selesai memasak, Amanda menghidangkan masakan dengan dibantu dua orang asisten rumah tangganya. Melly nyaris meneteskan air liurnya ketika melihat berbagai jenis makanan yang sudah disiapkan olehnya, ada cap cai, fu yung hai, dan cumi goreng tepung. Dia bahkan menyiapkan puding cokelat untuk makanan penutup.


Amanda duduk di seberang Melly. "Maaf ya, gue cuma bisa nyiapin seadanya," katanya.


"Ini udah banyak banget kok," sahut Melly.


"Ayo dimakan," Amanda mempersilakan. Dia bahkan sampai menyendokkan nasi ke piring Melly.


Tristan tiba-tiba berdiri. "Gue mau mandi dulu," katanya.


"Makan dulu aja," saran Amanda. "Ntar keburu dingin lho."


"Nggak apa-apa," kata Tristan. "Kalian ngobrol aja." Tanpa bisa dicegah lagi oleh Amanda, Tristan segera meninggalkan ruang makan.


Melly berpikir, selain benar-benar ingin mandi, Tristan juga ingin dirinya dan Amanda bisa mengobrol berdua tanpa gangguan darinya. Ini salah satu cara yang Tristan lakukan supaya dirinya bisa semakin dekat dengan Amanda.


🍕Bersambung🍕

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.


__ADS_2