
"Melly, kita udah nyampe." suara Miko lamat-lamat terdengar masuk ke pendengaran Melly.
Sedari tadi sepanjang perjalanan pulang dari sekolah Melly melamun di atas motor. Dia baru sadar motor Miko sudah berhenti di depan rumahnya. Melly pun segera turun dari atas motor.
Tadi dia sedang melamunkan Tristan dan kejadian memalukan yang dialami bersamanya.
"Kenapa lo diem aja?" tanya Miko perhatian.
"Nggak apa-apa," dusta Melly. Sepertinya Miko tahu dia sedang berbohong. Miko tersenyum, lalu menyelipkan rambut Melly ke belakang telinga.
Sebuah tindakan kecil dari Miko itu langsung membuat jantung Melly jungkir balik.
"Kenapa gue jadi deg-degan begini?"
"Lo cerita aja sama gue kalo emang lagi ada masalah," kata Miko lembut. "Gue bakal ngebantu lo sebisa gue."
"B-benar, n-nggak apa-apa," gagap Melly. Dia buru-buru berterima kasih pada Miko dan pamit masuk ke rumah.
Melly dilema. Belum selesai masalahnya dengan Tristan, kini ditambah lagi dengan Miko. Kehadiran dua cowok itu sepertinya sengaja membuat perasaannya jadi kalang kabut.
Mereka terus ada di pikirannya sampai waktu makan malam tiba. Melly hanya makan berdua dengan Ghevin karena Mama dan Papanya sedang pergi. Dia mengaduk-aduk nasinya dengan tidak bersemangat. Sepertinya Melly sedang kehilangan nafsu makan yang biasanya membludak.
"Woi, itu nasi dimakan dong, jangan cuma diaduk-aduk doang," tegur Ghevin.
Melly menghela napas. "Gue lagi males makan," gumamnya.
"Kenapa? Lagi diet?" tebak Ghevin.
Melly tidak menanggapinya. Sebenarnya Tristan dan Miko-lah yang telah menyita perhatiannya dari makanan. Tapi dibanding Miko, porsi Tristan di pikirannya lebih banyak.
"Ghev," panggil Melly. Dia memutuskan untuk meminta pendapatnya, tapi tanpa menyebut-nyebut nama Tristan.
"Pernah nggak ada cewek yang salah paham nyangka lo mau nyium dia?"
Ghevin berpikir sejenak. "Nggak ada," sahutnya. "Soalnya kalo gue mau nyium mereka, ya pasti gue cium lah. Kalo nggak, jangankan nyium, deket-deket mereka aja gue ogah. Mereka itu rata-rata hobinya nempel ke gue kayak magnet."
__ADS_1
"Tristan tadi ngedeketin gue, kan? Berarti bukan salah gue kan kalo gue nyangka dia mau nyium gue?" kata Melly dalam hati.
"Ngapain lo nanya soal ciuman?" tanya Ghevin tiba-tiba. Pandangannya menyelidik. "Apa ada cowok yang mau nyium lo?"
"Nggak ada kok," jawab Melly buru-buru.
"Beneran?" kejar Ghevin. "Kalo nyampe ada, lo bilang aja ke gue, biar gue gunting ntar bibirnya."
Bagaimana mungkin Melly bilang padanya kalau belum apa-apa dia sudah mengancam akan menggunting bibir anak orang? Melly pun akhirnya memutuskan untuk tidak mengungkit-ungkit soal ciuman lagi.
*****
Meskipun Rani menyarankan agar Melly bersikap cuek di depan Tristan, pada kenyataannya sangat sulit baginya bisa melakukan itu. Ketika bertemu Tristan, wajahnya menjadi merah padam dengan sendirinya. Tristan pun terlihat tidak nyaman.
Di kantin, Tristan bahkan tidak menyentuh makanannya, padahal makanan itu sudah berada di depannya cukup lama. Dia hanya mengamati Melly, sementara Melly hanya menunduk memandangi tangannya.
"Melly," kata Tristan akhirnya. "Gue mau ngomong sama lo."
