Girl In The Winter

Girl In The Winter
Bab 46


__ADS_3

Hari itu beberapa saat sebelum Ayumi tersadar Dr. Choi telah menjelaskan secara singkat kepada Erik, Kevin dan juga Rama tentang apa yang sebenarnya terjadi. Pada saat itu dunia Erik kembali terasa hancur setelah mengetahui kalau orang-orang yang selama ini dia sayangi dan hormati menjadi salah satu alasan tepisahnya Ayumi dengan ibu kandungnya, yang menyebabkan awal penderitaan hidup gadis itu.


Walau berat tapi Erik akhirnya menerima kebenaran yang terpampang dihadapannya, tapi ia meminta mereka semua merahasiakan kebenaran ini dari Ayumi untuk beberapa hari sampai ia pergi meninggalkan gadis itu untuk selamanya. Sedangkan Kim Minhyuk hari itu juga langsung kembali ke Seoul, dan seperti bom waktu yang akhirnya meledak ia mendatangi istri dan juga ayahnya yang seperti terkena serangan jantung ketika mengetahui rahasia yang mereka simpan selama dua puluh tahun ini akhirnya terkuak juga. Ayahnya memohon untuk diberitahu tentang keberadaan Ayumi saat ini, tapi Kim Minhyuk dengan tegas menolak permintaan pria tua itu.


Esok harinya mereka semua dikejutkan oleh kedatangan Tuan Lee ke rumah sakit di temani oleh putranya Lee Soo Hyuk, ia dengan tulus meminta maaf atas nama putrinya dan ia meminta agar Erik menarik laporannya terhadap Yuri.


“Sejak kecil Yuri selalu sakit-sakitan oleh sebab itu kami semua memanjakannya dan mengabulkan semua permintaannya. Beberapa tahun lalu dia divonis menderita gagal ginjal dan harus dilakukan transplantasi, tapi dia menolak. Dia berkata kalau tidak ada alasan lagi untuknya hidup karena Seung Won telah meninggalkannya. Sampai akhirnya beberapa bulan terakhir seperti keajaiban ketika Seung Won menerima pertunangannya dengan Yuri, dan semangat gadis itu untuk hidup kembali bangkit, dia bersedia untuk melakukan pencangkokan ginjal. Tapi rasa takut kehilangan pria yang ia cintai kembali menghantui ketika Ayumi kembali hadir dalam kehidupan mereka. Dia memohon untuk menjauhkan Ayumi dari kehidupan Seung Won dan mengancam tidak akan menjalani operasi kalau permohonannya tidak dikabulkan. Karena alasan itulah walaupun berat kami mengabulkan permintaannya.”


Semua orang kini terdiam, sebagai orangtua tentu saja Dr. Choi dan juga Radit Maheswara sangat memahi perasaan itu, perasaan ketika menginginkan sebuah kebahagiaan untuk putra putri mereka, tapi tindakan itu salah ketika harus mengorbankan kebahagian dan nyawa orang lain.


“Aku tak menyangka ia akan nekad melakukan tindakan seperti ini,” lanjut Tuan Lee dengan suara lemah, ia menundukkan kepalanya terlihat malu sekaligus sedih, “Dia sebenarnya anak yang baik dan menyenangkan, hanya saja dia terlalu manja dan kami sangat menyadari itu disebabkan oleh kesalahan kami yang terlalu memanjakannya. Oleh sebab itu, tolong hukumlah aku karena tak berhasil mendidik putriku sendiri,” ucap Tuan Lee sambil membungkukan badannya dalam-dalam.


“Abeoji,” bisik Dr. Lee dengan sedih karena bagaimanapun pria itu adalah ayahnya yang sangat ia kagumi dan hormati, yang selama ia tahu belum pernah merendahkan diri seperti itu dan sekarang ia harus melihat hal itu karena kesalahan putrinya.


Semua orang terdiam dan merasa serba salah melihat apa yang tengah terjadi di dalam ruang inap milik Ayumi itu, untuk beberapa saat mereka hanya saling pandang, sedangkan Tuan Lee masih membungkukkan badannya sampai akhirnya Dr. Choi menarik bahunya supaya ia kembali duduk dengan nyaman.

__ADS_1


“Tuan. Lee, maafkan aku, aku sangat mengerti kalau kau sangat menyayangi putrimu, tapi... aku hampir saja akan kehilangan putri kesayanganku karena ulah putrimu itu.” Radit Maheswara memecah keheningan yang membuat Tuan Lee tertunduk malu, “Kalau kau diposisiku apa kau akan memaafkan orang yang membuat nyawa putrimu terancam?” tak ada jawaban dari pertanyaan itu karena semua orang sudah mengetahui jawabannya.


