
Mereka kini duduk di ruangan kepala Rumah Sakit yang tak lain tak bukan adalah Dr. Choi, ayah tiri Ayumi yang baru saja menerima donor darah dari Kim Minhyuk, yang seperti telah diperkirakan memiliki kecocokan tipe dan jenis darah dengannya. Kini tak adalagi yang bisa menyangkal kalau ayah Erik itu adalah ayah biologis Ayumi.
“Apa kau bisa menjelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi?” Dr. Choi memecah keheningan, semua orang menunggu penjelasan dari Tuan Maheswara yang awalnya semua orang ketahui sebagai ayah kandung gadis yang kini terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU.
Pria pertengahan lima puluh itu kini terlihat sangat letih dan berantakan, jujur saja Dr. Choi merasa simpati kepadanya tapi untuk saat ini dia sangat memerlukan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Saat ini yang berada di ruangan itu hanya Dr. Choi, Kim Minhyuk dan Radit Mahaswara, sedangkan Erik, Kevin dan Rama bertugas menjaga Ayumi dan Dr. Choi berjanji akan menjelaskan kepada mereka nanti.
“Ibu Ayumi, Minami, adalah seorang perempuan yang cantik dan baik hati, kami kuliah di tempat yang sama... aku, Minami dan... Minhyuk,” ucap Radit Maheswara sambil menatap Kim Minhyuk yang terlihat sangat shok mengetahui tentang kenyataan kalau dia memiliki seorang putri yang telah dewasa.
“Kami semua berteman dekat, dan aku juga mengetahui kalau Minami dan Minhyuk menjalin hubungan. Mereka adalah pasangan yang membuat semua orang iri. Minami adalah gadis tercantik di kampus kami, sedangkan dia... dia adalah putra dari pengusaha asal Korea yang sedang mengembangkan bisnisnya di Jepang saat itu, semua perempuan ingin memiliki hubungan dengannya. Hubungan mereka berjalan layaknya sepasang kekasih yang dimabuk cinta, mereka tak terpisahkan. Sampai suatu hari Minhyuk pulang ke Korea dan meninggalkan Minami, tapi ia yakin kalau kekasihnya akan kembali lagi kepadanya. Seminggu kemudian seorang perempuan mendatanginya dan mengenalkan diri sebagai tunangan Minhyuk, Minami sangat terkejut mengetahui kalau kekasihnya ternyata sudah bertunangan sehingga ia akhirnyanya jatuh sakit dan pingsan, pada saat itulah kami mengetahui tentang kehamilannya.”
Radit Maheswara terdiam beberapa saat sebelum melanjutkan ceritanya, sedangkan Kim Minhyuk mengingat hari itu dimana dia pulang ke Korea dengan niat untuk memberitahu tentang hubungannya dengan Minami tapi dikejutkan oleh kedatangan mantan kekasihnya yang dulu pergi meninggalkannya tanpa kabar berita. Pada saat itu ia datang kepadanya dengan membawa seorang putra berumur dua tahun, ayahnya yang memang sangat menyukai mantan kekasihnya mengingat latar belakang keluarga gadis itu tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya langsung mendaftarkan pernikan mereka dan mengancam kalau ia menolak maka Minami yang akan menjadi korban, tak bisa berbuat apa-apa karena sangat mengenal sifat ayahnya, Kim Minhyukpun akhirnya mengalah.
“Kenapa ia tak memberitahuku tentang kehamilannya?” tanya Kim Minhyuk dengan suara lemah karena putus asa.
__ADS_1
“Kau pikir dia tidak ingin memberitahumu? Tanyakan itu kepada istrimu!” teriaknya membuat semua orang membelalakan mata tak percaya kalau istri dari Kim Minhyuk mengetahuinya.
“Iya... dia kembali mendatangi Minami dan mengatakan kalau kalian telah menikah dan meminta Minami untuk tidak mendekatimu lagi, dia tidak percaya begitu saja dengan ucapan perempuan itu bahkan dia memberitahu tentang kehamilannya, tapi perempuan itu malah memintanya untuk menggugurkan kandungan karena kalian telah memiliki seorang putra.”
Bagai tersambar petir Kim Minhyuk kini terlihat begitu frustasi, dia hanya bisa terduduk lemas menyadari kalau selama ini istrinya mengetahui tentang keberadaan Minami, perempuan yang ia cintai yang tengah mengandung darah dagingnya.
“Tak percaya begitu saja, aku sendiri yang mengantar Minami ke Korea untuk mengecek kebenarannya mengingat kau belum pernah sekalipun menyinggung tentang pernikahanmu. Apa kau ingat kejadian hari itu dimana aku dan Minami datang ke rumahmu, dan kau dengan gagahnya mengusir dan mencampakannya di depan seluruh keluargamu! Dan aku bersumpah pada saat itu akan membunuhmu kalau para pengawalmu itu tidak menghentikanku,” geram Radit Maheswara dengan mata berapi-api karena amarah yang kembali menyeruak kepermukaan mengingat malam naas ketika dia bersama Minami yang saat itu tengah mengandung mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari sahabat dan juga ayah dari bayi dalam kandungan perempuan itu.