Melly pun mengangkat kepala. "Ngomong aja," balasnya.
"Gue nggak mau kejadian di perpus kemarin terulang lagi," kata Tristan. "Gue nggak mau lo berpikiran kalo gue punya perasaan ke lo, apalagi lo nyampe mikir gue mau nyium lo."
Tristan masih belum terlihat puas. "Apa lo benar-benar nyangka gue mau nyium lo kemarin?" tanyanya penasaran.
Sejak kemarin Melly belum menjawab pertanyaannya itu. Dia memutuskan untuk jujur.
"Sejujurnya emang iya," Melly mengakui. "Habisnya lo tiba-tiba ngedeketin gue. Gue mana tahu kalo itu ternyata karena ada benang di baju gue."
"Kalo gue benar-benar nyium lo, apa lo bakal balas nyium gue?"
Pertanyaan macam apa itu? Mulut Melly hanya menganga karena dia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.
"Gue nanya begitu karena kemarin lo nutup mata," jelas Tristan. "Lo pasti nggak akan nutup mata, kalo lo nggak mau gue cium?"
Terbakar sudah muka Melly. Rasanya yang ingin dia lakukan sekarang hanyalah bersembunyi di kolong meja saking malunya. Untung saja Robbin datang dan menginterupsi mereka.
__ADS_1
"Fabian sama O'Niel berantem di kelas," lapor Robbin. Tristan mengangguk.
"Lo tunggu di sini, Mell," pesan Tristan.
Melly memperhatikan Tristan pergi dari kantin bersama Robbin. Sebenarnya Melly juga ingin kabur, tapi dia memutuskan tetap menunggu dan menyelesaikan pembicaraannya dengan Tristan.
Vionna tiba-tiba saja muncul dan duduk di bangku Tristan. "Kayaknya lo lagi ngomong serius sama Tristan," katanya.
"Emang," tanggap Melly. "Tapi gue nggak bakal ngasih tahu lo."
Vionna terlihat sangat penasaran dan itu membuat Melly puas. Dia sengaja membiarkan Vionna menebak-nebak sendiri apa yang sedang dibicarakannya dengan Tristan.
"Gue lihat lo nggak keberatan dijadiin pesuruh sama Tristan," komentarnya. "Jangan-jangan lo malah keasyikkan."
"Emangnya lo pikir asyik apa dijadiin pesuruh?" gerutu Melly.
"Tapi seenggaknya kan lo bisa dekat-dekat Tristan terus," kata Vionna.
"Lo gantiin aja tempat gue kalo lo mau," kata Melly. "Gue dengan senang hati akan menyerahkan jabatan ini ke lo."
Vionna tertarik. "Kira-kira, Tristan bakal ngizinin nggak, kalo gue gantiin lo?"
Melly pun mengernyit. Ternyata ada juga yang rela menjadi pesuruh Tristan hanya supaya bisa terus berdekatan dengannya.
Sembari berbicara, tangan Vionna dengan iseng mengaduk-aduk soto ayam milik Tristan. Melly sengaja mendiamkannya. Vionna tidak tahu dia akan berada dalam masalah kalau Tristan sampai melihatnya.
Benar saja. Tristan kembali lebih cepat dan dia tampak "terpesona" ketika melihat makanannya disentuh oleh Vionna.
"SIAPA YANG NGIZININ LO NYENTUH MAKANAN GUE?!" raung Tristan marah.
Vionna terkesiap. Dia sampai terlompat berdiri dari bangku dan dengan wajah takut menatap Tristan. "G-gue pikir lo nggak mau makan," katanya. Lalu dia menunjuk Melly. "Melly nggak bilang kalo makanan lo nggak boleh disentuh."
Gantian Melly yang terkesiap. "Eh, ngapain lo bawa-bawa nama gue?" ucapnya pada Vionna.
Tristan segera mengusir Vionna dan menyuruh Melly membeli makanan yang baru. Melly pun menurutinya. Setelah dia menghidangkan makanan kembali, barulah Tristan mulai makan.
__ADS_1
🍅Bersambung🍎
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.