Gejolak Masa Muda

Gejolak Masa Muda
Bab 34


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Rani, Melly dan Tristan saling berbicara, kebanyakan mengenai anggota geng Tristan. Melly merasa itulah topik teraman yang bisa mereka bicarakan.


Ketika mereka sampai di rumah Rani, Melly pikir Tristan akan langsung pulang. Tapi ternyata dia menyempatkan diri untuk turun dari mobil dan berdiri bersamanya di depan


rumah Rani.


"Aduh, gawat kalo dia nyampe mampir! Gimana nih?"


"Mmm... apa lo mau mampir dulu?" tanya Melly, meskipun dalam hatinya berharap Tristan menolaknya. Karena ini bukan rumahnya.


"Nggak usah. Ini udah malem." tolak Tristan, seketika membuat Melly merasa lega.


Sepertinya Tristan ingin menunggu Melly masuk, tapi masalahnya Melly tidak memiliki kunci rumah Rani dan dia ragu-ragu untuk memencet bel. Kemungkinan besar Rani yang akan membukakan pintu dan Tristan pasti akan heran melihatnya.


Saat Melly masih kebingungan apa yang harus dilakukan, mendadak Billy muncul. Dilihat dari kantong kresek yang dibawanya, sepertinya dia habis dari minimarket.


"Melly, kok lo balik ke sini lagi?" tanya Billy heran ketika melihatnya. Dan ketika Billy melihat siapa yang berdiri di sebelah Melly, dia langsung berseru, "Kak Tristan!"


"Si Billy! Tadi dia manggil nama Ghevin begitu aja, terus sekarang Tristan. Darimana dia tahu? Apa sebegitu ngetopnya mereka berdua?" batin Melly.


Tapi untuk Melly ada yang lebih penting lagi daripada itu. Billy tidak boleh membuka mulut kalau ini bukan rumahnya. Jadi Melly segera menghampirinya dan pura-pura marah padanya.


"Ya jelas lah gue balik ke sini. Ini kan rumah gue," kata Melly, sambil berusaha membuat isyarat dengan mata agar dia ikut bersandiwara dengannya. Billy tampak bingung, tapi juga tidak membuka mulut lagi.


Kepada Tristan, Melly berkata, "Tristan, kenalin, ini Billy, adik gue."

__ADS_1


Tristan hanya mengedikkan kepala pada Billy. Untuk mencegah mereka saling bicara lebih lanjut, Melly buru-buru berterima kasih pada Tristan dan menyuruh Billy membuka pintu gerbang. Melly melambaikan tangan untuk terakhir kali pada Tristan sebelum Billy menguncinya dari dalam. Dengan kasar Melly menyeret Billy masuk ke dalam rumah.


"Oh, kalian berdua baliknya barengan," kata Rani begitu Melly dan Billy tiba di ruang tamu. Dia mengulurkan tangan pada Billy seraya bertanya, "Mana es krim titipan gue?"


"Ada yang lebih penting lagi dari es krim," kata Melly pada Rani.


"Oh iya," kata Rani, seakan mendadak teringat sesuatu. "Kencan lo, ya? Lo mau cerita soal kencan lo? Tapi kan gue bisa dengerin sambil makan es krim."


"Bukaaannn," sergah Melly bete. "Ini bukan soal kencan gue. Lupain dulu kek es krim lo itu."


"Tapi ntar keburu cair," kata Rani, namun begitu melihat pelototan Melly, dia langsung bungkam soal es krimnya. "Iya deh. Ada apa?"


"Ini soal kunyuk yang satu ini," kata Melly sambil menunjuk Billy. "Dia ngelihat gue bareng Tristan tadi, terus gue bilang ke Tristan kalo dia adik gue. Sekarang kita harus mastiin kalo dia nggak akan buka mulut ke siapa pun."


Rani langsung menyuruh Billy duduk di sofa. Billy tampak ngeri melihat Melly dan Rani berdiri menjulang di depannya dengan tatapan mengancam. Dia memeluk kantong kresek belanjaan seakan itu bisa melindunginya.


Billy buru-buru mengangguk. "Iya, gue janji."


"Kalo lo sampai ngebocorin rahasia itu, gue akan nyuruh lo cuci piring selama sebulan penuh," ancam Rani .


"Setahun penuh aja," usul Melly.


"Iya, setahun penuh," ralat Rani .


Wajah Billy menyiratkan dia lebih memilih membawa rahasia itu hingga ke liang kubur daripada harus mencuci piring selama setahun penuh. Tapi dia masih terlihat penasaran.

__ADS_1


"Emang Kak Tristan itu siapany lo sih?" tanyanya pada Melly.


Rani yang menyahutinya. "Sama kayak Kak Ghevin calon yayang gue, Kak Tristan juga calon yayang Melly."


Melly langsung menyikutnya. "Apanya yang calon yayang sih," protesnya.


"Masih mau ngelak?" ledek Rani.


"Wah, keren amat," tanggap Billy tiba-tiba. Dia memandang Melly dengan kagum. "Kakak lo ketua geng SMA Ganesha terus calon pacar lo ketua geng SMA Galaxy."


"Itu nggak keren kok," tukas Melly.


"Kalo lo bilang itu nggak keren, berarti secara nggak langsung lo juga ngatain Kak Ghevin nggak keren," omel Rani. "Kak Ghevin itu cowok terkeren yang pernah gue kenal. Bahkan Kak Tristan juga nggak bisa dibandingin sama dia."


"Kok lo jadi ngejelek-jelekin Kak Tristan," kata Melly tidak suka.


Sementara Melly meributkan Ghevin dan Tristan dengan Rani, Billy memilih untuk menonton mereka sambil memakan es krim. Perhatian Rani langsung teralih begitu melihat es krim di tangan Billy. Dia segera mengambil es krimnya sendiri.


"Sorry buat lo nggak ada, Mell," kata Rani sambil membuka bungkus es krimnya. "Mending sekarang lo cerita soal kencan lo."


Tidak banyak yang bisa Melly ceritakan, jadi ceritanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Ketika sadar hari sudah semakin malam, Melly lantas menelepon Ghevin untuk segera menjemputnya. Tapi ternyata kencan Ghevin belum selesai. Karena Melly tidak mungkin meminta Rani mengantarnya pulang malam-malam begini, akhirnya Billy-lah yang mendapat tugas itu.


Tidak lupa Melly berterima kasih dan memberi pesan pada Billy agar berhati-hati setelah dia mengantarkannya dengan selamat sampai ke rumah. Melly langsung masuk ke kamar dan berbaring di ranjang dengan senyum yang tercetak di wajahnya. Sepertinya dia akan bermimpi indah malam ini.


🍔Bersambung🍔

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.


__ADS_2