“Kau bahkan tak mau mendengar alasan dia menemuimu hanya untuk memberitahu tentang kehamilannya. Malam itu kami dalam keadaan hancur kembali pulang ke Jepang. Dia tetap mempertahankan kandungannya tak peduli semua orang mencemooh dan menghinanya. Aku kembali pulang ke Indonesia tapi kami tetap saling berhubungan, sampai suatu hari Minami menghubungiku dan mengatakan kalau dia telah melahirkan seorang putri, dia terdengar sangat bahagia saat itu, dia memberi nama putrinya Ayumi, sebuah nama cantik untuk seorang bayi mungil yang cantik.”
Pria paruh baya itu terlihat tersenyum ketika menyebut nama putri yang sudah ia besarkan dengan penuh kasayang, layaknya putri kandungnya sendiri. Tapi senyumnya langsung menghilang seiring dengan tarikan napas panjangnya.
“Tapi kebahagiannya itu tak lama, lima bulan kemudian ia menghubungiku kalau ia mengalami kecelakaan ketika dalam pelarian dari orang suruhan Ayahmu.”
__ADS_1
“Ayahku?” tanya Kim Minhyuk terlihat bingung.
“Iya, Ayahmu, dia akhirnya mengetahui tentang keberadaan cucunya dan pernah beberapa kali bertemu dengannya. Dia memaksa Minami untuk menyerahkan Ayumi kepadanya. Tapi Minami tahu, walaupun Ayumi akan dibesarkan dalam kemewahan tapi ia tak akan bisa melihat putri kecilnya kembali dan belum tentu ia akan mendapatkan kasih sayang yang seharusnya. Tak menerima penolakan dari Minami, Ayahmu mencoba mengambil Ayumi dengan paksa sehingga ia akhirnya melarikan diri dan bersembunyi di Osaka. Dalam pelariannya itu ia mengalami kecelakaan hingga akhirnya ia kembali di temukan, karena tak mau kehilangan putrinya ia mengatakan kalau Ayumi telah meninggal. Ia tahu Ayahmu tak akan percaya begitu saja, oleh karena itu walaupun berat ia meminta salah seorang tetangganya yang bertugas di panti asuhan untuk membawa putrinya pergi.”
Semua orang terdiam tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun, Kim Minhyuk terlihat memijit pelipisnya, rasa kecewa dan marah terhadap ayah dan istrinya menyeruak kepermukaan bagaimana mereka semua diam dan merahasiakan tentang keberadaan putrinya, setelah lebih dari 25 tahun ia baru mengetahui kalau ia memiliki seorang putri yang kini dalam keadaan kritis. Dari pertama kali bertemu ia telah mencurigai kalau gadis itu adalah putri Minami dan sempat terbesit kalau ia adalah putrinya. Terlalu banyak kemiripan diantara mereka dan setelah Dr. Choi yang notabanenya adalah ayah tiri Ayumi menjelaskan kalau dia adalah putri dari istrinya yang telah meninggal dari seorang pria Indonesia, maka kecurigaannya terbukti kalau gadis itu adalah putri dari sahabat dan juga mantan kekasihnya.
“Dia tahu seandainya Ayumi hidup dengannya atau dengan orangtua Minami, maka Ayahmu dengan segala kekuasaan yang dimilikinya akan membawa Ayumi pergi, karena itu ia menghubungiku untuk menjemput putrinya dan merawatnya seperti putri kandungku sendiri, ia memintaku berjanji untuk menjaga rahasia tentang siapa orangtuanya yang sebenarnya. Walaupun dia sudah tidak bisa memeluk putri kecilnya minimal ia mengetahui perkembanggannya dan tahu kalau putrinya akan baik-baik saja. Sampai akhirnya beberapa tahun yang lalu Ayumi mengetahui tentang keberadaan Ibunya dan aku sudah tak kuasa lagi untuk mencegahnya bertemu dengan Ibu kandungnya, tapi semua terlambat... Minami sudah tidak adalagi di dunia ini untuk melihat putrinya yang telah tumbuh menjadi seorang perempuan cantik dan pintar.”
Radit Maheswara mengakhiri ceritanya dengan lemah ia mengingat bagaimana dulu Minami memohon padanya dengan berurai airmata untuk membawa putrinya pergi dan memintanya berjanji untuk mengiriminya foto perkembangan Ayumi dan merahasiakan jatidiri orangtua kandungnya, ia bisa membayangkan bagaimana sahabatnya itu sangat menderita karena merindukan putri kecilnya hingga akhir hayatnya.
Kim Minhyuk yang matanya sudah memerah larut dalam lautan penyesalan setelah mengetahui bagaimana menderitanya perempuan yang dulu sangat ia cintai, dan itu semua karena kesalahannya, seandainya ia tak begitu pengecut dengan menuruti permintaan orangtuanya untuk meninggalkan Ayumi hanya karena sebuah ancaman, mungkin ini semua tidak akan terjadi. Terlalu banyak seandainya yang terbesit di kepala pria yang masih terlihat tampan dipertengahan usia lima puluhan, tapi itu semua hanya sia-sia. Dua puluh tahun telah berlalu, terlalu banyak penderitaan yang sudah dialami oleh Minami dan juga Ayumi, sebuah kata maaf dan rasa penyesalan tak akan dengan gampang menghapus semuanya.
*****
__ADS_1