Girl In The Winter

Girl In The Winter
Bab 23


__ADS_3

Kevin duduk terdiam di depan ruang istirahat para dokter, dia sudah mendengar cerita Ayumi tentang apa yang terjadi padanya hari ini. Emosi membakar dadanya, dia tidak menyangka Erik pria yang dia percaya bisa menjaga adiknya itu ternyata punya pemikiran yang sangat dangkal. Dirinyalah yang paling tahu dan menjadi saksi bagaimana menderitanya Ayumi selama tiga tahun terakhir ini berpisah dari pria itu sampai akhirnya hati gadis itu membeku dan tertutup bagi setiap pria yang mencoba mendekatinya.


Dia bisa saja sekarang juga mendatangi Erik dan menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi, tapi tidak. Ia tidak akan begitu saja memberitahu status hubungan dirinya dan Ayumi yang sebenarnya kepada pria itu. Pertama dia akan membuat Erik menderita karena penasaran tentang hubungan mereka sampai akhirnya pria itu akan jatuh dalam lubang penyesalan yang terdalam karena kesalahannya sendiri.


Kevin menarik napas panjang, sosoknya yang memakai topi menutup bagian atas wajahnya dan masker menutup bagian bawahnya menarik perhatian para perawat dan dokter yang lewat. Sekarang ia memang harus lebih berhati-hati mengingat tadi siang ia dengan ceroboh mengajak Ayumi makan siang bersama di tempat terbuka dan hasilnya adalah saat ini foto mereka berdua sudah beredar di dunia maya dan menjadi skandal pertama dirinya.


Berita yang beredar di internet bisa saja dipatahkan dengan mudah seandainya ia memberitahu dunia tentang hubungan mereka berdua, tapi itu bukan solusi terbaik bagi gadis itu karena ketika dunia mengetahui siapa Ayumi yang sebenarnya maka gerak geriknya akan menjadi sorotan seluruh negri, privasinya akan hilang seperti halnya dirinya, dan Kevin tidak ingin hal itu terjadi pada Ayumi.


Kevin memejamkan mata memikirkan rencananya yang tentu saja akan berakibat fatal kepada Ayumi mengingat dia pasti akan menjadi sasaran para wartawan dan juga fansnya beberapa hari kedepan, ia tentu saja akan menjadi tameng dan juga pelindung bagi adiknya itu, tapi ia tidak akan selalu ada di sana untuk menjaganya. Kevin membuang napas berat mengingat kondisi mereka saat ini, apa ia terlalu egois dengan membiarkan hal ini terjadi?


"Aku sudah siap."


Kevin memgangkat wajahnya dan menatap Ayumi yang sudah berganti pakaian, ia terlihat seperti anak muda lainnya ketika menanggalkan jas putihnya, hanya mengenakan skiny jeans, kaus dan cardigan panjang, ia kembali terlihat seperti mahasiswi UBC yang Kevin kenal.


"Ada yang salah dengan pakaianku?" Ayumi menunduk melihat penampilannya.


"Tidak, kau hanya mengingatkanku pada seseorang," jawab Kevin sambil bangkit dari duduknya.


"Siapa?"


"Rekan kerjaku sewaktu aku masih menjadi pelayan cafe di Vancouver."


Ayumi tersenyum mendengar jawaban pria dengan lesung pipi itu, "Aaah, pasti dia gadis yang sangat cantik."

__ADS_1


"Dia tidak begitu cantik, dan juga badannya kurus seperti papan, tidak seksi sama sekali."


"Yaah!" Protes Ayumi sambil tertawa.


"Omo, kau sudah bisa membentakku sekarang?"


Kevin tertawa mendengar Ayumi membentaknya dan setelah mendengar tawa gadis itu, ia sudah mengambil keputusan untuk saat ini yang harus ia lakukan adalah membuat Ayumi tertawa setelah itu baru ia akan memikirkan jalan keluar tentang gosip di internet dan juga tentang Erik, tanpa harus melukai gadis itu.


Dan tanpa keduanya sadari seseorang tengah memerhatikan mereka, hatinya kembali bergetar ketika melihat tawa itu, tawa yang selama ini ia rindukan bahkan disaat ingatannya hilang, tawa yang dulu selalu menular padanya, tawa yang dulu mewarnai hari-harinya, tawa yang dulu miliknya, tapi sekarang tawa itu bukan lagi untuknya.


