Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 25


__ADS_3

Melly mengenal Miko sejak dia duduk di bangku kelas lima SD, karena Miko juga satu SMP dengan Ghevin dan Miko sering main ke rumahnya. Walaupun bertahun-tahun mengenalnya, Melly tidak bisa menyukainya lebih dari sekadar teman. Sedangkan Melly baru mengenal Tristan sekitar dua minggu ini, tapi dia justru menyukainya. Itu benar-benar tidak masuk akal.


Melly menoleh pada Rani dengan gamang. "Gue nggak boleh suka sama Kak Tristan," katanya. "Itu nggak boleh terjadi."


"Kenapa nggak boleh?" tanya Rani.


Melly tidak percaya Rani menanyakan itu. Mungkin dia hanya pura-pura bodoh karena Melly yakin dia tahu jelas alasannya.


"Dia kan nggak suka sama gue," jawab Melly. "Dia cuma nganggep gue sebagai pesuruhnya. Ditambah lagi, setahu dia, gue ini pacar Kak Miko."


"Jadi lo merasa nggak boleh suka sama dia karena lo tahu, lo cuma akan patah hati?" tebak Rani.


"Jelas, kan?" balas Melly. "Kalopun gue beneran suka sama dia, perasaan gue itu nggak akan berbales."


"Jangan sok tahu, ah," tukas Rani. "Dari mana lo tahu perasaan lo nggak akan berbales? Emangnya lo yakin dia nggak suka sama lo? Itu kan tebakan lo aja."


"Tapi itu kan jelas kelihatan, Ran," kata Melly membela diri.


"Kata siapa? Gue ngelihatnya nggak kayak gitu kok," kata Rani santai. "Lo aja bisa suka sama dia padahal dia jahat sama lo. Apa lo pikir hal yang sama nggak bisa terjadi sama dia?"


Rani benar. Kemungkinan Tristan menyukai Melly membuat harapannya membubung tinggi. Hal itu membuat dia tidak bisa lagi menyangkal perasaan sukanya pada Tristan. Perasaannya memang tumbuh dengan cepat, sekaligus dalam kondisi yang aneh, tapi itu terjadi.

__ADS_1


"Selamat ya, Mell," kata Rani menggodanya, karena tanpa sadar Melly senyam-senyum sendiri.


Melly jadi malu. "Kenapa lo kasih selamat ke gue?"


"Karena akhirnya ada juga cowok yang lo suka," kata Rani. "Selama ini kan cuma gue yang heboh sama perasaan gue ke Kak Ghevin."


"Aduh... Ghevin. Kok gue bisa lupa sama dia ya. Gimana kalo dia nyampe tahu gue suka sama Kak Tristan? Mati deh gue! Bodo amat lah, ntar gue pikirin lagi soal itu." batin Melly.


Ketika Melly mendatangi Tristan di kantin pada jam istirahat, tidak seperti biasa jantungnya berdebar-debar dengan keras. Dia berharap Tristan tidak menyadari perubahan sikapnya.


"Melly," kata Tristan tiba-tiba setelah dia meletakkan makanan pesanannya di hadapannya. "Gue udah mikirin soal konsekuensi yang gue omongin ke lo kemarin."


"Kalo emang lo mau terbebas dari hukuman, lo harus melakukan satu hal," ujar Tristan.


"Melakukan apa?" tanya Melly waswas.


Tristan diam sejenak, kemudian berkata, "Gue mau lo akhiri hubungan lo sama si Miko."


"Baru tadi gue bilang sama Rani, setahu dia gue ini pacar Kak Miko. Sekarang dia mau gua mutusin Kak Miko. Gue nggak ngerti kenapa dia minta gue buat ngelakuin itu, jangan-jangan dia nggak mau kalo gue punya pacar supaya dia bisa memiliki gue seutuhnya."


Gila memang! Melly sangat ingin Tristan menyukainya sampai-sampai dia bisa berpikir seperti itu.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Tristan, setelah lama Melly tidak berkata apa-apa. "Adil, kan? Lo dihukum karena pacaran sama Miko. Kalo lo mau bebas dari hukuman, lo harus putus dari dia."


"Tapi gue nggak bisa minta putus begitu aja," kata Melly.


"Kenapa nggak bisa?" tantang Tristan.


Ya, kenapa tidak bisa? Padahal Miko bukan pacar sungguhan Melly. Akan mudah baginya untuk mengatakan pada Miko agar mengakhiri hubungan pura-pura mereka. Dengan begitu, Melly akan bisa semakin dekat dengan Tristan.


Tapi, itu terlalu kejam untuk Miko. Jika Melly mengakhirinya sekarang, dia pasti akan menghubungkannya dengan kejadian di kedai bakso tadi malam. Dia akan berpikir Melly ingin menjauhinya karena telah mengetahui perasaannya. Kalau begitu caranya, bisa-bisa Melly akan kehilangan Miko sebagai temannya.


"Gue omongin dulu sama dia," kata Melly akhirnya.


"Apa lagi yang harus diomongin," sergah Tristan. "Lo yang megang kendali. Akhiri hubungan itu dan jangan peduliin dia lagi."


Tidak mungkin Melly tidak memedulikan Miko. Meskipun dia setengah mati ingin terbebas dari hukuman, Melly ingin melakukan itu tanpa menyakiti hati Miko. Sepertinya tidak ada cara lain bagi Melly selain berbohong pada Tristan.


Dan kemudian akhirnya, Melly mengatakan pada Tristan, dia akan memenuhi permintaannya, walaupun diam-diam dia tetap mempertahankan hubungan pura-puranya dengan Miko. Dia yakin mereka akan sama-sama tidak tahu, dengan begitu Melly merasa akan aman.


🍉Bersambung🍉


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.

__ADS_1


__ADS_2