“Rasa sayang orangtua terhadap anaknya tak ada batasnya, bahkan kita sebagai orangtua rela berkorban nyawa untuk mereka, tapi bukan berarti kita harus memberikan semua yang mereka inginkan, kita juga harus mengajarkan mereka tentang pahit dan kerasnya kehidupan karena itu semua membuat anak kita akan lebih dewasa dan menjadi pribadi yang kuat. Kita harus memberitahu mereka kalau hidup kadang tak sesuai harapan, impian tak selalu menjadi kenyataan. Jangan menjadikan rasa sayang kita sebagai orangtua menjadi salah kaprah dan menjadikan anak kita pribadi yang egois.”


Tuan Lee hanya bisa terdiam mendengar perkataan ayah Ayumi itu dan dia tahu kalau yang dikatakan pria itu memang benar. Ayumi yang kini terduduk di atas tempat tidur dan mendengarkan percakapan mereka merasa kasihan melihat ayah dari orang yang telah menyebabkannya terbaring di rumah sakit, dia masih ingat betapa ramah dan baiknya pria paruh baya itu kepadanya, dan ia yakin kalau itu bukan kepura-puraan, mata tak bisa membohongi. Tuan Lee adalah pria yang baik dan kesalahannya hanya satu, terlalu menyanyangi putrinya dengan cara yang salah.


“Erik, bisakah kau menarik tuntutan terhadap Yuri?”


Pertanyaan Ayumi itu membuat semua orang membelalakan mata tak percaya, hampir semua orang protes dengan keputusan gadis itu, terutama Erik, Kevin dan juga Rama.


“Kak Ayu, apa Kakak amnesia? Dia itu orang yang sudah bikin kita semua hampir kehilangan Kakak, dan sekarang Kakak mau bebasin dia gitu aja? Oh yang bener aja, Kak!” Protes Rama dengan berapi-api, Kevin juga tak kalah keras memprotes hal itu.


“Kalau kalian pikir aku akan memaafkannya, kalian salah. Aku tak akan memaafkannya atas tindakannya kepadaku, walau apaupun alasannya itu tetaplah salah. Mengatas namakan cinta dengan mengorbankan orang lain, itu bukanlah cinta tapi obsesi dan itu yang Yuri rasakan kepada Erik. Terlahir dengan sendok emas di mulutnya, selalu mendapatkan apa keinginannya dari kecil menjadikannya gadis yang egois dan menganggap kalau dunia ada di bawah telapak kakinya. Dan ketika Erik menolaknya, maka ia terobsesi untuk menjadikan Erik miliknya dengan cara apapun, termasuk dengan melukaiku. Hukuman penjara saat ini bukanlah yang tepat, itu hanya akan membuatnya merasakan dendam dan rasa marah kepadaku semakin menjadi, yang diperlukannya saat ini adalah seseorang untuk menyadarkannya dan itu adalah tugas keluarga.”


Semua orang kembali terdiam, Erik hanya bisa membuang napas berat sedangkan Kevin terlihat mengacak-acak rambutnya karena dia tahu ketika gadis itu sudah mengambil keputusan maka tidak ada yang bisa membantahnya, walaupun alasan gadis itu masuk akal tapi tetap saja bagi semua orang dengan membebaskan Yuri begitu saja itu serasa tidak adil.

__ADS_1


“Apa kau yakin, Nak?” Radit Maheswara bertanya sambil menatap Ayumi yang di jawab gadis itu dengan aanggukan kepala mantap.


“Tapi, tolong jauhkan dia dariku karena aku tak yakin akan memaafkannya ketika harus kembali berhadapan dengannya,” ucap Ayumi sambil menatap Tuan Lee dengan sorot mata tegas.


“Terimakasih, dan tidak usah kwahatir tentang itu, aku berencana akan mengirimnya ke luar untuk beberapa waktu.” Tuan Lee berdiri lalu ia kembali membungkuk 90 derajat sebagai ucapan permintaan maaf dan terima kasihnya kearah ayah Ayumi dan Dr. Choi yang notabanenya adalah teman dekatnya sendiri.


Dr. Choi tersenyum lalu menepuk bahunya, dia telah lama mengenal ayah Lee Soo Hyuk itu dan ia tahu kalau pria itu adalah orang yang sangat baik seperti halnya putranya, dan itu juga dirasakan oleh Ayumi. Saat ini ia menatap Dr. Lee, pria yang bagaimanapun telah melindunginya selama ini, selalu ada untuknya disaat ia dalam kesusahan, pria yang selalu terlihat tampan dan ceria kini terlihat murung, lingkaran hitam matanya menandakan kalau ia kurang tidur dan Ayumi sangat yakin kalau dirinya adalah alasan di balik itu semua.


“Senior, bisa kita bicara sebentar?”


Dr. Lee menghentikan langkahnya menuju pintu ketika ia mendengar suara lemah milik gadis yang ia cintai, matanya sendu menatap Ayumi sebelum akhirnya mengangguk lalu berjalan mendekati tempat tidur Ayumi.


“Bisa kalian tinggalkan kami sebentar?”


“Ayumi!” seru Erik dan Kevin hampir bersamaan

__ADS_1


“Hanya sebentar,” ujar Ayumi sambil tersenyum menenangkan keduanya.


*****


__ADS_2