***


"Rupanya sekarang kau sudah kaya, bisa meneraktirku di tempat mahal seperti ini," ucap Ayumi sambil tersenyum menggoda Kevin yang duduk di hadapannya.


"Apa kau baru mengetahuinya? Aku sekarang adalah seorang idol terkenal, jadi sekarang aku banyak uang," jawab Kevin menyombongkan diri yang membuat Ayumi tertawa, "Maka dari itu kau harus makan yang banyak supaya punya kekuatan untuk menghadapi pria kurang ajar itu besok," lanjutnya sambil mengambil potongan ikan segar dan memberikannya kepada gadis itu untuk di makan.


"Dengarkan aku, kau harus banyak makan ikan supaya kulitmu bagus dan terlihat cantik."


Ayumi tersenyum mendengar ucapan Kevin, "Bagaimana kau tahu?"


"Yaah! apa kau tidak tahu pria busan terkenal karena ketampananya? Seperti Yonghwa, Jonghyun, Choi Kevin, Kevin Choi dan Choi Yong Jung. Itu karena kami suka makan ikan."


Ayumi tertawa mengingat tiga dari lima nama yang disebut pria dihadapannya adalah dirinya sendiri, "Baiklah kalau begitu aku akan banyak makan ikan," jawab Ayumi sambil kembali memakan hidangan di depannya.

__ADS_1


"Bagus," ucap kevin penuh kemenangan, "Ayumi, mulai sekarang kau harus tampil cantik, luangkan sedikit waktumu untuk pergi ke salon atau spa, ubah gaya pakaianmu menjadi sedikit lebih anggun." Kevin menatap Ayumi dengan serius sebelum melanjutkan kembali ucapnya, "Tunjukan padanya kalau kau baik-baik saja setelah dia mencampakkanmu, buat dia menyesal karena telah mengkhianatimu."


"Itu sudah terlambat, dia telah bertunangan dan aku tak mau mengambil tunangan orang lain."


"Tidak, kau tidak perlu mengambil tunangan orang lain, kau berubah bukan untuk itu tapi berubahlah untuk kepentinganmu sendiri," Kevin menarik napas panjang, "Ayumi, aku paling tahu bagaimana menderitanya dirimu selama ini, karena masalah Ibu dan juga pria itu. Sekarang saatnya kamu untuk terus melangkah, saatnya kamu menemukan kebahagianmu sendiri, saatnya kamu untuk membuka diri dan hatimu untuk pria lain."


Ayumi terdiam mendengar ucapan Kevin, lidahnya ingin membantah tapi hati kecilnya membenarkan semua ucapan pria itu, sudah cukup ia menderita selama ini, ditinggalkan ibunya dan sekarang kekasihnya yang berkhianat, ia bahkan seolah tak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.


"Apa aku bisa? Apa aku tak akan di khianati lagi?" Tanya Ayumi sambil menatap Kevin dengan sorot mata sedih.


"Kita tidak tahu apa yang menanti kita di depan, tapi untuk sekarang kau tidak perlu menjalin hubungan yang serius, maksudku kau masih muda carilah teman yang banyak, bertemanlah dengan siapa saja yang kau inginkan, bersenang-senanglah dengan mereka, pergi makan, berbelanja atau berlibur bersama teman-temanmu. Kita hidup hanya sekali dan jangan sia-siakan itu dengan hanya berkubang di dalam kesedihan."


Ayumi terdiam beberapa saat merenungi ucapan kevin yang lagi-lagi memang benar, selama ini ia terlalu sibuk kuliah dan bekerja untuk menghidupinya selama tinggal di Kanada, dan sekarang ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan larut dalam kesedihan karena seorang pria. Kevin benar, ia nyaris tidak memiliki waktu untuk dirinya bersenang-senang.


"Apa kau paham? Aku mengatakan ini karena aku peduli padamu, aku ingin melihatmu bahagia," lanjut Kevin yang di jawab Ayumi dengan anggukan sambil kembali memasukan potongan abalon segar kedalam mulutnya.


"Bagus sekarang habiskan makananmu, aku akan mengajakmu kesuatu tempat."


"Kemana?"


"Rahasia." Kevin berkata sambil tersenyum penuh misterius.


*****

__ADS_1


__ADS_2