
Masih di ruang makan. Sang Mama menghidangkan makanan ke atas meja makan. Begitu beliau meletakkan sepiring sate ayam tepat di hadapan Melly, Melly langsung tercekat. Tentu saja Mamanya tidak tahu efek yang ditimbulkan sate ayam itu untuk Melly. Hanya Melly dan Tristan yang tahu.
Sate ayam adalah makanan yang Melly makan saat kencan pertamanya dengan Tristan, juga saat Tristan meminta Melly untuk jadi pacarnya. Makanan itu bagaikan simbol untuk mereka berdua, dan karena itulah Melly tidak mampu melihat itu saat ini, apalagi sampai harus memakannya. Melly jadi teringat pada Tristan dan itu membuatnya sedih.
Melly menunduk dalam-dalam ketika merasa matanya mulai memanas. "Nggak. Gue nggak boleh nangis di sini."
Melly berusaha sekuat tenaga menahannya, tapi air matanya tidak terbendung lagi. Tetes air mata pertama mengalir, dan Mamanya melihat Melly.
"Melly?" panggil Mamanya heran. "Kenapa kamu nangis?"
Pertanyaan Mamanya membuat Papanya dan Ghevin ikut melihat Melly. Melly tidak tahan lagi. Melly pun segera berdiri dan berlari ke kamar. Setelah mengunci pintu, dia langsung membanting diri ke ranjang dan menangis sesenggukan. Melly memang payah. Bahkan makanan pun bisa membuatnya sedih. Tristan pasti akan menertawakannya jika dia tahu.
Lagi pula, kenapa Mamanya harus menghidangkan sate ayam pada saat seperti ini? Begitu banyak makanan yang ada di dunia ini, tapi Mamanya malah memilih sate ayam.
Melly memeluk bantal guling. Mungkin dia tidak akan makan sate ayam lagi seumur hidupnya. Meskipun sate ayam adalah salah satu makanan kesukaannya, tapi kalau hubungannya dengan Tristan terus memburuk, dia berjanji tidak akan menyentuhnya lagi.
Sungguh janji yang konyol, membuat Melly tidak tahan untuk tidak tertawa di tengah tangisannya. Dia memikirkan kejadian di ruang makan tadi. Ghevin pasti bisa menebak kenapa dia menangis, tapi Mama dan Papanya pasti kebingungan. Sepertinya Melly harus segera mencari alasan yang bisa diberitahukan pada mereka.
__ADS_1
*****
Ketika Tristan sudah masuk sekolah, sikapnya pada Melly tetap tidak berubah. Selain menolak berbicara dengannya, Tristan juga sepertinya berusaha menganggap Melly tak kasatmata. Jadi setiap kali Melly mencoba bicara pada Tristan, Melly merasa seperti sedang bicara pada tembok.
Melly jadi sering menangis. Kadang-kadang, sebelum tidur, dia memikirkan Tristan yang membuatnya menangis semalaman. Bahkan Melly pernah menangis di kamar mandi. Saat itu Ghevin sampai harus menggedor-gedor pintu kamar mandi karena Melly menggunakannya terlalu lama. Ketika Melly keluar, Ghevin pun terpana karena melihat wajah Melly yang sembap.
Rani juga mengkhawatirkan Melly. Melly sering curhat padanya mengenai Tristan, jadi dialah yang paling mengerti masalah Melly.
"Mata lo bengkak," komentar Rani ketika Melly baru duduk di sebelahnya di kelas. "Lo nangis semaleman lagi, ya?"
Melly tersenyum kecil dan mengangguk.
"Gue masih butuh waktu, Ran," kata Melly beralasan.
Tapi kalau Rani bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan, Melly tidak bisa menjawab. Melly tidak bisa menebak sampai kapan dirinya akan memikirkan Tristan.
Melly juga tidak tahu kenapa patah hatinya jadi parah begini. Tentu saja, ini memang pertama kali dia mengalaminya. Tapi apakah Melly saja yang terlalu lebay atau semua cewek pernah begini?
__ADS_1
Melly bahkan tidak bersemangat saat tiba waktunya pulang sekolah. Di rumah hanya ada Mama dan Papanya yang tidak tahu-menahu tentang Tristan, dan Ghevin yang masih perang dingin dengannya. Sedangkan di sekolah, Melly bisa bersama Rani dan berkesempatan untuk melihat Tristan.
Jadi, Rani bahkan sampai harus memaksa Melly pulang ketika kelas sudah kosong. Tapi Melly mencoba tetap bertahan di bangku sambil memeluk tas.
"Mell, ayo kita pulang," ajak Rani.
"Sebentar lagi deh," kata Melly.
"Nggak pake acara sebentar lagi," sergah Rani. "Kemarin aja gue ngabisin waktu sekitar satu jam buat nungguin lo bertapa di kelas. Kita nyampe diusir penjaga sekolah segala. Lo mau kita diusir penjaga sekolah lagi?"
Melly menggerutu sambil malas-malasan berdiri. Dia sempat berpikir untuk meminta Rani menghabiskan waktu di rumahnya sampai malam.
Ketika tiba-tiba seseorang masuk ke kelas mereka, Melly sempat mengira orang itu adalah penjaga sekolah. Melly sudah siap untuk diusir lagi, tapi ternyata Vionna yang masuk.
"Ngapain Vionna ke sini?"
🍦Bersambung🍦
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.