Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 43


__ADS_3

"Apa benar Ghevin itu kakakmu, Melly?" ulang Tristan. "Jawab!"


Melly menelan ludah. Dari cara Tristan mengucapkan nama Ghevin saja dia sudah bisa merasakan betapa bencinya Tristan pada Ghevin. Tristan pasti sudah tahu jawaban atas pertanyaannya itu, tapi mungkin dia hanya ingin memastikan.


"Lo jangan coba-coba berbohong, Mell," kata Vionna. Dia berdiri dengan gaya sok di sebelah Tristan. "Gue denger sendiri pembicaraan lo dan Rani di toilet. Kalian tadi ngomongin Ghevin dan Tristan, terus Rani bilang dengan jelas kalo lo itu adiknya Ghevin."


Ternyata Vionna-lah biang keladinya. Seharusnya Melly sudah bisa menebaknya ketika melihat Vionna turun dari mobil Tristan. Dia sudah menguping pembicaraannya dengan Rani, lalu melaporkannya pada Tristan. Itulah sebabnya Tristan tidak bisa mengantar Melly pulang hari ini. Karena Tristan dan Vionna sudah merencanakan untuk menangkap basah dirinya.


Melly melirik Rani, dia melihat Rani sedang menatapnya dengan pandangan meminta maaf. Melly pun menggelengkan kepala padanya, sebagai tanda dia tidak menyalahkannya.


"Makanya, kalo mau ngomongin rahasia itu lihat-lihat tempat dong," ucap Vionna. "Tadi gue ada di dalam bilik toilet, tapi kalian nggak tahu kan?"


Melly tidak menanggapinya. Fokusnya saat ini hanya pada Tristan. Tristan tahu Melly sudah membenarkan pertanyaannya tanpa harus menjawab.


"Jadi, di sini rumahmu yang sebenarnya," kata Tristan sambil mengamati rumah Melly. "Terus ke rumah siapa selama ini aku nganterin kamu? Rani?"


Melly dan Rani sama-sama langsung menunduk.


"Dan Billy itu juga bukan adik kamu? Tapi adik Rani, kan?" kejar Tristan.


Melly dan Rani tetap menunduk. Melly benar-benar merasa tidak enak pada Rani. Bagaimanapun juga, dia yang sudah melibatkannya dalam hal ini.

__ADS_1


"Melly, sebenernya ada berapa banyak kebohongan yang kamu katakan padaku?" tanya Tristan. Melly bisa mendengar nada sakit hati dalam suaranya.


Melly mengangkat kepalanya. "Tristan...," gumamnya, suaranya bergetar hebat. "Maafin aku."


Dan seakan keadaan belum cukup buruk, tiba-tiba Ghevin melangkah keluar dari dalam rumah. Awalnya perhatiannya hanya tercurah pada Melly dan Rani, lalu begitu dia mengikuti arah pandangan mereka, akhirnya dia menyadari kehadiran Tristan.


Rahang Ghevin langsung mengeras. Dia memelototi Tristan, dan Melly bisa mendengar napas Ghevin yang memburu, seakan untuk memperlihatkan betapa marah dirinya.


Tristan pun bereaksi sama. Sesaat mereka tidak saling bicara, hanya saling memelototi dengan tangan terkepal erat. Kalau mereka sampai baku hantam, Melly, Rani, dan Vionna pasti tidak akan bisa melerai mereka. Bisa-bisa ketiganya malah akan ikut-ikutan bonyok.


"Lo ngapain ke sini?" desis Ghevin akhirnya.


Tristan mendengus. "Soal itu, lo tanya aja sendiri sama adik kesayangan lo itu," katanya sambil melirik Melly sekilas. Setelah itu dia langsung berbalik, lalu memasuki mobilnya bersama Vionna.


"Tristan!" panggil Melly. Melly ingin berlari ke arah mobilnya, tapi sebelum dia sempat melakukannya, Ghevin sudah mencengkeram lengannya.


"Dia ngomong apa sih?" tuntutnya pada Melly. "Kenapa dia bawa-bawa lo?"


Melly tidak bisa menjawab pertanyaan Ghevin. Dari sudut matanya dia melihat mobil Tristan sudah berlalu.


"Melly, jawab!" bentak Ghevin.

__ADS_1


Melly pun memfokuskan pandangannya pada Ghevin. Ghevin terlihat benar-benar sangat marah, padahal dia belum mendengar jawaban dari Melly.


"Ada hubungan apa antara lo dan Tristan?" tanya Ghevin.


Tubuh Melly gemetaran. Mungkin inilah saatnya pengakuan. Tidak akan seburuk itu, bukan? Setidaknya Melly tidak perlu lagi menyembunyikannya dari Ghevin.


Melly menarik napas dalam-dalam sebelum berkata, "Gue pacaran sama Tristan."


Seketika cengkeraman tangan Ghevin pada lengan Melly menguat, membuat Melly meringis kesakitan. "Pacaran? Lo sama Tristan?" ulangnya tidak percaya.


Dengan takut-takut Melly mengangguk.


"Apa lo udah gila?" seru Ghevin marah. Dia sampai mengguncang-guncang tubuh Melly. "Nggak punya otak lo, ya? Lo kan tahu Tristan itu musuh gue. Kenapa lo masih mau pacaran sama dia?"


Melihat itu Rani merasa kasihan pada Melly, dia lantas melepaskan cengkeraman tangan Ghevin dari Melly. "Jangan pernah salahin Melly atas perasaan yang dimilikinya," katanya. "Dia mencintai Kak Tristan, Kak Tristan juga mencintainya. Kak Tristan juga baru tahu hari ini kalo Melly itu adik lo."


Ghevin menatap Rani selama beberapa saat, lalu kembali berpaling pada Melly. "Perasaan apa pun yang lo miliki untuk Tristan, lupakan! Gue nggak akan pernah menyetujui hubungan kalian," tandasnya. Sebelum melangkah ke mobil, dia menambahkan, "Gue bener-bener kecewa sama lo, Mell."


Rani mendekati Melly setelah Ghevin berlalu bersama mobilnya. Lalu Rani memeluknya, dan seketika tangis Melly pun langsung pecah. Rani terus membelai-belai punggungnya selama Melly menggerung. Dia bisa merasakan betapa hancurnya hati Melly saat ini.


🍝Bersambung🍝

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.


__ADS_2