Girl In The Winter

Girl In The Winter
Bab 51


__ADS_3

Ayumi berjalan memasuki gedung pameran lukisan yang berada tak jauh dari taman PBB kota Busan. Ia berjalan dengan perlahan, dadanya berdetak hebat mengingat ia mengetahui siapa pemilik pameran tunggal yang dihadiri ratusan orang setiap harinya. Seperti hari ini, ruangan itu dipenuhi oleh para pengunjung yang terkesima melihat hasil karya sang Maestro kebanggaan Negri Ginseng itu. Ya, sang Maestro itu adalah Kim Seung Won atau dunia Internasional mengenalnya sebagai Erik Kim.


Sudah hampir tiga tahun ia tidak bertemu pria itu, setahun lalu ketika Ayumi mendapat kabar kalau Kakek Erik meninggal ia berharap bisa melihat pria itu walau hanya siluet tubuhnya, tapi harapannya sia-sia pria itu tidak menampakkan batang hidungnya sekalipun. Sampai akhirnya beberapa hari terakhir Ayumi membaca di salah satu media kalau pria itu akan mengadakan pameran tunggalnya di Busan.


Langkah Ayumi terhenti ketika melihat objek pertama pameran lukisan itu, matanya terbelalak tak percaya, jantungnya berdetak hebat, ia menutup mulutnya yang menganga menggunakan telapak tangannya. Matanya semakin memerhatikan lukisan itu untuk memastikan kalau gadis di dalam lukisan itu adalah dirinya.


Dan ia kini yakin kalau itu dirinya ketika duduk di atas batu raksasa yang ada di area hiking Stanley park menikmati matahari terbit, lukisan itu dari arah samping yang memerlihatkan setengah wajah dirinya yang menatap semburat warna merah dengan pandangan kosong. Ia ingat hari itu adalah ketika dia baru mengetahui kalau ibunya telah meninggal.


Ayumi melanjutkan melihat lukisan selanjutnya, kali ini adalah ketika ia pulang dari hiking sambil menaiki sepeda, ia kembali berjalan dan melihat lukisan dirinya tengah duduk di bawah pohon maple sambil membaca novel lengkap dengan earphone putihnya, belum hilang keterkejuatan Ayumi ketika melihat lukisan dirinya tengah menatap matahari terbenam di Vancouver Look Out, bahkan ada yang memerlihatkan lukisan dirinya di atas gedung Rumah Sakit Busan dengan jas dokternya yang sedang menatap senja langit Busan.


Ayumi berkeliling dengan mata terbelalak tak percaya kalau semua lukisan itu adalah dirinya, sampai akhirnya Ayumi berdiri di depan sebuah lukisan raksasa dengan judul “Girl In The Winter” yang sukses menarik perhatian banyak orang. Ia tak lagi bisa manahan air matanya ketika melihat lukisan dirinya yang tengah berdiri di bawah hujan salju dengan mengenakan topi rajut biru muda, coat putih yang selaras dengan warna salju, tangan kanannya yang mengenakan sarung tangan rajut biru muda menarik koper merah tuanya, sedangkan wajahnya tersenyum menengadah menatap langit yang menjatuhkan butiran-butiran salju yang jatuh ke atas telapak tangan kirinya.


“Ini...” ucap Ayumi engan suara gemetar.

__ADS_1


“Bukankah dia sangat cantik?”


Ayumi mengalihkan pandangannya ke arah suara yang masih dia kenal dengan baik. Di sampingnya telah berdiri tubuh tinggi tegap pria yang selama tiga tahun ini ia rindukan, mata tajamnya tak lepas menatap lukisan raksasa di hadapan mereka. Ayumi masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pria yang selama ini hanya bisa dia temui di dalam mimpinya kini benar-benar berdiri di sampingnya, kedewasaan membuatnya jauh semakin tampan dan menarik.


Menyadari Ayumi tengah menatapnya dari tadi membuat Erik mengalihkan pandangannya menatap perempuan yang ia cintai setengah mati, dan sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi cinta mereka. Erik mengetahui dari Ayahnya kalau Ayumi juga sudah mengetahui tentang status dirinya. Beberapa saat mereka hanya saling menatap melepas kerinduan tak memedulikan tatapan orang-orang yang mulai menyadari kalau perempuan cantik yang mengenakan dress selutut berwarna peach dan high heel itu adalah objek dari semua lukisan yang berada di pameran itu.


“Kau..” ucap Ayumi dengan suara bergetar sarat akan kerinduan yang membuat Erik tersenyum lembut.


“Perkenalkan, aku Kim Seung Won tapi kau boleh memanggilku Erik Kim,” ujar Erik tersenyum sambil mengulurkan tangannya mengajak Ayumi bersalaman, Ayumi hanya menatap uluran tangan itu tak percaya, ia kembali menatap wajah Erik yang masih tersenyum lembut, ia menaikkan alis matanya dan memberi interuksi dengan matanya agar Ayumi menerima uluran tangannya, tapi gadis itu hanya diam seolah tak memercayai kalau pria di hadapannya itu nyata, sampai akhirnya dengan ragu ia menerima uluran tangan pria itu.


“Senang berkenalan denganmu Ayumi-Ssi,” ujar Erik dengan senyum semakin lebar.


Mereka masih saling pandang dengan tangan saling menjabat erat di depan lukisan, mata mereka saling menatap penuh kerinduan, perlahan senyuman mulai terbit di bibir keduanya dan semakin lama senyuman itu semakin lebar.

__ADS_1


Ini adalah awal baru bagi mereka. Sebuah awal yang akan mereka mulai dengan penuh rasa cinta, sebuah lembaran baru yang akan mereka isi dengan cerita kebahagian. Biarkan mereka meninggalkan semua penderitaan dan kesedihan bersama dengan masa lalu mereka yang kelam di belakang, bukan untuk di lupakan tapi dijadikan pelajaran bagi keduanya, karena bagaimanapun mereka tumbuh semakin dewasa karena masa lalu mereka. Tapi untuk masa depan biarkan mereka bersikap egois dan mengisinya hanya dengan cerita bahagia dan saling mencinta.


TAMAT


*******


Hai... Terimakasih bagi yg sudah baca cerita ini sampai tamat, terimakasih atas buat @Intan Dwi Kartika Wulan dan @Riza Amelia *yang berbaik hati memberi Vote, terimakasih banyak karena itu sangat berarti bagi penulis baru seperti saya 😘


Sebetulnya ini masih ada beberapa bab epilog tambahan, cuma masih dipertimbangkan apa diupload apa tidak mengingat peraturan baru dari noveltoon. oh ya, tolong luangkan 1 detik untuk menekan tanda like sebagai dukungan bagi kami sebagai penulis 🙇‍♀️


Jika berkenan, silahkan dibaca juga cerita saya "THE SECRET HEIRS".


Sampai jumpa di AUTUMN GIRL....

__ADS_1


Love


A.K*


__ADS_2