
Begitu melihat kehadiran Vionna di kelas mereka. Melly dan Rani langsung memasang sikap defensif, apalagi ketika Vionna menghampiri mereka dengan napas terengah-engah. Rani segera memasang jurus ular menangkap kodok andalannya, sebagai bentuk persiapan jika Vionna melakukan tindakan macam-macam pada mereka.
"Ternyata lo masih di kelas, Mell," kata Vionna pada Melly. "Gue udah nyariin lo ke mana-mana."
"Ngapain lo nyariin Melly?" semprot Rani. "Mau nyari masalah lagi? Belum puas udah bikin Kak Tristan babak belur waktu itu?"
Vionna cemberut. "Gue nggak mau nyari masalah lagi kok," bantahnya. "Dan soal Tristan, gue akuin gue salah. Tapi gue ke sini buat ngasih tahu sesuatu sama Melly." Dia berpaling dari Rani ke arah Melly. "Mell, kakak lo dateng ke sini. Dia nemuin Tristan di lapangan."
Melly tidak langsung bereaksi. Selama beberapa detik tubuhnya terpaku, sementara otaknya berusaha mencerna kata-kata Vionna. Lalu, begitu kesadarannya pulih, rasanya seperti ada yang menyundut bokongnya dengan api, membuat dirinya langsung lari tunggang-langgang keluar kelas. Dia tidak sempat memperhatikan lagi, tapi sepertinya Rani dan Vionna mengekor di belakangnya.
Untuk apa Ghevin menemui Tristan? Apa dia benar-benar akan menghajarnya lagi? Tapi dia kan sedang berada di wilayah kekuasaan Tristan. Seluruh anggota geng Tristan ada di sini. Kalau Ghevin nekat menghajarnya, bisa-bisa malah dia yang bakal dikeroyok.
Banyak orang yang berkumpul di sekitar lapangan sehingga Melly tidak bisa melihat apa yang terjadi di sana. Bahkan Melly sampai harus menyeruak kerumunan orang yang menghalanginya, barulah dia bisa melihat Ghevin dan Tristan.
Ghevin dan Tristan berdiri berhadapan dengan jarak yang agak jauh. Ghevin hanya sendiri, sedangkan Tristan dikelilingi beberapa anggota gengnya. Bisik-bisik menyelimuti mereka sementara mereka hanya saling memandang dengan tatapan waswas, tanpa mengatakan apa pun.
Meskipun Melly berdiri di barisan terdepan, Ghevin dan Tristan begitu fokus pada satu sama lain sehingga tidak menyadari kehadirannya. Melly juga memutuskan untuk diam dan menunggu.
__ADS_1
Akhirnya, Ghevin yang lebih dahulu bersuara. "Kalo lo berpikir gue ke sini untuk minta maaf, lo salah," katanya pada Tristan. "Gue ke sini bukan untuk minta maaf atas apa yang udah gue lakukan ke lo ataupun ke Amanda. Tapi gue ke sini untuk meminta satu hal sama lo."
Tristan mengerutkan kening. Mungkin dia heran mendengar kata-kata Ghevin, sama seperti yang Melly rasakan.
Ghevin diam sejenak, lalu tiba-tiba saja, dia berlutut di hadapan Tristan dan berkata, "Tolong lakukan sesuatu... supaya adik gue nggak nangis lagi."
Bukan hanya Tristan, tapi seluruh orang yang ada di sekitar lapangan, termasuk Melly terkesiap melihat aksi Ghevin. Mereka semua menjadi saksi Ghevin, dimana ketua geng SMA Ganesha menjatuhkan harga diri di hadapan musuh bebuyutannya, ketua geng SMA Galaxy. Ghevin melakukan itu demi Melly, adiknya yang bahkan sudah mencaci makinya.
Melly pun menggeleng tanpa sadar. "Ghevin nggak boleh begitu."
Melly memang mencintai Tristan, tapi Ghevin lebih penting baginya. Melly tidak mau Ghevin mempermalukan dirinya sendiri. Melly bahkan rela kehilangan Tristan, asalkan Ghevin tidak perlu berlutut lagi.
"Ghev!" seru Melly. "Lo itu apa-apaan sih? Berdiri nggak?"
Ghevin hanya mendengus dan berpaling dari Melly. Melly pun menarik tangan Ghevin untuk memaksanya berdiri, tapi Ghevin malah menepis tangan Melly.
"Ghev, lo harus berdiri!" perintah Melly. "Ayo berdiri!"
__ADS_1
Tapi Ghevin tetap menolak untuk berdiri. Akhirnya, justru Melly-lah yang ikut berlutut di sebelahnya. Bersamaan dengan itu, air matanya mulai jatuh.
"Ghev, please," isak Melly. Dia mencengkeram lengan baju Ghevin erat-erat. "Gue mau lo berdiri. Lo nggak boleh berlutut begini gara-gara gue."
Ghevin hanya diam dan Melly memeluknya sambil sesenggukan. Melly tidak peduli meskipun saat ini mereka sedang menjadi tontonan.
"G-gue janji nggak akan n-nangis lagi," kata Melly sambil berlinangan air mata. "Gue akan menjadi a-adik yang baik buat lo. Gue akan nurutin apa pun kata lo. Jadi please, Ghev, berdiri. Ya? Please?"
Masih tidak ada reaksi dari Ghevin. Melly sudah tidak tahu lagi bagaimana harus membujuknya. Tangisannya jelas tidak mempan.
"Jangan bikin drama di sini." Mendadak terdengar suara Tristan. Melly dan Ghevin langsung menoleh ke arahnya secara bersamaan. Tristan terlihat tidak nyaman. "Berdiri, Ghev."
Barulah Ghevin mau berdiri sambil menarik Melly untuk bangkit bersama. Melly tetap memeluk Ghevin.
Untuk pertama kalinya, gantian Melly yang bersikap protektif pada Ghevin. Melly bahkan sampai memelototi Tristan dan anggota gengnya. Kalau mereka sampai berani menyentuh Ghevin, Melly bersumpah akan meninju mereka.
🍦Bersambung🍦
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote. Biar Author makin SEMANGAT 💖💕Thx.