
“Dia persis sepertimu.”
Kevin menatap gadis kecil yang sedang tertawa melihat ikan-ikan di aquarium raksasa.
“Tentu saja karena dia putriku.” Ayumi ikut tersenyum melihat putri kecilnya yang sekarang berumur 2 tahun.
“Syukurlah, dia tidak seperti Ayah.”
Ayumi kembali tertawa sambil memukul lengan Kevin, “Apa kau belum bisa mengakuinya sebagai adik iparmu sampai sekarang?”
“Aku tak akan mengakuinya.” Kevin menggendong Minami, putri Ayumi yang diberi nama seperti neneknya. Dia mencium gadis kecil itu sampai terkikik geli, membuat Kevin ikut tersenyum lebar.
“Kalian berdua belum berubah dari dulu, masih tetap sama… seperti anak kecil.”
Mereka berjalan keluar dari aquarium raksasa dengan Kevin menggendong Minami dan Ayumi berjalan mengikuti mereka. Ia teringat ketika pertama pacaran dengan Erik, Kevin sering kali membuat pria yang sekarang telah menjadi suaminya itu jengkel karena sering membawanya pergi jalan-jalan pada hari liburnya. Dan sekarang ketika telah menikah, ia masih sering melakukan hal yang sama yang tentu saja membuat Erik uring-uringan. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa mengingat Kevin adalah kakak iparnya dan paman dari putrinya.
“Oppa, sebaiknya kita pulang sekarang.” Ayumi menatap sekeliling dimana orang-orang sepertinya mengenali Kevin sang idola, “Orang-orang mengenalimu,” bisik Ayumi membuat Kevin ikut menatap sekeliling kemudian tersenyum membuat orang-orang itu kegirangan sambil memotretnya menggunakan ponsel.
“Tidak usah khawatir, mereka juga mengenalimu sebagai adikku.”
__ADS_1
Ayumi menyadari itu, sekarang selain sebagai seorang dokter ahli bedah, istri dan juga ibu. Ia juga adalah adik dari seorang Kevin Choi, salah seorang idol terkenal. Tapi ia belum terbiasa dengan perhatian dari publik, dan mengingat ia dan Erik baru pindah kembali ke Korea setelah sebelumnya tinggal di Kanada untuk beberapa tahun. Ia harus kembali beradaptasi tentang hal itu. Mereka kini duduk di salah satu kursi yang ada di Lotte word, Minami terlihat menikmati es krimnya. Ia terlihat lucu dengan bando telinga kucing berwarna pink, sama seperti yang dikenakan Ayumi, sedangkan Kevin mengenakan motif macan tutul. Mereka tengah tertawa santai ketika seseorang berdiri menjulang dihadapan mereka.
“Daddy!” seru Minami dengan senyum lebar.
“Sayang, bagaimana kau tahu kami ada di sini?” tanya Ayumi setelah melihat suaminya yang terengah-engah seperti habis berlari.
Senyum menghiasi wajah tampannya tapi langsung menghilang ketika menatap Kevin yang hanya menatapnya sambil menaikan sebelah alis, membuat Erik mengambil napas dalam-dalam kemudian membuangnya secara perlahan untuk menenangkan hatinya. Sebuah senyuman kemudian terbit walaupun terlihat dipaksakan.
“Hyungnim, kenapa kau selalu menculik mereka pada saat mereka libur.” Erik berkata dengan sesopan mungkin dan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
“Aku tidak menculik mereka, aku hanya mengajak adik dan keponakanku jalan-jalan, iyakan, Minami sayang.”
“Aku tahu, dan terimakasih karena telah mengajak mereka berlibur, tapi Hyungnim, aku juga ingin pergi berlibur dengan istri dan putriku.”
“Kenapa kau bilang padaku? Kau hanya tinggal pergi saja dengan mereka berdua.”
Erik memejamkan matanya berusaha menahan emosinya, dalam hati ia mengingatkan kalau lelaki itu adalah kakak dari istrinya yang kini hanya tersenyum tak berdosa menatapnya.
“Hyungnim, bagaimana kami bisa pergi berlibur kalau tiap libur kau akan membawa mereka berdua tanpa sepengetahuanku.”
__ADS_1
“Ckk.. itu salahmu sendiri karena bangun siang.” Kevin berdiri sambil membuka bandonya lalu memasangkannya di atas kepala Erik.
“Sayang, Paman pergi dulu, kau bersenang-senanglah bersama Ibu dan Ayahmu ok?”
Minami kembali menganggukan kepala yang mendapatkan hadiah ciuman di pipi dari Kevin.
“Nah sekarang jangan menangis lagi, aku akan pergi dan membiarkan kalian bertiga bersenang-senang,” ucap Kevin sambil menepuk-nepuk pundak Erik sebelum pergi meninggalkan mereka.
“Aku tak menyukainya! Kenapa dari sekian banyak orang, dia yang harus menjadi kakak iparku!” seru Erik dengan putus asa sambil duduk di samping Ayumi yang tersenyum penuh simpati melihat suaminya.
Di Korea sopan santun kepada yang lebih tua sangatlah dijunjung tinggi, bukan hanya terhadap yang lebih tua tapi senioritas di tempat kerja maupun sekolah juga sangatlah penting. Itulah yang membuat Erik tak berkutik di hadapan Kevin yang notabanenya adalah kakak iparnya walaupun umurnya lebih tua beberapa bulan.
“Karena kau menikah denganku, oleh karena itulah dia menjadi Kakak iparmu. Kalau kau tidak ingin menjadikan dia sebagai Kakak iparmu, kenapa kau menikahiku.” Ayumi pura-pura merajuk membuat Erik merasa bersalah.
“Sayang, bukan itu maksudku… oh baiklah, demi menikah denganmu aku rela memiliki Kakak ipar sepertinya, bahkan bukan hanya satu! Lebih banyakpun tidak masalah!” Seru Erik dengan sungguh-sungguh membuat Ayumi tertawa dan berhenti menggoda suaminya.
*****
*Seperti yang sudah di janjikan extra part Ayumi dan Erik akan di upload setelah Anna tamat, masih ada 1 lagi e.p nya, jadi sampai jumpa beso**k*... 😘
__ADS_1